Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaOlah RagaRagam Daerah

Bandoeng 10K 2026 Naik Kelas, Kini Jadi Ajang Lari Kompetitif Bukan Sekadar Rekreasi

123
×

Bandoeng 10K 2026 Naik Kelas, Kini Jadi Ajang Lari Kompetitif Bukan Sekadar Rekreasi

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai berkembangnya event olahraga seperti Bandoeng 10K turut mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur kota.

Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Ajang lomba lari Bank BJB Bandoeng 10K 2026 dinilai terus mengalami perkembangan signifikan dan kini semakin mengarah menjadi kompetisi lari yang serius serta kompetitif, tidak lagi sekadar event rekreasional bagi komunitas runners.

Ketua Komisi Pemassalan PASI, Satyo Haryo Wibisono, menilai kualitas penyelenggaraan tahun ini meningkat pesat, baik dari sisi performa atlet elite maupun pelari rekreasional.

Example 300x600

“Bukan cuma di level elite saja, tapi pelari rekreasional juga makin serius. Yang finis di bawah 55 menit makin banyak, bahkan yang di bawah 60 menit juga sangat banyak,” ujar Satyo saat konferensi pers Bank BJB Bandoeng 10K di Balai Kota Bandung, Minggu (17/5/2026).

Menurut Satyo, perkembangan ini menunjukkan tren olahraga lari di Indonesia semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih tinggi dari tahun ke tahun.

Ia mencontohkan performa impresif para pelari elite pria dalam ajang tahun ini. Bahkan, pelari elite pria sudah berhasil menyentuh garis finis dalam waktu sekitar 26 menit.

“Tidak sampai setengah jam pelari elite pria sudah finis. Itu menunjukkan kualitas kompetisinya makin baik,” katanya.

Selain kategori pria, persaingan sengit juga terjadi di nomor putri. Satyo menyoroti duel ketat antara pelari nasional Odekta Elvina Naibaho dengan atlet asal Kenya.

“Persaingannya sangat ketat. Selisih waktunya tipis dan itu menunjukkan level kompetisinya tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Odekta menilai Bandoeng 10K memiliki karakteristik berbeda dibanding event lari di kota lain, terutama dari sisi rute dan atmosfer perlombaan.

“Bandung punya tantangan tersendiri. Tahun ini lebih menantang karena ada pelari-pelari dari Kenya juga,” ujar Odekta.

Menurutnya, suhu udara Kota Bandung yang relatif sejuk menjadi nilai tambah tersendiri sehingga lomba terasa nyaman bagi atlet profesional maupun pelari rekreasional.

Selain faktor cuaca, dukungan masyarakat di sepanjang jalur perlombaan juga disebut menjadi penyemangat tersendiri bagi peserta.

Odekta bahkan menyebut Bandoeng 10K sebagai “hajatan Kota Bandung” karena tingginya antusiasme publik dan keterlibatan warga dalam mendukung event tersebut.

“Saya berharap jalurnya semakin steril dan semua orang bisa berpesta di situ. Ini hajatan Bandung,” katanya.

Di sisi lain, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai berkembangnya event olahraga seperti Bandoeng 10K turut mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur kota.

Menurut Farhan, jalan yang ideal tidak hanya nyaman bagi kendaraan bermotor, tetapi juga harus ramah bagi pejalan kaki, pelari, penyandang disabilitas, hingga pesepeda.

“Jalan terbaik itu ketika ramah untuk pejalan kaki dan penggemar olahraga lari atau jogging,” ujar Farhan.

Ia mengatakan, event olahraga berskala besar seperti Bandoeng 10K menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah dalam memperbaiki fasilitas publik dan menghadirkan ruang kota yang lebih nyaman.

Selain menghadirkan atmosfer kompetitif dan positif, penyelenggaraan Bandoeng 10K 2026 juga berlangsung relatif aman.

Dari total 35 peserta yang sempat masuk ke tenda medis, tidak ditemukan kasus cedera serius. Sebagian besar peserta tetap mampu menyelesaikan lomba hingga garis finis.

Tingkat finisher pada ajang tahun ini bahkan mencapai sekitar 97 persen dari total peserta yang melakukan start, menandakan tingginya kesiapan peserta dan kualitas penyelenggaraan event. (Burhan)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600