InformatikaPendidikanRagam Daerah

Bupati Garut Gandeng IPB University dan AIC Perkuat Industri Kulit Garut Menuju Pasar Global

111
Abdusy Syakur Amin, Bupati Kabupaten Garut, menerima kunjungan kerja strategis dari delegasi IPB University bersama Direktur Australia-Indonesia Centre (AIC) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (5/3/2026).

Garut//secondnewsupdate.co.id – Abdusy Syakur Amin, Bupati Kabupaten Garut, menerima kunjungan kerja strategis dari delegasi IPB University bersama Direktur Australia-Indonesia Centre (AIC) di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kamis (5/3/2026).

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam mendorong transformasi industri kulit Garut agar mampu bersaing dan menembus pasar global melalui kolaborasi internasional antara pemerintah daerah, akademisi, dan mitra luar negeri.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Garut menyambut baik kehadiran para akademisi dan pakar internasional yang datang untuk menjajaki kerja sama pengembangan sektor industri unggulan daerah.

Menurutnya, AIC merupakan lembaga kolaborasi internasional yang mengoordinasikan sekitar 10 universitas ternama, termasuk IPB University, yang kini mulai memfokuskan perhatian pada potensi industri lokal di Kabupaten Garut.

“Kami berdiskusi mengenai pengembangan sektor industri di Kabupaten Garut, dengan fokus utama pada industri kulit. Saya sangat yakin kerja sama ini dapat terjalin dengan baik dan mampu membuahkan hasil untuk menyejahterakan masyarakat Kabupaten Garut,” ujar Syakur.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni IPB University, Iskandar Z. Siregar, menjelaskan bahwa kedatangan tim IPB bertujuan mendiskusikan concept note bertajuk “Integrated Industrial Development”.

Melalui konsep tersebut, tim IPB akan melakukan identifikasi secara rinci berbagai persoalan yang dihadapi sektor industri kulit Garut saat ini.

“Kami akan mengidentifikasi secara detail berbagai permasalahan di sektor kulit (leather industry). Selanjutnya konsep perencanaan akan diperkuat dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait agar implementasinya berjalan optimal,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, IPB University bersama Australia-Indonesia Centre berencana menggelar workshop atau kick-off meeting dengan mengundang berbagai pihak terkait. Agenda tersebut bertujuan merancang strategi pengembangan industri kulit Garut agar lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Direktur Australia-Indonesia Centre, Kevin Evans, mengaku terkesan dengan potensi agrobisnis yang dimiliki Kabupaten Garut, termasuk kualitas produk kulit yang sudah dikenal sejak lama.

Ia menyebut kolaborasi dengan IPB menjadi peluang untuk memperkuat kembali industri kulit Garut melalui dukungan teknologi, jaringan pemasok, hingga akses pasar global.

“Ide kolaborasi bersama IPB ini muncul karena kami melihat peluang besar untuk menguatkan kembali sektor industri kulit. Kami berharap sektor ini mampu menjangkau pasar global dengan dukungan teknologi, supplier, maupun akses pasar,” tutur Kevin Evans.

Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur IPB University, Heti Mulyati, berharap pengembangan industri kulit Garut dapat menghasilkan produk berkualitas unggul yang mampu bersaing di pasar internasional.

Ia juga optimistis kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, dapat memperkuat pengembangan sektor industri berbasis potensi lokal tersebut.

“Mudah-mudahan dengan kolaborasi antar universitas dan pemerintah di level nasional hingga daerah, pengembangan industri kulit Garut dapat semakin diperkuat,” tutupnya. (Asan)

Exit mobile version