Cimahi, Jabar l secondnewsupdate.co.id — Kota Cimahi kembali menggeber mesin inovasinya.
Sebanyak 305 usulan inovasi berhasil dihimpun sepanjang 2026, sekaligus menjadi modal Pemerintah Kota Cimahi untuk mengejar target masuk 10 besar nasional dalam ajang Innovative Government Awards (IGA) 2026.
Komitmen tersebut mengemuka dalam puncak Cimahi Motekar Awards (ChiMa) 2026 yang digelar Pemerintah Kota Cimahi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Kamis (8/10/2026).
ChiMa bukan sekadar seremoni pemberian penghargaan. Ajang yang telah memasuki penyelenggaraan keenam sejak 2021 itu menjadi panggung bagi perangkat daerah, unit pelayanan publik, guru, tenaga pendidik hingga aparatur sipil negara (ASN) untuk menunjukkan gagasan yang dinilai mampu memberikan dampak terhadap pelayanan dan pembangunan daerah.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, inovasi harus ditempatkan sebagai bagian dari budaya kerja pemerintahan, bukan sekadar mengikuti tren atau mengejar penghargaan.
Menurutnya, inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan menjadi salah satu fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan yang responsif, transparan dan efisien bagi masyarakat.
“Inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan bukanlah sekadar tren, melainkan pilar utama dalam menghadirkan pelayanan prima yang responsif, transparan, dan efisien bagi masyarakat,” ujar Ngatiyana.
305 Inovasi Dihimpun, 207 Melaju ke IGA
Dari total 305 usulan inovasi yang masuk pada 2026, sebanyak 207 inovasi dikirimkan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk mengikuti penilaian Innovative Government Awards.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, terdapat 171 inovasi yang tercatat, sehingga jumlah inovasi yang dikirimkan pada 2026 bertambah 36 inovasi atau sekitar 21 persen.
Tak hanya dari sisi kuantitas, tingkat kematangan inovasi Kota Cimahi berdasarkan hasil penilaian mandiri juga mengalami peningkatan. Nilainya bergerak dari 84,5 menjadi 91,16, atau naik sekitar 7,9 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan Pemkot Cimahi untuk mengejar target masuk 10 besar nasional pada IGA 2026.
“Dengan modal kematangan ini, target Kota Cimahi untuk menembus 10 besar di antara kota-kota lainnya pada IGA 2026 semoga dapat kita wujudkan bersama,” kata Ngatiyana.
Namun, Pemkot Cimahi menekankan bahwa banyaknya inovasi bukan menjadi satu-satunya ukuran.
Kualitas, tingkat kematangan serta dampak nyata inovasi terhadap masyarakat menjadi bagian penting yang terus didorong.
Enam Kategori Jadi Arena Adu Gagasan
ChiMa Awards 2026 tahun ini dikembangkan dengan enam kelompok kompetisi.
Masing-masing meliputi perangkat daerah; UPTD, BLUD, Puskesmas dan kelurahan; guru dan tenaga pendidik; Janji Politik Terinovatif; ASN laki-laki terinovatif; serta ASN perempuan terinovatif.
Sebanyak 18 finalis ditetapkan melalui formulasi penilaian yang mempertimbangkan kontribusi inovasi terhadap keseluruhan inovasi Kota Cimahi serta tingkat kematangan inovasi.
Yang menarik, penyelenggaraan ChiMa 2026 juga diintegrasikan dengan pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID).
Langkah ini membuat kompetisi inovasi tidak berdiri sendiri, tetapi diarahkan untuk mendukung kinerja dan capaian pembangunan daerah sekaligus memperkuat posisi Cimahi dalam IGA.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkot Cimahi juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dukungan ekosistem inovasi antara lain datang dari Bank BJB Cabang Kota Cimahi dan The Local Enablers (TLE), terutama untuk menjaga keberlanjutan inovasi dari kalangan nonpemerintah dan akar rumput.
Puskesmas Melong Tengah dan DLH Cimahi Bersinar
Pada puncak ChiMa Awards 2026, sejumlah perangkat daerah, unit pelayanan, pendidik dan ASN berhasil meraih penghargaan.
Kelompok Peserta 1 — Perangkat Daerah:
Juara I: Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi
Juara II: Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi
Juara III: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Cimahi
Kelompok Peserta 2 — Puskesmas/UPTD/BLUD/Kelurahan:
Juara I: UPTD Puskesmas Melong Tengah Kota Cimahi
Juara II: UPTD Puskesmas Cimahi Utara Kota Cimahi
Juara III: UPTD Cimahi Techno Park
Kelompok Peserta 3 — Guru dan Tenaga Pendidik:
Juara I: Lucky Taufik Sutrisno, dari SDN Baros Mandiri 4 Kota Cimahi
Juara III: Sandi Sopandi, dari SDN Rancabentang 3 Kota Cimahi
Kelompok Peserta 4 — Janji Politik Terinovatif:
Juara I: Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi
Juara III: Dinas Pendidikan Kota Cimahi
Kelompok Peserta 5 — ASN Laki-laki Terinovatif:
Juara II: Irfan Fazar Ramadhan
Kelompok Peserta 6 — ASN Perempuan Terinovatif:
Juara II: Ruth Risnianthy (In Memoriam)
Juara III: Mira Nurmeita Gantini
Inovasi Tak Boleh Berhenti di Piala
BAPPERIDA Kota Cimahi merekomendasikan sejumlah langkah lanjutan agar inovasi tidak berhenti setelah penganugerahan.
Penguatan regulasi menjadi salah satu agenda penting, termasuk mendorong inovasi dari level teknis menuju program dan strategi kebijakan yang memberikan dampak lebih luas.
Selain itu, inovasi diharapkan dapat terintegrasi dengan cascading pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) sehingga setiap gagasan yang dikembangkan memiliki hubungan yang jelas dengan target pembangunan daerah.
“Inovasi harus ditingkatkan ke level program dan strategi agar dampaknya dirasakan langsung pada kesejahteraan publik,” tegas Ngatiyana.
Dengan demikian, ChiMa Awards 2026 tidak berhenti sebagai panggung penghargaan bagi para inovator.
Pemerintah Kota Cimahi ingin menjadikan inovasi sebagai bagian dari cara kerja birokrasi sekaligus instrumen untuk memperbaiki pelayanan publik dan menghasilkan pembangunan yang semakin dirasakan masyarakat. (Bagdja)
