BeritaLingkungan HidupRagam Daerah

BPBD Garut Laporkan Tanah Longsor di Leuwigoong, Mushola dan Rumah Warga Terancam

153
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melaporkan kejadian tanah longsor yang terjadi di Kampung Pakandangan RT 02 RW 12, Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut.

Garut//secondnewsupdate.co.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melaporkan kejadian tanah longsor yang terjadi di Kampung Pakandangan RT 02 RW 12, Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. 

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 28 Desember 2025 sekitar pukul 17.00 WIB. Yang baru lalu.

Kejadian longsor berada pada titik koordinat 07.146740° Lintang Selatan dan 107.929163° Bujur Timur. 

Laporan awal diterima BPBD Kabupaten Garut pada Jumat, 2 Januari 2026, berdasarkan surat dari Kecamatan Leuwigoong terkait bencana alam hidrometeorologi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD Kabupaten Garut menurunkan Pusdalops Penanggulangan Bencana (Unit Reaksi Cepat) untuk melakukan assessment lapangan, pendataan, serta pemetaan wilayah terdampak.

Penyebab Longsor

Berdasarkan hasil assessment lapangan serta keterangan Kepala Desa Margahayu, tanah longsor dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya curah hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama.

Selain itu, kondisi Tembok Penahan Tanah (TPT) pada lokasi kejadian tidak dilengkapi sistem drainase atau suling-suling, kualitas campuran material semen dinilai kurang memadai, serta kemiringan TPT mencapai sekitar ±85 derajat. 

Struktur tanah yang merupakan tanah urug juga membuat area tersebut mudah jenuh air dan kehilangan daya ikat.

Faktor lain yang memperparah kondisi adalah terkikisnya saluran irigasi tersier, sehingga air langsung meresap ke pori-pori tanah dan mempercepat kerusakan TPT.

Dampak dan Ancaman

Akibat kejadian tersebut, Tembok Penahan Tanah ambruk dengan ukuran sekitar panjang 10 meter, tinggi 9 meter, dan lebar 3 meter.

Longsoran ini berpotensi mengancam sejumlah fasilitas dan permukiman warga.

Adapun dampak yang ditimbulkan antara lain:

Satu unit sarana ibadah Mushola Nurul Ihsan dalam kondisi terancam, Satu unit rumah warga milik Ny Sari’ah (75 tahun) terancam terdampak longsor, Lahan pertanian di dua desa, yakni Desa Margahayu dan Desa Margacinta, berpotensi mengalami gagal panen (luasan masih dalam proses perhitungan).

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD menilai kerusakan yang terjadi cukup signifikan. 

Retakan pada permukaan tanah dan bangunan menunjukkan potensi longsor susulan apabila tidak segera dilakukan penanganan.

Upaya Penanganan

BPBD Kabupaten Garut bersama Forkopimcam Kecamatan Leuwigoong dan unsur pemerintah desa telah melaksanakan koordinasi dan assessment lanjutan pada Sabtu, 3 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar lokasi kejadian agar tetap waspada, khususnya saat hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut

BPBD Kabupaten Garut merekomendasikan percepatan penanganan struktural dengan penguatan kembali TPT melalui penanganan darurat maupun permanen. 

BPBD juga mengusulkan koordinasi teknis dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) untuk melakukan kajian teknis dan penanganan infrastruktur terdampak.

Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Garut didorong untuk melakukan pendataan lahan pertanian terdampak, mengkaji potensi kerugian, serta menyusun langkah pemulihan dan normalisasi saluran irigasi.

Hingga saat ini, area mahkota longsoran dan TPT telah dilakukan penguatan sementara menggunakan bambu, namun kondisinya masih labil. 

Material longsoran masih menutupi saluran irigasi tersier, serta ditemukan retakan pada TPT dan dinding serta lantai mushola.

Adapun kebutuhan mendesak di lokasi kejadian meliputi:

Bronjong, Terpal untuk penutupan mahkota longsoran, Logistik untuk kegiatan kerja bakti dan penanganan darurat.

Assessment lapangan dilakukan oleh Tono Hartono dan Rikki W. Nugraha selaku Operator Layanan Operasional BPBD Kabupaten Garut. (Asan)

Exit mobile version