HukumInformatikaKriminalRagam Daerah

Berawal dari Pengungkapan Kasus Judi Kosambi, Polda Jabar Luncurkan Film “Menang Untuk Kalah” tentang Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

111
Berawal dari Pengungkapan Kasus Judi Kosambi, Polda Jabar Luncurkan Film "Menang Untuk Kalah" tentang Bahaya Judi Online dan Pinjol Ilegal

Bandung/secondnewsupdate.co.id – Upaya pemberantasan judi online tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pendekatan edukasi kepada masyarakat. 

Berangkat dari pengungkapan kasus perjudian di kawasan Kosambi, Kota Bandung, lahirlah film “Menang Untuk Kalah”, sebuah karya layar lebar yang mengangkat dampak nyata judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) ilegal terhadap kehidupan masyarakat.

Film tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Polda Jawa Barat dengan para insan seni sebagai media kampanye sosial untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai bahaya perjudian digital dan jeratan pinjaman online ilegal.

Kapolda Jawa Barat Komjen Pol. Rudi Setiawan mengungkapkan, ide pembuatan film bermula dari diskusi bersama seorang seniman, Alfarizi, setelah Polda Jabar berhasil mengungkap kasus perjudian di kawasan Kosambi yang sempat menjadi sorotan publik.

Menurutnya, pengungkapan kasus tersebut membuka fakta bahwa praktik perjudian tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga menjadi pintu masuk berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks.

“Jawa Barat tidak memberikan ruang bagi segala bentuk perjudian karena dampaknya sangat merusak kehidupan masyarakat. Judi menjadi pemicu berbagai persoalan sosial, mulai dari kehancuran ekonomi keluarga hingga meningkatnya tindak kriminal,” ujar Rudi saat memberikan keterangan, Jumat (3/7/2026).

Berangkat dari semangat tersebut, lahirlah film “Menang Untuk Kalah” produksi Para Films yang mengisahkan perjalanan seseorang yang terjerumus dalam kecanduan judi online hingga akhirnya terlilit utang pinjaman online ilegal.

Film ini menggambarkan realita pahit yang dialami para korban. Mulai dari tekanan akibat teror penagihan utang, hancurnya kondisi ekonomi keluarga, retaknya hubungan rumah tangga, hingga perjuangan korban untuk bangkit dari keterpurukan.

Rudi menilai, jalan cerita dalam film tersebut merupakan potret nyata berbagai kasus yang selama ini ditemukan aparat kepolisian di lapangan.

“Film ini menggambarkan bagaimana seseorang bisa mengalami kehancuran akibat judi online dan bagaimana tekanan yang dialami korban ketika diteror penagih pinjaman online ilegal. Semua itu merupakan kenyataan yang terjadi di masyarakat,” tegasnya.

Film “Menang Untuk Kalah” juga diperkuat oleh penampilan sejumlah aktor ternama Indonesia, termasuk aktor senior Surya Saputra. Kehadiran para pemain diharapkan mampu memperkuat penyampaian pesan moral sehingga lebih mudah diterima masyarakat dari berbagai kalangan.

Kapolda Jabar memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi film tersebut. 

Ia menilai karya seni memiliki kekuatan besar sebagai media edukasi karena mampu menyampaikan pesan sosial secara emosional dan menyentuh.

Melalui film ini, Polda Jabar berharap masyarakat semakin memahami besarnya ancaman judi online dan pinjaman online ilegal, sehingga mampu meningkatkan kewaspadaan serta menghindari praktik yang dapat menghancurkan masa depan pribadi maupun keluarga.

Film “Menang Untuk Kalah” diharapkan menjadi salah satu media edukasi yang efektif dalam mendukung gerakan nasional pemberantasan judi online dan pinjaman online ilegal di Indonesia. (Burhan).

Exit mobile version