AgamaEkonomiRagam Daerah

Bupati Tangerang Genjot Aspontren-Sanitren, 200 Pesantren Bakal Dapat Bantuan di 2026

977
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pembangunan fasilitas pesantren merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di Kabupaten Tangerang.

Banten, Kab Tangerang l secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis pesantren. 

Tahun Anggaran 2026, Pemkab Tangerang mulai menjalankan sekaligus menyosialisasikan program fasilitasi bantuan Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) dan Sanitasi Berbasis Pesantren (Sanitren).

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pondok pesantren, terutama fasilitas asrama dan sanitasi yang menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman bagi para santri.

Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan pembangunan fasilitas pesantren merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan pendidikan keagamaan di Kabupaten Tangerang.

Menurut Maesyal, pada 2026 terdapat 150 pondok pesantren penerima manfaat program Aspontren, sementara 50 pondok pesantren mendapatkan program Sanitren.

“Hari ini di tempat ini dilaksanakan sosialisasi sekaligus juga memulai melaksanakan program pembangunan asrama pondok pesantren, juga melanjutkan program Sanitren yang ada di Kabupaten Tangerang. Tahun ini untuk penerima manfaat Aspontren sebanyak 150 pondok pesantren dan Sanitren sebanyak 50 pondok pesantren. Mudah-mudahan dalam jangkauan dua bulan bisa beres semuanya di wilayah Kabupaten Tangerang,” kata Maesyal, Selasa (8/9/2026).

Bukan Sekadar Bangunan, Tapi Investasi Masa Depan Santri

Maesyal menegaskan, bantuan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk membangun fasilitas fisik. 

Lebih dari itu, pembangunan asrama dan sanitasi pesantren diharapkan mampu menciptakan suasana pendidikan yang semakin mendukung proses belajar para santri.

Ia menilai keberadaan fasilitas yang layak dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus semangat para santri dalam menuntut ilmu.

“Aspontren dan Sanitren ini penting sekali, kita bangun untuk meningkatkan semangat belajar para santri-santri yang akan melanjutkan perjuangan para kiai, para ustaz, dan para ustazah yang ada di Kabupaten Tangerang,” tandasnya.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat, termasuk para santri yang tinggal dan belajar di pondok pesantren, memperoleh lingkungan pendidikan yang layak.

Fasilitas yang nyaman dan sehat, kata Maesyal, akan membantu para santri belajar, beribadah, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus.

“Pembangunan ini bagian daripada tanggung jawab pemerintah daerah kepada masyarakatnya supaya para santri yang mondok bisa mandiri, nyaman belajar, beribadah, dan menimba ilmu di pondok pesantren masing-masing. Tadi saya sampaikan bahwa santri adalah masa depan pemimpin yang insyaallah akan bagus juga,” ujarnya.

FSPP Dorong Pemerataan Bantuan Pesantren

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Subulusallam Kresek sekaligus Ketua Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) Kabupaten Tangerang, Amal Faihan Maimun, menyambut positif kebijakan Pemkab Tangerang tersebut.

Ia menilai peningkatan alokasi bantuan menjadi kabar baik bagi pondok pesantren, terutama untuk memperluas pemerataan pembangunan sarana pendidikan keagamaan.

Amal menjelaskan, berdasarkan data yang disampaikannya, jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tangerang mencapai sekitar 1.117 pesantren. 

Karena itu, FSPP mendorong agar program pembangunan asrama dapat menjangkau pesantren secara lebih luas.

“Alhamdulillah, hari ini kita mengikuti program fasilitasi bantuan Sanitren dan Aspontren dari Pemda Kabupaten Tangerang. Hari ini kami mendengar kabar baik. Setelah kami mengusulkannya, semula Aspontren ini direncanakan selama lima tahun akan dibangun 750 asrama pondok pesantren. Namun kami mengusulkan bahwa jumlah pondok pesantren di Kabupaten Tangerang secara keseluruhan ada 1.117. Maka kami mengusulkan pemerataan supaya semuanya bisa tersentuh mendapatkan bantuan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut adanya rencana penambahan jumlah penerima program Aspontren pada 2027.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, jumlah pembangunan asrama pondok pesantren pada tahun depan ditargetkan meningkat hingga lebih dari 1.000 asrama.

“Alhamdulillah tadi kami mendapatkan informasi, insyaallah untuk tahun 2027 akan ditambahkan, sehingga akan mencapai seribu lebih asrama pondok pesantren yang akan dibangun oleh Pemda Kabupaten Tangerang. Kami mengapresiasi, berterima kasih, dan semoga ini semuanya berjalan lancar,” ujarnya.

Minta Pendampingan Tak Berhenti di Pembangunan

Selain soal pemerataan, FSPP juga memberikan perhatian terhadap mekanisme pelaksanaan pembangunan yang dilakukan secara swakelola.

Amal berharap pesantren penerima bantuan tidak hanya menerima program dan mengerjakan pembangunan secara mandiri, tetapi juga memperoleh pendampingan dari fasilitator pemerintah daerah hingga seluruh proses administrasi dan pelaporan selesai.

“Kami berharap dari FSPP ini dibantu. Tidak hanya diserahkan swakelola begitu saja, tetapi didampingi, difasilitasi sampai dengan laporannya, supaya tanpa ada kekurangan apa pun,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan Aspontren dan Sanitren akan mengedepankan pemberdayaan tenaga kerja lokal.

Material yang tersedia di sekitar pesantren juga akan dioptimalkan untuk mendukung proses pembangunan.

Sementara desain dan teknis pengerjaan akan menyesuaikan kondisi masing-masing pondok pesantren, termasuk karakteristik serta keterbatasan lahan yang tersedia.

Pemkab Tangerang berharap program Aspontren dan Sanitren dapat menjadi bagian dari pembangunan pendidikan yang berkelanjutan. 

Dengan sarana asrama dan sanitasi yang semakin layak, para santri diharapkan dapat belajar, beribadah, dan tinggal di lingkungan pesantren yang sehat, aman, serta nyaman.

Program tersebut sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi santri yang mandiri, berkualitas, dan siap melanjutkan perjuangan para ulama serta pemimpin pesantren di masa mendatang. (Dia)

Exit mobile version