Kab Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi menghadirkan ikon baru kebanggaan daerah.
Bupati Bandung Dadang Supriatna meresmikan Monumen Kopi di kawasan Soreang sebagai simbol kejayaan kopi Kabupaten Bandung sekaligus upaya memperkuat sektor ekonomi, pariwisata, dan UMKM berbasis komoditas unggulan.
Peresmian monumen tersebut tidak hanya menjadi penanda lahirnya landmark baru Kabupaten Bandung, tetapi juga mempertegas komitmen pemerintah daerah dalam mengangkat kopi sebagai identitas daerah yang telah lama dikenal sebagai salah satu penghasil kopi berkualitas di Jawa Barat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung, H. Zeis Zultaqawa, mengatakan pembangunan Monumen Kopi merupakan hasil kolaborasi lintas perangkat daerah yang berangkat dari arahan Bupati Bandung agar setiap OPD menghadirkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut Zeis, penentuan bentuk ikon daerah melalui proses diskusi dan kajian bersama berbagai organisasi perangkat daerah. Dari sejumlah usulan yang muncul, kopi akhirnya dipilih karena dinilai paling mampu merepresentasikan karakter serta potensi Kabupaten Bandung.
“Monumen Kopi ini lahir dari proses diskusi bersama. Kami diberi kepercayaan untuk menentukan ikon yang benar-benar mencerminkan Kabupaten Bandung, dan akhirnya kopi dipilih karena menjadi salah satu kekuatan daerah yang telah dikenal luas,” ujarnya.
Tak sekadar meresmikan monumen, pemerintah juga menggelar pameran kopi dan produk UMKM lokal yang menghadirkan para petani, pelaku usaha, hingga komunitas kopi.
Kegiatan tersebut menjadi ajang promosi sekaligus memperkenalkan kekayaan kopi Kabupaten Bandung kepada masyarakat luas.
Meski tanpa anggaran khusus untuk penyelenggaraan pameran, kegiatan tetap terlaksana berkat kolaborasi sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Koperasi dan Perdagangan, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta dukungan berbagai mitra.
Sebanyak 30 stan disediakan bagi petani kopi, UMKM, dan pelaku industri kopi. Antusiasme peserta bahkan melebihi kapasitas yang tersedia.
Ratusan kelompok mengajukan diri untuk ikut berpartisipasi, namun hanya sebagian yang dapat difasilitasi karena keterbatasan lokasi.
Sejak pagi hari, kawasan pameran dipadati pengunjung. Ramainya masyarakat menjadi bukti bahwa kopi tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus memiliki nilai ekonomi yang terus meningkat.
Rangkaian acara juga diisi dengan talkshow, pameran produk unggulan, hingga diskusi bersama petani dan pelaku industri kopi. Dalam forum tersebut dibahas pentingnya menjaga keberlanjutan budidaya kopi melalui penanaman dan perawatan tanaman secara konsisten agar produktivitas terus meningkat.
Di sisi lain, sektor hilir dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui industri pengolahan, pemasaran, hingga wisata berbasis kopi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Bandung berharap Monumen Kopi menjadi titik awal lahirnya berbagai agenda promosi yang melibatkan petani dan pelaku usaha kopi lokal sehingga produk kopi Kabupaten Bandung semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
Zeis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Monumen Kopi, termasuk Bank BJB, Perumda Air Minum Tirta Raharja, serta berbagai sponsor dan mitra yang ikut berkontribusi dalam menyukseskan pembangunan maupun penyelenggaraan kegiatan.
Monumen Kopi dibangun dengan anggaran sekitar Rp1,8 miliar dari total pagu Rp2 miliar.
Kini, bangunan tersebut resmi menjadi landmark baru Kabupaten Bandung di kawasan Soreang yang diharapkan mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bandung sebagai salah satu sentra kopi unggulan di Indonesia.
Ke depan, keberadaan Monumen Kopi diharapkan tidak hanya menjadi destinasi swafoto atau ikon kota semata, tetapi juga menjadi simbol semangat kebangkitan industri kopi dari hulu hingga hilir yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani, menggerakkan UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Apih)
