InformatikaPendidikanRagam Daerah

Cetak SDM Tambang Kelas Dunia! Ir. Ivan Ade Sofiyan Bakar Semangat Mahasiswa Poltek AGP Bandung Hadapi Era Mining 4.0

4716
Cetak SDM Tambang Kelas Dunia! Ir. Ivan Ade Sofiyan bakar semangat Mahasiswa Poltek AGP Bandung hadapi era Mining 4.0

Kuliah Dosen Tamu Ungkap Strategi Membangun Generasi Tambang yang Kompeten, Solid, dan Profesional di Tengah Ledakan Industri Hilirisasi Nasional.

Bandung/ Secondnewsupdate.co.id – Industri pertambangan Indonesia tengah memasuki babak baru. Hilirisasi mineral, pembangunan smelter, transformasi digital Mining 4.0 hingga kebutuhan tenaga kerja bersertifikasi menjadi tantangan sekaligus peluang besar bagi generasi muda.

Menjawab tantangan tersebut, Program Studi D3 Pertambangan Politeknik Geologi dan Pertambangan AGP (Poltek AGP) Bandung menggelar kegiatan Kuliah Dosen Tamu pada Jumat (26/6/2026) dengan menghadirkan praktisi sekaligus akademisi Ir. Ivan Ade Sofiyan, MT., IPM sebagai narasumber utama.

Mengangkat tema “Menyiapkan Generasi Tambang yang Kompeten, Solid, dan Profesional”, kuliah tersebut menjadi momentum penting untuk membekali mahasiswa dengan wawasan industri pertambangan yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan sumber daya manusia berkualitas.

Dalam kesempatan itu, Ivan yang juga mengampu empat mata kuliah strategis, yakni Geofisika Pertambangan, Teknik Pengeboran dan Peledakan Tambang, Eksplorasi Pertambangan, serta Genesa Bahan Galian, menegaskan bahwa keberhasilan seseorang di industri tambang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi, karakter, integritas, serta budaya keselamatan kerja.

“Industri tambang tidak membutuhkan banyak orang, tetapi membutuhkan orang yang tepat, kompeten, disiplin, berintegritas, dan mampu bekerja secara profesional,” tegasnya di hadapan para mahasiswa.

Indonesia Masih Menjadi Raksasa Pertambangan Dunia

Dalam pemaparannya, Ivan mengungkapkan berbagai data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian ESDM, hingga USGS Minerals Yearbook yang menunjukkan posisi strategis Indonesia di sektor pertambangan global.

Indonesia saat ini masih menjadi produsen nikel terbesar dunia dengan kontribusi sekitar 54 persen produksi global. 

Selain itu Indonesia juga menjadi salah satu produsen batu bara terbesar dunia, produsen timah nomor dua dunia serta terus berkembang dalam produksi kobalt sebagai bahan baku utama industri baterai kendaraan listrik.

Kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Bruto nasional mencapai sekitar 10,5 persen, sementara nilai ekspor mineral Indonesia mencapai sekitar USD69 miliar, menjadikan sektor ini sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Menurut Ivan, fakta tersebut menunjukkan bahwa peluang karier di sektor pertambangan masih sangat terbuka luas bagi lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Mining 4.0 Menuntut SDM Berkualitas

Ivan juga menyoroti perubahan besar yang tengah berlangsung dalam industri pertambangan Indonesia.

Masifnya pembangunan smelter nikel, pengembangan industri baterai kendaraan listrik, digitalisasi operasi tambang hingga penerapan sistem otomatisasi telah melahirkan kebutuhan terhadap profesi-profesi baru seperti metallurgist, process engineer, automation engineer, data analyst tambang hingga spesialis lingkungan berbasis ESG.

“Mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak di bangku kuliah. Penguasaan software pertambangan, kemampuan analisis data, keselamatan kerja, komunikasi teknis hingga sertifikasi profesi menjadi bekal utama menghadapi persaingan global,” jelasnya.

Tiga Pilar Generasi Tambang Unggul

Dalam kuliah tersebut, Ivan memperkenalkan konsep Tiga Pilar Generasi Tambang Unggul, yaitu:

Kompeten, dengan menguasai ilmu pertambangan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), memahami geologi, geoteknik, eksplorasi, pengeboran hingga peledakan serta memiliki sertifikasi profesi.

Solid, yakni mampu bekerja sama dalam tim, menjunjung tinggi budaya keselamatan pertambangan, berintegritas, serta memiliki jiwa kepemimpinan di lapangan.

Profesional, yaitu memiliki kemampuan komunikasi teknis, memahami aspek lingkungan, tata kelola pertambangan (ESG), manajemen proyek serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, ketiga pilar tersebut merupakan fondasi utama dalam membangun SDM pertambangan Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.

Mahasiswa Didorong Raih Sertifikasi Sejak Dini

Selain penguasaan akademik, mahasiswa juga didorong untuk aktif mengikuti kerja praktik di perusahaan tambang, menguasai software industri seperti Surpac, Minescape maupun Geovia Whittle serta mempersiapkan diri mengikuti sertifikasi resmi mulai dari Pengawas Operasional Pertama (POP), Pengawas Operasional Madya (POM), Pengawas Operasional Utama (POU), hingga jenjang Kepala Teknik Tambang (KTT).

Ivan menilai, sertifikasi profesi menjadi salah satu syarat penting dalam memasuki dunia kerja karena industri saat ini lebih mengutamakan tenaga kerja yang telah memenuhi standar kompetensi nasional.

Poltek AGP Siapkan Lulusan Siap Kerja

Sebagai perguruan tinggi vokasi yang fokus pada bidang geologi, pertambangan, perminyakan dan teknologi informasi, Politeknik Geologi dan Pertambangan AGP Bandung terus berkomitmen mencetak lulusan Diploma III yang siap bekerja, memiliki kompetensi tinggi, serta mampu menjawab kebutuhan industri pertambangan nasional.

Melalui kegiatan kuliah dosen tamu seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh materi akademik, tetapi juga wawasan praktis yang sesuai dengan perkembangan industri terkini.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dengan bekal kompetensi, karakter, sertifikasi, serta semangat belajar yang tinggi, diharapkan lahir generasi baru insan pertambangan Indonesia yang mampu membawa industri nasional semakin maju, berkelanjutan, dan berdaya saing di tingkat dunia. (Bagdja)

Exit mobile version