EkonomiRagam DaerahWisata

Bupati Garut Dorong Event Pariwisata hingga Keagamaan untuk Dongkrak PAD, Sektor Akomodasi Tumbuh 13,62 Persen

127
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong penguatan sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan atau event sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Jawa Barat, Garut l secondnewsupdate.co.id  – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong penguatan sektor pariwisata melalui berbagai kegiatan atau event sebagai salah satu strategi meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan Syakur saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (3/9/2026).

Dalam rakor tersebut, Syakur menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Garut tidak terlepas dari kinerja sektor pariwisata dan pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pariwisata tercatat mengalami pertumbuhan hingga 13,2 persen.

Menurut Syakur, capaian tersebut harus dipertahankan dan terus ditingkatkan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi daerah merupakan hasil kerja bersama, termasuk keberhasilan menarik wisatawan dari luar daerah untuk datang ke Garut.

“Di otak kami, kalau sektor (perekonomian bagus) maka harus dijaga pertumbuhannya jangan sampai turun lagi. Susah lagi kalau bertambah. Dan itu juga saya yakin karena kerja keras kita semua dan bapak ibu, yang sudah mampu membujuk orang luar datang ke Garut,” ujar Syakur.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, Syakur menekankan pentingnya memperbanyak penyelenggaraan event yang mampu mendatangkan masyarakat dan wisatawan.

Event tersebut, kata dia, tidak harus terbatas pada sektor pariwisata, tetapi dapat dikembangkan melalui kegiatan olahraga, budaya hingga keagamaan.

“Menurut saya, salah satu cara yang sangat bagus untuk pertumbuhan ekonomi adalah melakukan event-event yang banyak. Apa saja eventnya? Bisa pariwisata, bisa olahraga, bisa budaya, bahkan keagamaan,” katanya.

Kunjungan Wisatawan Masih Terpusat di Wilayah Tengah

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika mengungkapkan, distribusi kunjungan wisatawan di Kabupaten Garut saat ini masih terkonsentrasi di wilayah tengah dan perkotaan.

Berdasarkan data Disparbud, sekitar 70 persen kunjungan wisatawan berada di wilayah tengah dan perkotaan. Sementara wilayah selatan menyumbang sekitar 12 persen dan wilayah utara 6,7 persen.

Kondisi tersebut menjadi dasar Disparbud untuk memperkuat daya dukung kawasan yang selama ini menjadi pusat aktivitas wisata.

“Sehingga kami melihat potensi seperti itu, kita akan fokus untuk menunjang terhadap pertumbuhan untuk daya dukung di daerah tengah dan perkotaan,” ungkap Beni.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penataan pintu gerbang kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Cipanas yang direncanakan mulai dibangun tahun ini.

Penataan tersebut akan mengusung konsep kawasan terpadu atau one-role service. Pemerintah daerah berharap kawasan Cipanas dapat menjadi salah satu daya tarik utama sekaligus mendorong wisatawan untuk melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi lainnya di Kabupaten Garut.

Akomodasi dan Kuliner Jadi Sektor dengan Pertumbuhan Tertinggi

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Garut Ridzky Ridznurdhin menambahkan, sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling tinggi di Kabupaten Garut.

Berdasarkan data BPS 2025, pertumbuhan sektoral tertinggi tercatat pada sektor akomodasi dan makanan minuman yang mencapai 13,62 persen.

Di sisi lain, pergerakan wisatawan juga mengalami peningkatan hingga 26,15 persen, dengan mayoritas wisatawan berasal dari Bandung dan wilayah sekitarnya.

“Kemudian kalau kita lihat dari sisi pertumbuhan juga luar biasa. Ini data BPS 2025, ini menunjuk pertumbuhan sektoral yang paling tinggi itu ada di akomodasi makan minum sebanyak 13,62 persen. Jadi ini usaha yang memang tepat kalau katakanlah melihat dari peta struktur ekonomi di Kabupaten Garut,” jelas Ridzky.

Meningkatnya aktivitas wisata turut memberikan dampak terhadap penerimaan daerah.

Pertumbuhan tercatat pada sejumlah sektor pajak, di antaranya Pajak Perhotelan sebesar 47,17 persen dan Pajak Makanan dan Minuman sebesar 35,53 persen.

Sementara itu, Tingkat Hunian Kamar (Occupancy Rate) juga mengalami peningkatan sebesar 6,95 persen.

NIB dan Wajib Pajak Daerah Masih Belum Sejalan

Meski menunjukkan tren positif, Pemkab Garut masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban pajak daerah.

Ridzky menyoroti adanya kesenjangan antara jumlah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan jumlah pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai Wajib Pajak Daerah melalui Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD).

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah dalam upaya memperluas basis pajak sekaligus mengoptimalkan potensi PAD.

Rakor Optimalisasi PAD tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Garut untuk memperkuat sektor-sektor potensial, terutama pariwisata, akomodasi serta makanan dan minuman, sekaligus meningkatkan kepatuhan pelaku usaha terhadap pajak daerah.

Dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat, pemerintah daerah berharap sektor pariwisata tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi semakin besar terhadap PAD Kabupaten Garut. (Agung)

Exit mobile version