Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BudayaEntertainmentGaya hidupPendidikanRagam Daerah

Aksara Sunda Bangkit dari Cimahi! Dialog Budaya Jabar 2026 Gaungkan Pelestarian Warisan Leluhur di Tengah Arus Modernisasi

976
×

Aksara Sunda Bangkit dari Cimahi! Dialog Budaya Jabar 2026 Gaungkan Pelestarian Warisan Leluhur di Tengah Arus Modernisasi

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang harus terus diwariskan lintas generasi.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Kota Cimahi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat penguatan budaya di Jawa Barat. 

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat bekerja sama dengan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat menggelar Dialog Budaya Jawa Barat Tahun 2026 di Aula Gedung B Pemerintah Kota Cimahi.

Example 300x600

Mengusung tema “Rumawat Aksara Sunda Dina Raraga Miéling Poé Aksara Sadunya”, kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional 2026 itu menjadi ruang strategis untuk merawat identitas budaya Sunda sekaligus memperkuat kolaborasi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan di era modern.

Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) dipercaya menjadi tuan rumah forum budaya yang mempertemukan pemerintah, budayawan, akademisi, seniman, komunitas, hingga para pegiat Aksara Sunda dari berbagai daerah.

Dialog ini bukan sekadar seremoni kebudayaan, melainkan forum penting untuk merumuskan langkah nyata dalam pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan penguatan budaya Jawa Barat secara berkelanjutan.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan modernisasi, aksara, bahasa, seni, tradisi, serta berbagai ekspresi budaya daerah dinilai memiliki peran penting sebagai penanda identitas masyarakat. 

Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan tahunan, tetapi harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kalangan generasi muda.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa kebudayaan merupakan jati diri bangsa yang harus terus diwariskan lintas generasi.

“Cinta terhadap budaya harus dilestarikan. Budaya kita, khususnya budaya Jawa Barat dan budaya daerah, benar-benar harus kita pertahankan dan diwariskan kepada anak-anak kita,” ujar Ngatiyana.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat generasi muda kehilangan kedekatan dengan bahasa, aksara, seni, maupun sejarah daerahnya sendiri.

Sebagai bentuk nyata pelestarian budaya, Pemerintah Kota Cimahi terus mendorong penggunaan Aksara Sunda di ruang publik.

Tidak hanya pada papan penunjuk jalan, ke depan pemanfaatannya juga akan diperluas pada nama jalan, fasilitas umum, hingga bangunan pemerintah.

Langkah tersebut diyakini mampu menghadirkan Aksara Sunda lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat identitas Kota Cimahi di tengah perkembangan kota modern.

Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat Iendra Sofyan menyampaikan bahwa pengembangan kebudayaan menjadi salah satu fokus penting Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk mendorong tumbuhnya ekosistem pegiat Aksara Sunda di berbagai daerah, salah satunya Kota Cimahi.

Menurutnya, Cimahi memiliki potensi budaya yang besar dan perlu terus dikembangkan melalui sinergi lintas sektor.

Dalam kesempatan itu, Iendra turut menyoroti kiprah tokoh budaya Cimahi, Yudistira Purnama Shakyan atau Mang Ujang Lalip, yang dikenal sebagai Maestro Aksara Sunda.

Ujang Lalip yang akrab dipanggil Mang Ujang, telah menghasilkan sedikitnya tujuh manuskrip Aksara Sunda yang telah dicetak dan dipamerkan dalam Dialog Budaya Jawa Barat 2026. 

Karya-karya tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui karya yang dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

“Dialog budaya ini menjadi kesempatan untuk menggali gagasan dan potensi kebudayaan yang berkembang di Kota Cimahi. Harapannya, kolaborasi ini terus berlanjut sehingga pengembangan budaya berjalan secara berkesinambungan,” ungkap Iendra.

Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) periode 2026–2030 yang diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menampung aspirasi sekaligus mendorong pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Yomanius Untung, jajaran Pemerintah Kota Cimahi, serta menghadirkan tiga narasumber, yakni Siti Muntamah, Mamat Rachmat, dan Yudistira Purnama Shakyan (Mang Ujang Lalip).

Sekitar 100 peserta yang terdiri atas budayawan, seniman, akademisi, komunitas, dan pemangku kepentingan kebudayaan turut mengikuti dialog tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah, pegiat budaya, akademisi, dan masyarakat dinilai menjadi kunci agar budaya tidak hanya bertahan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga tumbuh sebagai kekuatan masa depan yang memberi kontribusi bagi kemajuan daerah.

Semangat itu sejalan dengan tagline kebudayaan Kota Cimahi:

“Kreatif Warga-na, Mantap Karya-na, Maju Kota-na, Hepi Budayawan-na.”

Melalui Dialog Budaya Jawa Barat Tahun 2026, diharapkan Aksara Sunda, bahasa, seni, tradisi, dan berbagai kekayaan budaya Jawa Barat terus hidup, berkembang, serta menjadi identitas yang membanggakan bagi generasi hari ini maupun masa depan. (Bagdja)

Penulis: Bagdja Sukmana Editor: Sinta Sukmana
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600