BeritaHukumInformatikaRagam Daerah

BPBD Cimahi Ingatkan Warga Waspada 10 Potensi Bencana, Puncak Musim Hujan Diprediksi Maret 2026

477
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi saat menggelar apel penanggulangan bencana di 10 titik

Cimahi//secondnewsupdate.co.id Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana yang mengintai hampir di seluruh wilayah kota. 

Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kota Cimahi, sedikitnya terdapat 10 jenis ancaman bencana yang perlu diantisipasi sejak dini.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawan, yang akrab dipanggil Andi ini, mengatakan dinamika cuaca ekstrem yang terjadi saat ini bersifat luas dan tidak hanya berdampak pada satu wilayah tertentu. 

Karena itu, kesiap siagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko bencana.

“BMKG setiap hari merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem, termasuk untuk wilayah Kota Cimahi. Informasi ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagai langkah antisipasi,” kata Andi, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, ancaman bencana yang menjadi perhatian BPBD meliputi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, potensi aktivitas Sesar Lembang, hingga gangguan teknologi dan kondisi darurat lainnya. 

Dampak dari cuaca ekstrem, lanjutnya, dapat memicu berbagai kejadian turunan seperti genangan, limpasan air, dan longsor di wilayah rawan.

Saat ini, Kota Cimahi masih berstatus Siaga Darurat Geohidrometeorologi. 

Dalam kondisi tersebut, BPBD meningkatkan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas sektor dengan seluruh pemangku kepentingan kebencanaan.

“Dengan status siaga ini, kami memastikan seluruh sumber daya siap digunakan, baik untuk pengarahan, penanganan darurat, hingga distribusi bantuan jika diperlukan,” ujarnya.

Andi mengungkapkan, sebaran wilayah rawan bencana di Kota Cimahi tergolong merata. 

Dari total 15 kelurahan, hampir semuanya memiliki titik-titik yang berpotensi terdampak bencana.

“Hampir tidak ada kelurahan yang benar-benar bebas risiko. Setiap wilayah punya kerawanannya masing-masing,” tambahnya.

BPBD Cimahi juga mencermati rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak musim hujan tahun 2026 akan terjadi pada bulan Maret. 

Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius seluruh lapisan masyarakat.

“Puncak musim hujan diperkirakan Maret. Jadi masyarakat harus lebih siaga dan memahami potensi ancaman di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Kota Cimahi mengedepankan strategi pengurangan kerentanan dan peningkatan ketangguhan masyarakat. 

Selain memperkuat kesiapan internal, edukasi kebencanaan terus digencarkan agar warga mampu melakukan evakuasi mandiri, dimulai dari lingkup keluarga.

“Tahun ini kami merencanakan pemasangan delapan titik Early Warning System (EWS) untuk pemantauan muka air. Edukasi kebencanaan juga terus ditingkatkan karena kesiapan masyarakat adalah kunci utama untuk mengurangi dampak bencana,” pungkas Andi. (Bagdja)

Exit mobile version