Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Cimahi, Bambang Purnomo, memberikan klarifikasi terkait beredarnya pemberitaan yang menyebut Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, , telah mendeklarasikan diri sebagai calon Wali Kota Cimahi yang akan diusung Partai Gerindra.
Menurut Bambang, informasi tersebut tidak sesuai dengan substansi kegiatan yang sebenarnya berlangsung.
Ia menegaskan, pertemuan yang digelar bersama Laskar Gerindra di GOR Vika, Cigugur, Kecamatan Cimahi Tengah, beberapa waktu yang lalu, bukanlah forum deklarasi politik ataupun pengumuman pencalonan Adhitia, pada kontestasi Pilkada mendatang.
“Perlu saya luruskan, tidak ada deklarasi pencalonan wali kota dalam kegiatan itu. Yang terjadi adalah silaturahmi dan pembahasan program sosial bersama Laskar Gerindra,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan Laskar Gerindra yang dibentuk sebagai tindak lanjut arahan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Keberadaan laskar itu dipersiapkan untuk membantu mengawal dan mengawasi berbagai program pemerintah agar tepat sasaran di tengah masyarakat.
Beberapa program yang menjadi perhatian di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Program Indonesia Pintar (PIP), Bantuan Langsung Tunai (BLT), hingga Program Keluarga Harapan (PKH).
“Laskar ini nantinya berkoordinasi sampai tingkat RT dan RW untuk membantu mengawal berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelasnya. Rabu (29/7/2026).
Program 2.000 Tong Sampah Jadi Fokus
Bambang mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut justru muncul gagasan dari Adhitia, untuk mendukung gerakan kebersihan lingkungan melalui pembagian sekitar 2.000 tong sampah organik dan anorganik yang akan didistribusikan ke RT dan RW di seluruh Kota Cimahi.
Program tersebut, kata Bambang, merupakan inisiatif pribadi Adhitia, dan tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah.
“Itu murni dari dana pribadi Pak Adhitia, bukan dari APBD Kota Cimahi. Ini perlu saya tegaskan agar tidak muncul kesalahpahaman di masyarakat,” katanya.
Menurut Bambang, nantinya Laskar Gerindra akan membantu proses distribusi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.
Selain menyampaikan program kebersihan lingkungan, Adhitia, juga memberikan berbagai door prize kepada anggota Laskar Gerindra sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka mengikuti kegiatan pembinaan.
Hadiah yang dibagikan antara lain kulkas, mesin cuci, serta sejumlah peralatan rumah tangga lainnya.
“Suasananya saat itu lebih kepada silaturahmi dan kebersamaan. Pak Adhitia datang secara spontan, menyapa para anggota laskar, berdialog, sekaligus memberikan door prize sebagai bentuk penghargaan,” tutur Bambang.
Pernyataan Soal Pilwalkot Hanya Obrolan Santai
Bambang juga meluruskan adanya anggapan bahwa dalam kegiatan tersebut telah diumumkan pencalonan Adhitia, sebagai Wali Kota Cimahi.
Menurutnya, pembicaraan mengenai masa depan politik Adhitia hanya berlangsung secara informal dan tidak dapat dimaknai sebagai deklarasi resmi.
“Kalau ada obrolan mengenai masa depan politik beliau, itu sifatnya biasa saja. Saya hanya menyampaikan bahwa beliau masih muda dan memiliki perjalanan politik yang panjang. Itu bukan deklarasi, apalagi keputusan partai,” tegas Bambang.
Namun Bambang juga mengakui saat dikonfirmasi wartawan, bahwa dalam obrolan santai tersebut, bahwa Partai Gerindra berdasarkan poling saat ini diseluruh Indonesia Partai Gerindra mencapai 37 %.
“Dan Alhamdulillah, Partai Gerindra di Kota Cimahi berdasarkan poling mencapai 33 %, dengan begitu kenapa tidak Partai Gerindra kedepannya akan memilih calon Walikota Cimahi yang muda, pintar, dan mempunyai inovasi yang cemerlang untuk masyarakat Cimahi, itupun sudah disampaikan kepada Pak Adhitia, beliau seperti gayung bersambut,” ujarnya.
Hanya obrolan santai itulah yang Bambang sampaikan, kepada Adhitia, Pemilu masih jauh, kata Bambang, sehingga persepsi obrolan santai tersebut diprediksikan yang lain.
Ia menduga munculnya persepsi berbeda berasal dari penggunaan foto lama yang kemudian dikaitkan dengan narasi deklarasi, sehingga memunculkan berbagai penafsiran di publik.
Karena itu, Bambang berharap masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan sebuah kegiatan tanpa memahami konteks secara utuh.
“Kami menghormati kerja media. Namun kami merasa perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang berkembang di masyarakat tetap proporsional dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” pungkasnya.
Dengan klarifikasi tersebut, DPC Partai Gerindra Kota Cimahi menegaskan bahwa kegiatan bersama Laskar Gerindra lebih berorientasi pada penguatan organisasi dan pelaksanaan program sosial kemasyarakatan, bukan agenda deklarasi pencalonan kepala daerah. (Bagdja)
