BeritaInformatikaRagam Daerah

Cimahi Siaga Hadapi Ancaman El Nino! Pemkot Pastikan Stok Beras Aman, Siapkan Cadangan Pangan Hampir 74 Ton

511
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Tita Mariam, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan aksi pembelian berlebihan karena distribusi pangan hingga kini masih berjalan normal.

Jawa Barat, Cimahi l secondnewsupdate.co.id – Ancaman fenomena El Nino yang berpotensi memicu kemarau berkepanjangan mulai menjadi perhatian serius berbagai daerah di Indonesia. Namun di tengah kekhawatiran terhadap potensi gangguan produksi pangan dan lonjakan harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota Cimahi memastikan kondisi ketahanan pangan daerah masih berada dalam kategori aman dan terkendali.

Melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), Pemkot Cimahi menegaskan bahwa stok pangan, khususnya beras, masih mencukupi kebutuhan masyarakat. 

Bahkan, pemerintah telah menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebagai langkah antisipatif apabila sewaktu-waktu terjadi krisis pangan akibat dampak El Nino.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Tita Mariam, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan aksi pembelian berlebihan karena distribusi pangan hingga kini masih berjalan normal.

“Ketersediaan pangan di Kota Cimahi hingga saat ini masih aman dan mencukupi meskipun memasuki musim kemarau panjang. Masyarakat tidak perlu panik, termasuk terkait kebutuhan beras,” ujarnya.

Cimahi Bergantung pada Pasokan Daerah Lain

Sebagai kota dengan lahan pertanian yang terbatas, Cimahi memang bukan wilayah sentra produksi pangan. Sebagian besar kebutuhan pokok masyarakat dipasok dari berbagai daerah penghasil di Jawa Barat maupun wilayah lainnya.

Meski demikian, kondisi tersebut dinilai tidak mengganggu stabilitas pasokan. Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari distributor, pemerintah daerah pemasok hingga Bulog untuk memastikan rantai distribusi tetap berjalan lancar selama musim kemarau.

“Keterbatasan lahan pertanian membuat kebutuhan pangan kami dipenuhi dari luar daerah. Karena itu, koordinasi distribusi menjadi prioritas agar pasokan tetap aman,” jelas Tita.

Urban Farming Jadi Strategi Hadapi Kemarau

Tak hanya mengandalkan pasokan dari luar, Pemkot Cimahi juga mengakselerasi berbagai program penguatan ketahanan pangan berbasis masyarakat.

Salah satu strategi yang terus didorong ialah optimalisasi pemanfaatan lahan terbatas melalui urban farming. 

Program ini mencakup pengembangan kebun komunitas, pemanfaatan pekarangan rumah, kebun atap (rooftop garden), hingga budidaya ikan dalam ember (budikdamber) yang dinilai efektif diterapkan di kawasan perkotaan dengan keterbatasan ruang.

Melalui berbagai program penyuluhan, masyarakat didorong agar mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus meningkatkan ketahanan keluarga menghadapi perubahan iklim.

Selain itu, Pemkot juga mengembangkan diversifikasi pangan dengan memperkuat produksi berbagai komoditas alternatif seperti umbi-umbian, pangan hewani, kacang-kacangan, buah-buahan hingga tanaman penghasil gula sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap beras.

UMKM Pangan Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Baru

Pemerintah juga memandang sektor pangan bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah.

Karena itu, Dispangtan terus mendorong berkembangnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan pangan lokal agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dengan daya simpan lebih lama.

Berbagai dukungan berupa pelatihan, pendampingan hingga akses pembiayaan disiapkan untuk meningkatkan daya saing produk pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Harga Pangan Terus Dipantau, Food Waste Jadi Perhatian

Dalam menjaga stabilitas pangan, Pemkot Cimahi juga memperkuat pemantauan distribusi dan harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Langkah lainnya adalah mendorong pengurangan food loss dan food waste di seluruh rantai pasok guna meminimalkan pemborosan pangan. 

Pemerintah juga terus membangun sistem data pangan yang lebih akurat dan terintegrasi sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih cepat dan tepat sasaran.

Cadangan Beras Hampir 74 Ton Siap Digunakan Saat Darurat

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk akibat El Nino, Pemerintah Kota Cimahi telah menempatkan 73.971,20 kilogram Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) di gudang Bulog.

Jumlah tersebut terdiri atas 50.261,20 kilogram beras medium dan 23.710 kilogram beras premium yang sewaktu-waktu dapat disalurkan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat atau krisis pangan.

“Cadangan pangan pemerintah daerah saat ini masih tersedia sebanyak 73.971,20 kilogram dan tersimpan di gudang Bulog. Stok tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi apabila terjadi kondisi yang membutuhkan intervensi pemerintah,” pungkas Tita.

Dengan sejumlah langkah strategis tersebut, Pemerintah Kota Cimahi optimistis ketahanan pangan daerah tetap terjaga meski ancaman El Nino diperkirakan masih berlangsung.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, petani, hingga masyarakat dinilai menjadi kunci utama menjaga stabilitas pasokan pangan sekaligus melindungi daya beli warga di tengah tantangan perubahan iklim. (Bagdja)

Exit mobile version