InformatikaKesehatanPeristiwaRagam Daerah

Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkab Tangerang Kerahkan TNI-Polri hingga Relawan

859
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang memimpin langsung apel menegaskan, kecepatan dan ketepatan dalam merespons situasi darurat menjadi faktor penting untuk melindungi keselamatan masyarakat.

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau. 

Langkah tersebut dilakukan melalui Apel Gabungan Kesiapsiagaan Bencana yang melibatkan berbagai unsur di wilayah hukum Polresta Tangerang, Selasa (8/9/2026).

Apel tersebut diikuti unsur TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tenaga kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), hingga relawan kebencanaan.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid yang memimpin langsung apel menegaskan, kecepatan dan ketepatan dalam merespons situasi darurat menjadi faktor penting untuk melindungi keselamatan masyarakat.

“Prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Kita tidak boleh lambat dalam merespons, karena kecepatan dan ketepatan tindakan kita adalah penentu keselamatan jiwa masyarakat,” tegas Maesyal.

Menurutnya, aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu diantisipasi secara serius, khususnya terhadap kemungkinan sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan, distribusi logistik, serta menimbulkan potensi gelombang sekunder di kawasan pesisir.

Maesyal meminta seluruh unsur terkait memperkuat koordinasi dan memastikan berbagai sarana mitigasi bencana dalam kondisi siap digunakan.

“Saya meminta seluruh unsur memperkuat koordinasi dan memastikan peralatan mitigasi, armada evakuasi, posko pengungsian serta logistik darurat dalam kondisi siap pakai,” ujarnya.

Selain kesiapan evakuasi, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama. 

Dinas Kesehatan, Puskesmas dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tangerang diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Kebutuhan seperti masker, tenaga medis, ambulans, obat-obatan hingga pasokan oksigen harus dipastikan tersedia untuk menghadapi kemungkinan dampak erupsi.

“Pelayanan kesehatan harus siap 24 jam menghadapi segala dampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” tegasnya.

Maesyal juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dan selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

Warga diminta memantau informasi dari BMKG dan PVMBG serta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Di tingkat kewilayahan, para camat, Kapolsek, Danramil, kepala desa/lurah hingga Babinsa dan Bhabinkamtibmas diminta memperkuat pemantauan kondisi di wilayah masing-masing.

Pemantauan tersebut diharapkan dilakukan secara berkelanjutan dan dilaporkan secara real-time sehingga setiap perkembangan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kesiapsiagaan kita hari ini adalah bukti nyata keberadaan negara dalam melihat, menjaga, dan melindungi masyarakat,” pungkas Maesyal. (Dia)

Exit mobile version