Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaBudayaGaya hidupRagam DaerahSejarah

Bukan Sekadar Seremoni! Ngatiyana Tantang Pemuda Cimahi Jadi Motor Perubahan, Patriotisme dan Empati Jadi Kunci

878
×

Bukan Sekadar Seremoni! Ngatiyana Tantang Pemuda Cimahi Jadi Motor Perubahan, Patriotisme dan Empati Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini
Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda ke 98 Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengajak kaum muda agar tidak berhenti pada semangat dan slogan, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan melalui karya, inovasi, prestasi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Cimahi, Jawa Barat | secondnewsupdate.co.id – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi generasi muda Kota Cimahi untuk membuktikan peran nyata dalam pembangunan daerah. 

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengajak kaum muda agar tidak berhenti pada semangat dan slogan, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan melalui karya, inovasi, prestasi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Example 300x600

Pesan tersebut disampaikan Ngatiyana saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kota Cimahi di Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (28/10/2026).

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini menegaskan bahwa masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh karakter, daya juang, serta kepedulian generasi penerus terhadap lingkungan sosialnya.

Di hadapan peserta upacara, Ngatiyana mengingatkan bahwa semangat persatuan yang dicetuskan para pemuda pada 1928 harus terus hidup dan relevan dengan tantangan zaman.

Jika dahulu para pemuda bersatu untuk memperjuangkan identitas dan cita-cita kebangsaan, kini generasi muda dituntut melanjutkan perjuangan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, perbedaan latar belakang, pandangan, dan kemampuan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja bersama. Sebaliknya, keberagaman perlu menjadi kekuatan dalam melahirkan gagasan baru dan mendorong kemajuan Kota Cimahi.

“Pemuda Cimahi harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton,” tegas Ngatiyana.

Patriotisme Tak Cukup di Bibir, Harus Dibuktikan Lewat Tindakan

Ngatiyana menekankan, kecintaan terhadap tanah air tidak cukup diwujudkan melalui upacara, pengibaran bendera, ataupun pernyataan kebanggaan sebagai warga negara. 

Patriotisme harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, mulai dari kesungguhan menuntut ilmu, kejujuran dalam bekerja, menjaga persatuan, hingga ikut merawat lingkungan.

Bagi generasi muda, membangun bangsa dapat dimulai dari lingkungan terdekat. 

Pelajar bisa menunjukkan patriotisme dengan belajar secara disiplin, mahasiswa melalui penelitian dan gagasan inovatif, sedangkan pemuda yang telah memasuki dunia kerja dapat berkontribusi lewat profesionalisme dan kreativitas.

Di tengah dinamika pembangunan perkotaan, kaum muda juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Cimahi.

Partisipasi tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, gerakan lingkungan, pengembangan komunitas, maupun inisiatif yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Dengan cara itu, semangat Sumpah Pemuda tidak hanya dikenang sebagai peristiwa bersejarah, tetapi menjadi landasan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Tantangan Zaman Makin Berat, Pemuda Cimahi Dituntut Adaptif dan Inovatif

Selain patriotisme, Wali Kota Cimahi menyoroti pentingnya kegigihan dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta persaingan yang semakin ketat.

Generasi muda dituntut terus meningkatkan kemampuan, memperluas wawasan, mengasah keterampilan, dan berani mencoba hal-hal baru.

Kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting agar pemuda tidak tertinggal, melainkan mampu memanfaatkan perubahan sebagai peluang untuk berkembang.

Ngatiyana juga mendorong anak muda agar lebih berani mengembangkan kreativitas di bidang ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Potensi tersebut dapat dikembangkan untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, memperluas pasar produk lokal, hingga menghadirkan solusi inovatif atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Namun, kegigihan tidak semata-mata diukur dari keberhasilan meraih prestasi. Kemauan untuk terus belajar, bangkit ketika menghadapi kegagalan, serta konsisten memperbaiki diri juga menjadi bagian penting dari karakter pemuda yang dibutuhkan dalam pembangunan.

Empati Jadi Penentu, Jangan Sampai Kemajuan Kehilangan Kepedulian

Di samping kemampuan dan prestasi, Ngatiyana mengingatkan pentingnya empati sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, kecerdasan dan kemajuan harus berjalan seiring dengan kepekaan terhadap kondisi orang lain.

Empati dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti membantu warga yang membutuhkan, menghormati perbedaan, mencegah perundungan, serta menggunakan media sosial secara bijak.

Generasi muda juga diharapkan tidak bersikap acuh terhadap persoalan di sekitarnya.

Kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, kesediaan membantu sesama, dan keberanian membangun hubungan sosial yang sehat merupakan bagian dari kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah perkembangan ruang digital yang memungkinkan informasi menyebar dengan cepat. 

Pemuda diharapkan mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, tidak mudah terprovokasi, serta mengedepankan sikap saling menghormati dalam menyampaikan pendapat.

Dengan demikian, kemajuan tidak hanya menghasilkan masyarakat yang semakin modern, tetapi juga memperkuat solidaritas dan nilai kemanusiaan.

KNPI hingga Komunitas Pemuda Diajak Bergerak Bersama

Ngatiyana menegaskan, pembangunan Kota Cimahi membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda. 

Berbagai persoalan, mulai dari pengelolaan sampah, peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja, hingga penguatan kepedulian sosial, memerlukan ide segar serta partisipasi lintas kelompok.

Karena itu, Pemerintah Kota Cimahi mendorong kolaborasi dengan berbagai organisasi kepemudaan, di antaranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Karang Taruna, Gerakan Pramuka, mahasiswa, pelajar, dan komunitas pemuda lainnya.

Organisasi kepemudaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang pembelajaran untuk mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, kemampuan berorganisasi, serta keberanian menyampaikan gagasan.

Melalui kegiatan yang terarah, para pemuda dapat belajar mengidentifikasi persoalan di lingkungannya, merumuskan solusi, dan menjalankan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi tersebut sekaligus membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk menyerap gagasan generasi muda dalam merumuskan langkah pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pemkot Cimahi Buka Ruang Kritik dan Gagasan Konstruktif

Dalam kesempatan itu, Ngatiyana juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Cimahi terbuka terhadap kritik, masukan, dan gagasan konstruktif dari kalangan pemuda.

Aspirasi generasi muda dinilai penting sebagai bagian dari upaya memperbaiki pelayanan dan mendorong pembangunan daerah. 

Namun, penyampaian pendapat diharapkan dilakukan secara bertanggung jawab, disertai argumentasi yang jelas dan tawaran solusi yang dapat dipertimbangkan bersama.

Dengan ruang dialog yang terbuka, pemuda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima kebijakan, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam proses pembangunan sesuai kapasitas dan kemampuannya.

Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 pun diharapkan menjadi titik penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, serta memiliki kepedulian sosial.

Ngatiyana mengajak para pemuda untuk terus menanamkan kecintaan terhadap tanah air, gigih menghadapi tantangan, dan peka terhadap kebutuhan sesama.

“Jangan hanya menuntut perubahan, tetapi jadilah bagian dari perubahan itu sendiri,” pesannya.

Ia optimistis, generasi muda yang memiliki karakter kuat, kompetensi memadai, dan kepedulian terhadap masyarakat akan menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendorong kemajuan Kota Cimahi sekaligus berkontribusi bagi masa depan Indonesia.

Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. 

Semangat kebangsaan dapat tumbuh melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, mulai dari menjaga persatuan, berkarya sesuai kemampuan, hingga hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. (Bagdja)

Penulis: Bagdja SukmanaEditor: Sinta Sukmana
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600