Olah RagaRagam Daerah

Bukan Sekadar Penonton! KDS Tantang Pemuda Kabupaten Bandung Ciptakan Lapangan Kerja hingga Lahirkan Petani Milenial

119
Ketua KNPI Rifky Fauzi (kiri) berikan cindera mata kepada Bupati Bandung KDS, disela acara pelantikan Ketua PK KNPI Kecamatan se kabupaten Bandung, di GBS Rabu (28/10/2026)

Kabupaten Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id — Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS menantang generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah.

Pemuda harus berani mengambil peran sebagai pencipta lapangan kerja, penggerak ekonomi kreatif, sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan Kabupaten Bandung.

Pesan tersebut disampaikan KDS dalam kegiatan Bupati Sapa Pemuda Seri 2 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Kecamatan (PK) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) se-Kabupaten Bandung periode 2026–2029. Kegiatan berlangsung di Gedung Budaya Soreang, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Rabu (28/10/2026).

Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan pemuda tidak cukup diwujudkan melalui peringatan seremonial. 

Generasi muda dituntut mampu menerjemahkan nilai persatuan, keberanian, dan pengabdian menjadi karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

KDS mengapresiasi DPD KNPI Kabupaten Bandung yang berhasil menyelenggarakan pelantikan pengurus kecamatan secara serentak. 

Menurutnya, langkah tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi kepemudaan hingga tingkat kecamatan.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPD KNPI Kabupaten Bandung. Pelantikan serentak ini merupakan sejarah pertama di Kabupaten Bandung,” ujar KDS.

Ia berharap program Bupati Sapa Pemuda tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara kepala daerah dan kalangan pemuda, tetapi juga berkembang menjadi ruang dialog yang produktif untuk menyampaikan gagasan, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan solusi bersama.

Pemuda Harus Berani Menciptakan Peluang

Menurut KDS, tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital, perubahan kebutuhan dunia kerja, dan persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Karena itu, pemuda Kabupaten Bandung perlu membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, kreativitas, integritas, serta kemampuan beradaptasi. 

Modal tersebut dinilai penting agar generasi muda tidak hanya bergantung pada kesempatan kerja yang tersedia, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

“Pemuda bukan hanya calon pemimpin masa depan saja, melainkan juga sebagai pelaku pembangunan hari ini,” tegasnya.

KDS menekankan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. Organisasi kepemudaan, termasuk KNPI, diharapkan mampu menjadi wadah untuk melahirkan gagasan inovatif sekaligus menggerakkan potensi ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, perlu membangun kolaborasi dengan dunia pendidikan, dunia usaha, dan organisasi kepemudaan untuk memperluas akses pelatihan, pengembangan kewirausahaan, serta kesempatan kerja.

Dalam konteks tersebut, Pemkab Bandung menargetkan penyiapan 10.000 kesempatan lapangan kerja dan usaha setiap tahun.

KNPI diharapkan turut mengambil bagian dengan memetakan potensi pemuda, mengidentifikasi kebutuhan keterampilan, serta menghubungkan generasi muda dengan program pemerintah yang relevan.

“Jangan biarkan ide berhenti sebagai wacana dan jangan biarkan organisasi hanya menjadi tempat berkumpul. Jadikan setiap gagasan sebagai langkah perubahan, setiap langkah kolaborasi sebagai kekuatan, dan setiap pengabdian sebagai bukti kecintaan kepada Kabupaten Bandung,” kata KDS.

Pengurus KNPI Dituntut Hadir dengan Program Nyata

KDS juga mengingatkan pengurus PK KNPI yang baru dilantik agar tidak terjebak pada rutinitas organisasi maupun kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, keberhasilan organisasi kepemudaan harus diukur dari kontribusi dan dampak program yang dirasakan masyarakat. 

Oleh sebab itu, setiap pengurus kecamatan diharapkan segera menyusun agenda kerja yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pemuda di wilayah masing-masing.

Program tersebut dapat dibangun melalui kerja sama dengan perangkat daerah, para camat, serta organisasi kepemudaan di tingkat kecamatan dan desa.

KDS bahkan menantang KNPI untuk menunjukkan prestasi melalui program yang dapat dirasakan manfaatnya pada tahun mendatang.

“Saya menunggu kapan langkah konkret KNPI yang berprestasi untuk tahun depan. Tentunya ini harus dibangun dengan kolaborasi, tidak bisa sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia berharap KNPI mampu menjadi ruang pembinaan karakter, kedisiplinan, komitmen, dan integritas bagi generasi muda.

Dengan demikian, organisasi tersebut dapat ikut mempersiapkan calon pemimpin daerah yang memiliki kapasitas, kepedulian sosial, dan kemampuan menjawab tantangan pembangunan.

KDS Soroti Regenerasi Petani, KNPI Diajak Lahirkan Petani Milenial

Selain persoalan ketenagakerjaan, KDS menyoroti pentingnya regenerasi petani untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bandung.

Berdasarkan data sektor pertanian yang disampaikannya, terdapat sekitar 77.000 petani di Kabupaten Bandung dengan rata-rata usia di atas 50 tahun.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena keberlanjutan produksi pangan membutuhkan keterlibatan generasi muda sebagai penerus sekaligus penggerak modernisasi pertanian.

KDS menilai sektor pertanian harus mulai dipandang sebagai bidang usaha yang menjanjikan bagi anak muda, bukan semata-mata pekerjaan tradisional yang identik dengan keterbatasan.

Melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, pengembangan pemasaran digital, dan penguatan kewirausahaan, sektor pertanian dinilai memiliki peluang untuk memberikan nilai tambah sekaligus membuka lapangan usaha baru.

“Regenerasi ini sangat penting. KNPI silakan membuat suatu rencana atau program kerja yang ke depan bisa berkolaborasi dengan Dinas Pertanian, karena petani milenial juga sangat dibutuhkan di Kabupaten Bandung,” tutur KDS.

Ia mendorong KNPI menyusun program yang dapat menghubungkan pemuda dengan sektor pertanian melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta kolaborasi bersama perangkat daerah terkait.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan perdesaan.

Potensi Lokal Harus Menjadi Kekuatan Ekonomi Pemuda

KDS turut mengajak generasi muda untuk melihat beragam potensi Kabupaten Bandung sebagai sumber pertumbuhan ekonomi. 

Sektor pertanian, peternakan, pariwisata, kuliner, industri kreatif, hingga ekonomi digital dinilai dapat dikembangkan menjadi ladang usaha produktif apabila dikelola secara inovatif dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah, menurutnya, membutuhkan pemikiran kritis, masukan, dan inovasi dari kalangan pemuda. 

Aspirasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kritik atau gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program yang memberikan solusi bagi masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah dan organisasi kepemudaan, berbagai potensi lokal diharapkan mampu membuka kesempatan usaha, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kemandirian ekonomi generasi muda.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pun menjadi momentum bagi seluruh pemuda Kabupaten Bandung untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mengambil bagian secara aktif dalam pembangunan.

KDS berharap KNPI dapat membuktikan perannya melalui program yang terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan demi mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, maju, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (Apih)

Exit mobile version