BeritaHukumKasusPeristiwaRagam Daerah

Dahsyat! Mortir 81 Komando Meledak di Cipatat, Dua Warga Tewas, Satu Korban Kritis

815
Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari amunisi jenis mortir 81 komando menggemparkan warga Kampung Ciparang, RT 004 RW 007, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Insiden tragis tersebut menewaskan dua warga, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif. Rabu (8/7/2026) pagi.

Bandung Barat/ secondnewsupdate.co.id – Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari amunisi jenis mortir 81 komando menggemparkan warga Kampung Ciparang, RT 004 RW 007, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (8/7/2026) pagi.

Insiden tragis tersebut menewaskan dua warga, sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan intensif.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu memicu kepanikan warga. Suara dentuman keras terdengar hingga radius cukup jauh, membuat warga berhamburan keluar rumah untuk mencari tahu sumber ledakan. Tak lama kemudian, suasana berubah mencekam setelah diketahui ledakan tersebut menelan korban jiwa.

Dua korban meninggal dunia masing-masing berinisial ADE (21) dan SUHRI (40). Sementara RODIANA (40) mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke RS Dustira untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan laporan kepolisian, SUHRI mengembuskan napas terakhir di RS Dustira pada pukul 17.25 WIB setelah sempat menjalani perawatan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ledakan terjadi di samping rumah milik ADE. Saat kejadian, saksi bernama Dadang Suhender, anggota Polres Sukabumi yang sedang berada di rumahnya, mendengar suara ledakan keras dari arah lokasi.

Beberapa saat kemudian, seorang warga bernama Narya datang memberi tahu bahwa ada warga yang menjadi korban ledakan.

Dadang bersama warga lainnya langsung bergegas menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.

Sesampainya di lokasi, mereka mendapati tiga orang tergeletak di sekitar titik ledakan. 

Namun proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara maksimal karena masih terdapat mortir yang diduga belum meledak di sekitar lokasi. Kondisi tersebut membuat warga harus berhati-hati mengingat ancaman ledakan susulan masih mungkin terjadi.

Karena alasan keselamatan, warga hanya berhasil mengevakuasi satu korban yang berada paling jauh dari amunisi menuju Puskesmas DTP Rajamandala. Sementara dua korban lainnya yang berada sangat dekat dengan mortir ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kapolsek Cipatat, Kompol D.M.S. Andriani Sapin, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. 

Polisi segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, memeriksa para saksi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Cimahi guna mengungkap penyebab pasti ledakan.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan para saksi, mengamankan lokasi, serta berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Cimahi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujar D.M.S. Andriani.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa sebagian warga sekitar memang kerap mencari dan mengumpulkan selongsong peluru bekas latihan di kawasan Pusdik IF setelah kegiatan latihan militer selesai.

Barang yang biasa dipungut berupa selongsong peluru dan proyektil yang dianggap sudah tidak berbahaya.

Meski demikian, warga mengetahui bahwa aktivitas mengambil sisa amunisi maupun material latihan militer di kawasan tersebut sebenarnya dilarang karena memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Babinsa Desa Cipatat, mortir yang meledak diduga bukan berasal dari Pusdik IF, melainkan milik satuan lain yang saat itu melaksanakan latihan di kawasan tersebut. 

Selain mortir, petugas juga menemukan amunisi lain berupa peluru tank (tampela) di sekitar lokasi kejadian.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan, asal-usul mortir, serta bagaimana amunisi berbahaya tersebut bisa berada di lokasi hingga akhirnya merenggut dua nyawa warga.

Polisi mengimbau masyarakat agar tidak mengambil, memindahkan, ataupun menyimpan benda yang diduga merupakan sisa amunisi latihan militer. 

Apabila menemukan benda mencurigakan, warga diminta segera melapor kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur dan tidak menimbulkan korban jiwa kembali. (Bagdja/Lalas)

Exit mobile version