BeritaInformatikaRagam Daerah

Bukan Karena Viral! BKPSDM Kabupaten Bandung Road Show Bina Nakes, Disiplin dan Integritas Jadi Sorotan

113
Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin mengatakan, tenaga kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan pelayanan dalam kondisi tertentu.

Jawa Barat, Kab Bandung l secondnewsupdate.co id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung terus memperkuat pembinaan terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan publik.

Melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) bersama Inspektorat Daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Pemkab Bandung menggelar road show pembinaan kepegawaian ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan bukan karena adanya persoalan yang sedang viral, melainkan sebagai bagian dari pembinaan rutin sekaligus langkah preventif untuk memperkuat disiplin, integritas, etika, dan profesionalisme ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala BKPSDM Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin mengatakan, tenaga kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat, terutama warga yang membutuhkan pelayanan dalam kondisi tertentu.

“Pembinaan kepegawaian dengan sasaran para ASN tenaga kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung ini dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Enjang.

Menurut Enjang, pembinaan tersebut menyasar ASN yang bertugas di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit umum daerah hingga puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung.

BKPSDM, Inspektorat dan Dinkes Bersinergi

Dalam pelaksanaannya, BKPSDM Kabupaten Bandung berkolaborasi dengan Inspektorat Daerah dan Dinas Kesehatan untuk memberikan penguatan kepada jajaran ASN di fasilitas pelayanan kesehatan.

Salah satunya dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cicalengka.

“Hari ini, kita dari BKPSDM berkolaborasi dan sinergi dengan Inspektorat Daerah dan Dinas Kesehatan melaksanakan pembinaan di Rumah Sakit Umum Daerah Cicalengka,” kata Enjang.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian road show pembinaan yang sebelumnya telah dilaksanakan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Solokanjeruk dan Puskesmas Padamukti.

Road show selanjutnya akan terus menyasar rumah sakit dan puskesmas lainnya di Kabupaten Bandung.

Dengan pola tersebut, Pemkab Bandung ingin memastikan pesan mengenai disiplin, integritas, etika, serta peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya berhenti di satu fasilitas kesehatan, tetapi dapat diterapkan secara menyeluruh oleh ASN di lingkungan pelayanan kesehatan.

Direktur RS hingga Kepala Puskesmas Turut Dilibatkan

Pembinaan tersebut tidak hanya menyasar tenaga kesehatan sebagai pelaksana pelayanan.

Para pimpinan fasilitas kesehatan juga dilibatkan, mulai dari direktur rumah sakit hingga kepala puskesmas.

“Bahkan dalam pembinaan kepegawaian ini melibatkan para direktur rumah sakit, kepala puskesmas, dan tenaga kesehatan,” ujar Enjang.

Menurutnya, keterlibatan pimpinan menjadi bagian penting agar pembinaan tidak sekadar bersifat administratif.

Pimpinan fasilitas kesehatan diharapkan mampu menerjemahkan hasil pembinaan menjadi budaya kerja sehari-hari sekaligus menjadi teladan bagi seluruh pegawai di lingkungan masing-masing.

Pasalnya, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana.

Sikap petugas, kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, kemampuan berkomunikasi dengan pasien, hingga integritas dalam menjalankan tugas merupakan faktor yang turut menentukan kualitas pelayanan publik.

ASN Diminta Perkuat Integritas

Salah satu agenda penting dalam road show pembinaan tersebut adalah penandatanganan komitmen bersama oleh para peserta.

Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan harus dilakukan secara kolektif.

Setiap ASN, baik yang berada pada level pimpinan maupun pelaksana, memiliki tanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berintegritas.

Enjang menegaskan bahwa integritas pegawai ASN menjadi salah satu poin penting dalam komitmen bersama tersebut.

“Langkah ini kita lakukan untuk merespons warga terkait dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Untuk itu, kami memiliki komitmen bersama untuk sama-sama meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Terlebih, rumah sakit dan puskesmas merupakan tempat yang secara langsung mempertemukan pemerintah dengan masyarakat.

Setiap interaksi antara tenaga kesehatan dengan pasien maupun keluarga pasien pada akhirnya turut menentukan bagaimana masyarakat menilai kualitas pelayanan Pemkab Bandung.

Disiplin ASN Bukan Sekadar Administrasi

Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi, disiplin ASN tidak boleh dimaknai sebatas persoalan administrasi kepegawaian.

Kedisiplinan hadir tepat waktu, menjalankan tugas sesuai ketentuan, memberikan informasi secara jelas, menghormati pasien dan keluarga pasien, serta menjaga integritas merupakan bagian dari pelayanan publik yang berkualitas.

Sebaliknya, persoalan kedisiplinan maupun integritas yang terjadi pada lini pelayanan dapat berdampak langsung terhadap kepercayaan masyarakat.

Karena itu, pembinaan secara berkala menjadi langkah preventif untuk memastikan seluruh ASN memahami kembali tugas, kewajiban, etika, serta tanggung jawabnya sebagai pelayan masyarakat.

Nakes Diminta Bijak Gunakan Media Sosial

Selain menekankan disiplin dan integritas dalam bekerja, Enjang juga berharap para ASN, khususnya tenaga kesehatan, dapat bijak dalam menggunakan media sosial.

Menurutnya, perkembangan teknologi membuat aktivitas ASN di ruang digital juga menjadi bagian dari perhatian publik.

Karena itu, ASN diharapkan mampu menjaga etika dan profesionalisme, baik ketika menjalankan tugas di lingkungan kerja maupun ketika beraktivitas di ruang digital.

Penggunaan media sosial secara bijak diperlukan agar tidak menimbulkan persoalan baru yang dapat mengganggu citra pelayanan pemerintah maupun kepercayaan masyarakat.

Membangun Pelayanan Berkualitas dari Dalam

Road show pembinaan kepegawaian yang dilakukan Pemkab Bandung menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditempuh melalui pembangunan fisik maupun penambahan fasilitas.

Pembenahan sumber daya manusia menjadi fondasi penting yang harus berjalan beriringan.

Rumah sakit dan puskesmas merupakan titik paling nyata bagi masyarakat untuk merasakan kehadiran pemerintah.

Di tempat tersebut, masyarakat dapat secara langsung menilai apakah pelayanan publik berjalan cepat, ramah, profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan.

Karena itu, Pemkab Bandung mendorong agar ASN tenaga kesehatan tidak hanya bekerja berdasarkan rutinitas, tetapi memiliki kesadaran bahwa tugas yang dijalankan merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Komitmen yang telah ditandatangani diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Sebaliknya, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam perilaku kerja dan peningkatan kualitas pelayanan di setiap rumah sakit maupun puskesmas.

Melalui kolaborasi BKPSDM, Inspektorat Daerah dan Dinas Kesehatan, Pemkab Bandung berupaya membangun pendekatan pembinaan yang lebih komprehensif.

Disiplin diperkuat, integritas dijaga, etika ASN ditingkatkan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus didorong.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pembinaan ASN bukan semata-mata tertibnya administrasi kepegawaian.

Lebih dari itu, keberhasilannya akan terlihat ketika masyarakat benar-benar merasakan perubahan positif saat datang ke rumah sakit maupun puskesmas untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. (Apih)

Exit mobile version