BeritaOlah RagaRagam Daerah

Bupati Garut Nobar Final Piala Dunia 2026 Bareng Warga, Pendopo Bergemuruh! Syakur: Olahraga Perekat Kerukunan

115
Euforia Final Piala Dunia 2026 terasa begitu membara di Kabupaten Garut. Ratusan warga memadati Pendopo Garut, untuk menyaksikan laga puncak antara Spanyol melawan Argentina bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. pada Senin dini hari (20/7/2026).

Garut/secondnewsupdate.co.id – Euforia Final Piala Dunia 2026 terasa begitu membara di Kabupaten Garut. Ratusan warga memadati Pendopo Garut, untuk menyaksikan laga puncak antara Spanyol melawan Argentina bersama Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. pada Senin dini hari (20/7/2026).

Kegiatan nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kabupaten Garut itu berlangsung meriah. 

Sorak sorai penonton menggema setiap kali kedua tim menciptakan peluang. Suasana semakin semarak dengan pembagian berbagai hadiah doorprize dari Bank BJB Cabang Garut yang disambut antusias masyarakat.

Syakur mengatakan, kegiatan nobar tersebut bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta membangun kebersamaan masyarakat melalui olahraga.

Menurutnya, kegiatan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Dalam Negeri yang mendorong pemerintah daerah memanfaatkan olahraga sebagai media memperkokoh kerukunan sosial.

“Alhamdulillah, suasananya luar biasa. Pendopo dipenuhi masyarakat yang datang dengan penuh semangat. Semua menikmati pertandingan dengan tertib, akrab, dan penuh keceriaan. Ini menjadi salah satu cara kita mempererat hubungan antarwarga,” ujar Syakur.

Ia menilai penggunaan Pendopo sebagai lokasi nobar merupakan pengalaman baru yang mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ke depan, konsep serupa akan terus dievaluasi agar bisa menjadi agenda yang lebih menarik sekaligus menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

Selain memperkuat kebersamaan, Syakur berharap antusiasme masyarakat terhadap Final Piala Dunia 2026 dapat menjadi motivasi untuk membangkitkan kembali prestasi sepak bola daerah.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen mendukung kemajuan Persigar dan PSSI Garut agar mampu melahirkan bibit-bibit pesepak bola berbakat sekaligus mendorong pengembangan sport tourism yang berdampak pada sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Menanggapi jalannya pertandingan final, Syakur menilai duel Spanyol kontra Argentina berlangsung sangat menarik. Menurutnya, pertandingan memperlihatkan pertarungan kualitas antara energi pemain-pemain muda Spanyol dengan pengalaman para bintang senior Argentina yang berlangsung ketat hingga babak tambahan waktu.

Meski acara berlangsung hingga dini hari, Syakur memastikan seluruh aktivitas pemerintahan di lingkungan Pemkab Garut tetap berjalan normal tanpa ada perubahan jadwal pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini tetap apel seperti biasa. Agenda pemerintahan juga tetap berjalan, mulai dari penyerahan bantuan alat kesehatan, pembinaan kepala sekolah menjelang tahun ajaran baru, hingga berbagai kegiatan di Bapenda dan perangkat daerah lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Banyuresmi, M. Fahri, mengaku sengaja datang bersama rekannya sejak pukul 00.00 WIB setelah mengetahui informasi nobar melalui media sosial.

Ia mengaku senang karena dapat menikmati pertandingan Final Piala Dunia bersama ratusan warga lainnya dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh keakraban.

“Saya baru tahu ada nobar dari media sosial. Senang sekali bisa menyaksikan final bersama Bapak Bupati dan masyarakat. Suasananya seru, tertib, dan terasa seperti keluarga besar,” ungkap Fahri.

Pada laga final tersebut, Timnas Spanyol berhasil menjuarai Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor tipis 1-0. Gol tunggal kemenangan Spanyol dicetak Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu (extra time), memastikan La Furia Roja mengangkat trofi paling bergengsi di dunia sepak bola.

Kemeriahan nobar di Pendopo Garut pun menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu menjadi perekat persatuan, memperkuat kerukunan, serta membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. (Asan)

Exit mobile version