BeritaInformatikaRagam Daerah

Bupati Majalengka Serahkan 69 Alsintan ke Petani, Dilarang Dijual atau Digadaikan

109
Bupati Majalengka H Eman Suherman saat meninjau bantuan Alsintan bagi kelompok tani di Majalengka.

Majalengka/ secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Majalengka menyalurkan 69 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kelompok tani untuk mendukung percepatan masa tanam kedua (MT II) tahun 2026.

Bantuan yang bersumber dari Kementerian Pertanian tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman, secara simbolis di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, Senin (4/5/2026).

Eman mengatakan, bantuan alsintan menjadi langkah strategis menghadapi musim kemarau sekaligus menjaga stabilitas produksi pangan di Majalengka.
Menurutnya, sektor pertanian di Majalengka saat ini menunjukkan tren positif.

Bahkan, produksi padi daerah itu disebut mampu mencatat surplus beras hingga 660 ribu ton.

“Produktivitas pertanian terus meningkat. Dengan bantuan alsintan ini, proses olah tanah dan tanam diharapkan lebih cepat sehingga target produksi tetap terjaga,” kata Eman.

Ia menegaskan, distribusi bantuan dilakukan berdasarkan kebutuhan dan karakteristik wilayah agar pemanfaatannya optimal.

Eman juga mengingatkan kelompok tani penerima bantuan untuk menjaga alsintan dengan baik dan tidak menyalahgunakannya.

“Alat ini tidak boleh dijual atau digadaikan. Ini bantuan untuk kepentingan bersama. Jika ada penyalahgunaan, akan kami tarik kembali dan diberikan sanksi sesuai aturan,” tegasnya.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan teknis melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL) agar bantuan dimanfaatkan maksimal.

“Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memastikan penggunaannya berjalan optimal, mulai dari pengoperasian hingga perawatan alat,” ujar Gatot.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 5 unit traktor roda empat, 34 unit traktor roda dua, 7 unit pompa air, 20 unit hand sprayer, dan 3 unit excavator.

DKP3 juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap penggunaan alsintan tersebut.

Selain itu, kelompok tani dan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) didorong mengelola bantuan secara kolektif dan profesional agar berdampak pada peningkatan produktivitas sekaligus nilai ekonomi kelompok.
Bantuan ini disambut positif para petani.

Ketua kelompok tani, Sumarna, mengaku traktor roda dua sangat membantu mempercepat pengolahan lahan.

“Biasanya kami harus antre sewa traktor sampai berminggu-minggu. Sekarang bisa langsung olah lahan dan mengejar waktu tanam,” katanya.

Sementara itu, Akim dari Kelompok Tani Mekarmulya menilai bantuan pompa air sangat membantu wilayah yang jauh dari jaringan irigasi.

“Kami siap merawat dan mengelola alsintan ini dengan baik agar manfaatnya dirasakan seluruh anggota,” ujarnya.

Pemkab Majalengka optimistis dukungan alsintan ini dapat memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Ast)

Penulis: Asep Trisno Editor: Bama
Exit mobile version