BeritaEkonomiInformatikaPolitikRagam Daerah

Anggota DPRD Kota Bandung Resmikan Sampurasun Ciswet, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi dan Kolaborasi

113
Asep Sudrajat Anggota Komisi II,DPRD Kota Bandung gunting pita tanda peresmian Sampurasun Ciswet, di Pendopo Kelurahan Cisaranten Wetan, Selasa (9/6/2026)

Bandung/secondnewsupdate.co.id – Komitmen mendorong kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperkuat di Kota Bandung.

Anggota DPRD Kota Bandung, Asep Sudrajat, secara resmi melaunching program Sampurasun Cisaranten Wetan (Ciswet) di Pendopo Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Selasa (9/6/2026).

Peluncuran program yang digagas Kelurahan Cisaranten Wetan tersebut turut dihadiri oleh Kabid Koperasi dan UMKM Kota Bandung, Kepala Dinas Sosial, Sekretaris Camat Cinambo, Lurah Cisaranten Wetan, para pelaku UMKM, serta berbagai unsur masyarakat.

Dalam sambutannya, Asep yang akrab disapa Kang Upep menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi yang dilakukan jajaran Kelurahan Cisaranten Wetan, khususnya Kasi Ekonomi dan Pembangunan, Neng Tia Malinda.

Menurutnya, lahirnya Sampurasun Ciswet merupakan bentuk nyata semangat pemberdayaan masyarakat yang patut dijadikan contoh bagi wilayah lain di Kota Bandung.

“Ini adalah langkah yang perlu diacungi jempol. Kegiatan ini merupakan inisiatif luar biasa yang digagas oleh Kasi Ekbang Kelurahan Cisaranten Wetan dan tentu mendapat dukungan penuh dari Ibu Lurah,” ujar Kang Upep.

Ia menilai program tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha dari kalangan penyandang disabilitas.

“Kami sepakat untuk mendukung program ini, termasuk melalui penguatan akses permodalan bekerja sama dengan sektor perbankan. Dukungan terhadap UMKM tidak boleh berhenti pada acara peluncuran saja, tetapi harus berkelanjutan agar usaha mereka berkembang dan mampu bersaing,” tegasnya.

Kang Upep juga mengapresiasi keterlibatan para pelaku usaha dan seluruh stakeholder mulai dari RT, RW, kelurahan hingga berbagai mitra yang telah menunjukkan sinergi luar biasa dalam mendukung kemajuan ekonomi masyarakat.

Ia optimistis Kelurahan Cisaranten Wetan berpotensi menjadi kelurahan percontohan dalam pengembangan UMKM di Kota Bandung.

Sampurasun Ciswet Jadi Wadah Pengembangan Potensi Ekonomi Masyarakat

Lurah Cisaranten Wetan, Hasnitasari, menjelaskan bahwa Sampurasun Ciswet merupakan akronim dari Saung Ngamajukeun Potensi Usaha Rahayat NU Nyata Cisaranten Wetan.

Program tersebut dirancang sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berfokus pada pengembangan potensi UMKM lokal agar semakin maju dan berdaya saing.

“Kami berharap Sampurasun Ciswet menjadi salah satu ikhtiar nyata dalam memajukan potensi usaha masyarakat. Sejalan dengan tagline kami, yakni UMKM Kuat, Ekonomi Hebat, Ciswet Maju,” ungkap Hasnitasari.

Dinas Koperasi dan UMKM Berikan Dukungan Penuh

Pada kesempatan yang sama, Kabid UMKM Kota Bandung, Adithia Yanuansyah, menyampaikan apresiasi terhadap langkah progresif yang dilakukan Kelurahan Cisaranten Wetan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi daerah sangat bergantung pada kemampuan UMKM untuk tumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kami sangat mengapresiasi peluncuran Sampurasun Ciswet. Pelaku UMKM harus memiliki daya saing dan mampu menunjukkan kebangkitan usahanya. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan mendukung proses tersebut,” katanya.

Ia menegaskan bahwa Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bandung akan terus memberikan berbagai fasilitas dan program pendampingan bagi para pelaku usaha, termasuk yang berada di wilayah Cisaranten Wetan.

STMIK Bandung Gandeng Kelurahan Cisaranten Wetan Percepat Transformasi Digital UMKM

Momentum launching Sampurasun Ciswet juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kelurahan Cisaranten Wetan dengan STMIK Bandung.

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Yus Jayusman, selaku Wakil Ketua Bidang Akademik dan Pengembangan Organisasi STMIK Bandung, bersama Lurah Cisaranten Wetan, Hasnitasari.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui transformasi digital UMKM yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Dalam keterangannya, Yus menegaskan bahwa perguruan tinggi harus hadir secara nyata di tengah masyarakat.

“Kami tidak ingin menjadi menara gading. Kami ingin turun langsung ke lapangan. Mahasiswa belajar dari para pelaku UMKM yang gigih, dan sebaliknya kami membantu UMKM naik kelas melalui digitalisasi,” ujarnya.

Tiga Fokus Utama Kerja Sama

Kerja sama antara STMIK Bandung dan Kelurahan Cisaranten Wetan mencakup tiga program strategis, yaitu:

Pelatihan Digitalisasi UMKM, meliputi pembuatan website sederhana, optimalisasi marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta pengelolaan media sosial untuk pemasaran digital.

Program Magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa STMIK Bandung di lingkungan Sampurasun Ciswet.

Pengembangan Sistem Informasi Sampurasun Ciswet, termasuk pendataan UMKM, monitoring pelatihan, serta penyusunan katalog produk digital.

Menurut Yus, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di era modern.

“Dengan website, marketplace, media sosial, dan sistem informasi yang tepat, UMKM dapat menjangkau pasar yang lebih luas, mengelola usaha lebih efisien, serta menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik. STMIK Bandung hadir sebagai katalisator transformasi digital tersebut,” jelasnya.

Ke depan, kedua belah pihak akan menyusun Action Plan yang memuat jadwal kegiatan, target peserta, jumlah mahasiswa magang, hingga spesifikasi teknis sistem informasi yang akan dikembangkan. 

Nota Kesepahaman tersebut berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Dengan hadirnya Sampurasun Ciswet, Kelurahan Cisaranten Wetan diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan UMKM berbasis kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi yang dapat menjadi model bagi wilayah lain di Kota Bandung. (Apih)

Exit mobile version