AgamaBudayaEkonomiRagam Daerah

Hadiri Grebeg Suro dan Kirab Budaya Wayang Kulit, Bupati Maesyal Rasyid Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

1358
Bupati Kabupaten Tangerang Banten, Mochamad Maesyal Rasyid (kedua dari kiri) saat menghadiri kegiatan Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kecamatan Panongan, Senin (15/6/2026).

Kab Tangerang (Banten)/ secondnewsupdate.co.id – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya sebagai identitas bangsa sekaligus memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman. 

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Grebeg Suro, Kirab Budaya, dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Kecamatan Panongan, Senin (15/6/2026).

Dalam sambutannya, Maesyal menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, Ikatan Keluarga Gunungkidul Kabupaten Tangerang, serta Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah menggelar kegiatan budaya tersebut dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Tangerang Banten Mochamad Maesyal Rasyid menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, Ikatan Keluarga Gunungkidul Kabupaten Tangerang, serta Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah menggelar kegiatan budaya tersebut dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap warisan budaya bangsa.

“Bulan Suro memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Jawa, bukan hanya sebagai momentum introspeksi dan penguatan spiritualitas, tetapi juga sebagai sarana mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan melestarikan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Maesyal.

Menurutnya, Grebeg Suro dan Kirab Budaya Wayang Kulit merupakan wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap hidup dan lestari di tengah arus modernisasi. 

Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Tangerang yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku, agama, budaya, dan tradisi memiliki modal sosial yang kuat untuk membangun daerah yang maju, sejahtera, dan harmonis.

“Keberagaman harus terus dirawat sebagai kekuatan bersama dalam mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Maesyal juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong serta menjadikan keberagaman sebagai sumber kekuatan dalam membangun daerah. 

Pemerintah Kabupaten Tangerang, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya yang digagas masyarakat.

Melalui kegiatan Grebeg Suro dan pagelaran wayang kulit tersebut, Bupati Kabupaten Tangerang Banten Mochamad Maesyal Rasyid berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya bangsa sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan dan lestari sepanjang masa.

“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan karakter, nilai-nilai budaya, dan penguatan jati diri bangsa,” katanya.

Melalui kegiatan Grebeg Suro dan pagelaran wayang kulit tersebut, Maesyal berharap generasi muda semakin mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya bangsa sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan dan lestari sepanjang masa.

“Saya harap melalui kegiatan seperti ini, generasi muda bisa mengenal, mencintai, dan bangga terhadap seni budaya bangsa sendiri yang mengandung nilai-nilai luhur serta terus lestari sepanjang masa,” pungkasnya. (Dia)

Penulis: DianaEditor: Bama
Exit mobile version