Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaLingkungan HidupPeristiwaRagam Daerah

Bupati Bandung Tinjau Lokasi Banjir Bandang Majalaya, 310 Warga Terdampak Akibat Tanggul Sungai Cisunggalah Jebol

200
×

Bupati Bandung Tinjau Lokasi Banjir Bandang Majalaya, 310 Warga Terdampak Akibat Tanggul Sungai Cisunggalah Jebol

Sebarkan artikel ini
Dadang Supriatna, Bupati Bandung, meninjau langsung lokasi banjir bandang yang melanda Kampung Bojong Keusik RT 01/RW 01, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Kabupaten Bandung// secondnewsupdate.co.id – Dadang Supriatna, Bupati Bandung, meninjau langsung lokasi banjir bandang yang melanda Kampung Bojong Keusik RT 01/RW 01, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. 

Bencana tersebut berdampak pada 310 warga setelah tanggul Sungai Cisunggalah jebol akibat hujan deras di wilayah hulu.

Example 300x600

Banjir bandang terjadi pada Rabu malam (11/2/2026) sekitar pukul 23.15 WIB, dipicu jebolnya tanggul sepanjang 12 meter dengan tinggi 3 meter. 

Arus air yang deras mencapai ketinggian hingga 120 cm dan membawa material lumpur serta sampah ke permukiman warga.

Akibatnya, sejumlah rumah mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana ini menyebabkan kerugian material dan memaksa warga untuk melakukan pembersihan besar-besaran.

Pemerintah Kerahkan Tim Gabungan dan Alat Berat

Pasca kejadian, tim gabungan dari unsur TNI, Polri, relawan, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Bandung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi terdampak.

Alat berat seperti backhoe dan dump truck dikerahkan untuk mengangkut lumpur dan material sisa banjir ke tempat aman.

“Banjir bandang ini berdampak pada tiga RT di RW 01 Desa Bojong, dengan jumlah warga terdampak sekitar 310 orang. Tujuh rumah mengalami kerusakan parah,” ujar Dadang Supriatna saat meninjau lokasi.

Normalisasi Sungai Jadi Prioritas Utama

Dalam kesempatan tersebut, Dadang menegaskan bahwa normalisasi Sungai Cisunggalah menjadi langkah utama dalam mencegah kejadian serupa di masa depan. 

Ia meminta pemerintah desa segera mengembalikan lebar sungai ke kondisi semula, yaitu delapan meter.

“Sungai harus dikembalikan ke lebar awalnya. Ini penting agar aliran air kembali normal dan risiko banjir dapat diminimalisir,” tegasnya.

Pemerintah desa juga diminta berkoordinasi dengan Camat Majalaya dan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum untuk mempercepat proses normalisasi.

Bantuan dan Relokasi Sementara untuk Warga Terdampak

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Bandung akan memberikan bantuan rehabilitasi terhadap delapan unit rumah yang mengalami kerusakan, baik kategori berat, sedang, maupun ringan.

Selain itu, warga yang rumahnya berada terlalu dekat dengan bantaran sungai akan dievakuasi sementara dan diberikan bantuan biaya kontrak rumah selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami lakukan secara bertahap agar perbaikan bisa maksimal dan warga dapat kembali tinggal dengan aman,” jelasnya.

Imbauan Mitigasi dan Kewaspadaan Bencana

Dadang juga menekankan pentingnya mitigasi bencana dan kesadaran masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai. 

Ia mengimbau seluruh desa di Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyempitan aliran sungai.

“Fungsi sungai harus dikembalikan sebagai saluran air yang efektif. Jangan sampai ada penyempitan yang memicu banjir bandang,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Bandung memastikan penanganan pasca banjir bandang akan terus dilakukan hingga kondisi lingkungan dan permukiman warga kembali normal. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600