Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaLingkungan HidupRagam Daerah

Bupati Bandung dan Gubernur Jabar Sepakat Tangani Banjir hingga Sampah di Bandung Raya

129
×

Bupati Bandung dan Gubernur Jabar Sepakat Tangani Banjir hingga Sampah di Bandung Raya

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jabar Di Edi Mulyadi (tengah) didampingi Bupati Bandung dan Ketua DPRD Kab Bandung berfoto bersama usai sidang paripurna di Soreang, kemarin.

Kab Bandung// secondnewsupdate.co.id Dadang Supriatna dan Dedi Mulyadi sepakat memperkuat kolaborasi lintas wilayah untuk mengatasi persoalan strategis di kawasan Bandung Raya, mulai dari banjir, kemacetan, hingga sampah.

Kesepakatan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, yang turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ahmad Heryawan, unsur Forkopimda, hingga jajaran OPD.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Dadang Supriatna menegaskan bahwa berbagai persoalan di Kabupaten Bandung tidak bisa diselesaikan secara parsial. 

Menurutnya, keterkaitan geografis dan historis wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat—menuntut adanya sinergi antardaerah.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Persoalan banjir, kemacetan, sampah, dan tata ruang harus diselesaikan bersama. Kami siap berkolaborasi, termasuk menyiapkan dukungan anggaran,” tegasnya. Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, semangat kebersamaan yang pernah menjadi kekuatan Kabupaten Bandung perlu kembali dihidupkan untuk menjawab tantangan pembangunan saat ini.

Dengan sinergi yang kuat, berbagai persoalan diharapkan dapat ditangani secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Ekonomi Tumbuh, Fokus ke SDM dan UMKM

Selain isu lingkungan dan tata ruang, Dadang juga memaparkan capaian ekonomi daerah yang menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung meningkat signifikan dari minus 7,5 persen pada 2021 menjadi 6,38 persen pada 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri, pertanian, pariwisata, dan UMKM. 

Pemkab Bandung juga memperkuat pembangunan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti program beasiswa BESTI, penguatan tenaga kesehatan, hingga dukungan terhadap program nasional seperti Sekolah Rakyat dan koperasi desa merah putih.

Namun demikian, ia mengakui masih adanya persoalan kemiskinan ekstrem di sejumlah wilayah, seperti Pangalengan dan Pacira, yang membutuhkan intervensi kebijakan lebih komprehensif, termasuk program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Dedi Mulyadi: Tata Ruang Jadi Kunci Atasi Banjir

Sementara itu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat berperan sebagai orkestrator pembangunan antardaerah agar berjalan selaras.

Ia menyoroti pentingnya penataan ruang berbasis lingkungan, terutama di kawasan Bandung yang dikenal sebagai wilayah peradaban air.

“Kita harus benahi tata ruang. Jangan bangun di kawasan rawa atau sawah. Ini akar persoalan banjir yang terus berulang,” ujarnya.

Selain itu, Dedi juga mendorong penguatan sektor pertanian dan penghijauan di wilayah Bandung Selatan melalui penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Konsep Homestay untuk Petani Teh

Salah satu gagasan yang diusung adalah pengembangan konsep homestay bagi petani teh.

Pemerintah akan membantu renovasi rumah petani menjadi rumah panggung estetik yang dapat dimanfaatkan sebagai penginapan.

“Kita akan bantu renovasi rutilahu para petani teh agar jadi rumah panggung estetik. Dua kamar untuk keluarga, dua kamar lagi untuk homestay supaya ada tambahan penghasilan,” jelasnya.

Dengan berbagai tantangan yang ada, kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kota, dan provinsi dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Bandung Raya. (Apih).

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600