BeritaBudayaEntertainmentGaya hidupRagam Daerah

Dekranasda Kabupaten Bandung Gelar Bandung Bedas Creative Fashion Showcase 2025, Angkat Identitas Wastra Lokal ke Level Global

139
Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Supriatna bersama Istrinya Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati, dalam Bandung Bedas Creative Fashion Showcase 2025

SNU//Kabupaten Bandung – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bandung Hj. Emma Dety Permanawati menyebut Bandung Bedas Creative Fashion Showcase 2025 merupakan ruang ekspresi kreativitas, etalase karya anak daerah, sekaligus media promosi strategis bagi produk fashion lokal Kabupaten Bandung.

Hal tersebut disampaikan Emma Dety saat memberikan sambutan pada acara Bandung Bedas Creative Fashion Showcase 2025 yang digelar di Dome Bale Rame Soreang, Senin (22/12/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Bandung Dadang Supriatna, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb beserta istri, Margin Winaya Hermawan (Margin Wieheerm).

“Di sinilah ide, budaya, dan inovasi berpadu menghadirkan karya busana yang estetik, bernilai ekonomi, sekaligus memiliki identitas daerah,” ujarnya.

Tahun ini, event tersebut mengusung tema “Menjahit Identitas, Mengaplikasikan Masa Depan”, sebagai bentuk komitmen memajukan industri fashion lokal yang kuat secara budaya namun tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Emma Dety menegaskan bahwa sektor fashion Kabupaten Bandung memiliki potensi besar dan harus berakar kuat pada kearifan lokal, namun tetap adaptif mengikuti tren global.

“Melalui sentuhan kreativitas, warisan budaya dapat terus hidup dan berkembang, sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, Kabupaten Bandung memiliki kekayaan wastra khas, di antaranya motif batik kina dan sarung tenun Majalaya.

“Motif batik kina lahir dari sejarah dan kekayaan alam Kabupaten Bandung yang mencerminkan ketangguhan dan filosofi kehidupan masyarakatnya,” jelasnya.

Sementara sarung tenun Majalaya, lanjutnya, merupakan warisan kriya tekstil yang telah dikenal luas dan menjadi simbol keterampilan, ketekunan, serta kebanggaan industri tenun Kabupaten Bandung lintas generasi.

Lewat ajang ini, Dekranasda mendorong agar identitas lokal semakin berkembang melalui inovasi desain modern tanpa meninggalkan nilai budaya dan keasliannya.

“Dengan demikian, wastra khas Kabupaten Bandung mampu tampil adaptif, diminati generasi muda, serta bersaing di tingkat nasional hingga internasional,” katanya.

Emma Dety juga menyampaikan apresiasi kepada para desainer, perajin, model, dan pelaku UMKM yang telah menghadirkan karya terbaiknya. 

Dekranasda berkomitmen terus melakukan pembinaan, pendampingan, serta membuka akses promosi dan pemasaran agar UMKM fashion lokal semakin naik kelas.

Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bandung atas dukungan dan motivasinya dalam memajukan sektor ekonomi kreatif.

“Semoga Bandung Bedas Creative Fashion Showcase 2025 menjadi inspirasi, penggerak semangat, dan langkah nyata dalam mengangkat identitas serta daya saing busana Kabupaten Bandung,” pungkasnya. (Apih)

Exit mobile version