Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
EkonomiHukumInformatikaPropagandaRagam Daerah

Bank Indonesia Tasikmalaya Gandeng Media Priangan Timur Bahas Ekonomi, Inflasi, dan Lonjakan Transaksi QRIS

107
×

Bank Indonesia Tasikmalaya Gandeng Media Priangan Timur Bahas Ekonomi, Inflasi, dan Lonjakan Transaksi QRIS

Sebarkan artikel ini
Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Laura Rulida Eka Sari menyampaikan sambutnya, Kamis(7/5/2026). (Foto:Krist)

Tasikmalaya/ secondnewsupdate.co.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tasikmalaya menggelar kegiatan diseminasi perkembangan ekonomi, inflasi, dan digitalisasi wilayah Priangan Timur bersama insan media, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe di Jalan Sule Setianegara, Kota Tasikmalaya itu dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai platform media, mulai dari cetak, daring, radio, hingga televisi se-Priangan Timur.

Example 300x600

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman media terhadap kondisi ekonomi terkini, sekaligus mempererat sinergi antara BI dan insan pers dalam menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat.

“Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi ekonomi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami publik,” ujar Laura.

Dalam pemaparannya, Bank Indonesia menyampaikan kondisi ekonomi wilayah Priangan Timur pada triwulan I 2025 yang dinilai tetap menunjukkan pertumbuhan positif meski dibayangi ketidakpastian ekonomi global.

Menurut BI, pertumbuhan ekonomi daerah masih ditopang sejumlah sektor unggulan, di antaranya sektor UMKM, pertanian, dan perdagangan yang terus bergerak stabil.

Selain pertumbuhan ekonomi, isu inflasi juga menjadi perhatian utama. Bank Indonesia mencatat laju inflasi di Priangan Timur masih terkendali dan berada dalam rentang target nasional.

Capaian tersebut dinilai tidak lepas dari sinergi kuat antara pemerintah daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai program stabilisasi harga, seperti operasi pasar murah, penguatan distribusi pangan, hingga kerja sama antar daerah.

“Stabilitas harga menjadi fondasi penting untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Laura.

Pada sektor digitalisasi, BI Tasikmalaya menyoroti peningkatan signifikan penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS di Priangan Timur.

Bank sentral mencatat pertumbuhan transaksi QRIS mencapai angka fantastis, yakni 579 persen sepanjang 2025, dibandingkan periode sebelumnya.

Tak hanya dari sisi volume transaksi, jumlah merchant atau pelaku usaha yang menggunakan QRIS juga meningkat tajam, menandakan adopsi pembayaran digital semakin luas hingga menjangkau sektor UMKM dan pedagang kecil.

Lonjakan tersebut disebut sebagai indikator positif transformasi digital di masyarakat, terutama dalam mendorong transaksi non-tunai yang lebih efisien, aman, dan praktis.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab antara narasumber dari Bank Indonesia dengan para jurnalis.

Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari tantangan pengembangan UMKM, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan literasi keuangan digital di tengah masyarakat.

Para peserta mengapresiasi forum tersebut karena dinilai memberi akses langsung terhadap data dan kebijakan ekonomi terkini.

“Informasi langsung dari Bank Indonesia sangat membantu media dalam menyusun pemberitaan ekonomi yang lebih komprehensif dan tidak menyesatkan publik,” ujar salah seorang peserta.

Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap kolaborasi dengan media di Priangan Timur terus diperkuat guna mendukung penyebaran informasi kebijakan ekonomi, edukasi digitalisasi, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat secara berkelanjutan. (Krist)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600