BeritaRagam Daerah

Bupati Garut Hadiri Rakornas 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Kemiskinan Tak Boleh Dianggap Biasa

55
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Bogor//secondnewsupdate.co.id – Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Kehadiran Pemerintah Kabupaten Garut dalam Rakornas ini menunjukkan komitmen daerah dalam menyelaraskan kebijakan pembangunan nasional dan daerah, khususnya dalam agenda strategis pengentasan kemiskinan dan pengelolaan sumber daya nasional.

Turut hadir mendampingi Bupati Garut dalam Rakornas tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Garut, di antaranya Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Dadi Sutandi, Ketua DPRD Garut Aris Munandar, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, Dandim 0611/Garut Letkol Inf Andrik Fachrizal, serta Kepala Kejaksaan Negeri Garut Yuyum Wahyudi.

Rakornas ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, serta diikuti oleh seluruh kepala daerah dan pimpinan daerah dari seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kesungguhan seluruh pemimpin di berbagai tingkatan pemerintahan dalam menghapus kemiskinan di Indonesia. 

Ia mengingatkan bahwa kemiskinan tidak boleh dianggap sebagai kondisi yang wajar, terlebih dengan kekayaan alam Indonesia yang sangat melimpah.

“Kekayaan kita sangat banyak, tapi terus terang saja bahwa unsur pimpinan di semua tingkat, unsur elite akademis, elite politik, elite tentara, polisi, dan yudikatif, kita harus akui bahwa elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI).

Presiden juga mengajak seluruh pemimpin nasional dan daerah untuk melakukan pembenahan diri, memperkuat integritas, serta membangun persatuan lintas partai dan golongan. 

Menurutnya, perbedaan politik masa lalu tidak boleh lagi menjadi penghambat dalam upaya membangun bangsa.

“Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menolak sikap pesimistis dan keraguan dalam menghadapi persoalan kemiskinan. 

Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menyerah sebelum berjuang secara maksimal.

“Kita harus bersatu berjuang menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah dan tidak boleh terus bertanya ‘apa bisa’ atau ‘apa mampu’, karena itu hanya menumbuhkan keraguan,” tambahnya.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (Asan)

Exit mobile version