SNU//Tasikmalaya – Dengan lebih dari 48 ribu pelaku industri mikro dan kecil, Tasikmalaya tercatat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif terbesar kedua di Jawa Barat, ungkap EVP Head of Circle Jakarta Raya Indosat Ooredoo Hutchison, Chandra Pradyot Singh, Kamis Sore(18/9/2025)
Menurut dia, Produk-produk lokal dari kota santri ini bahkan telah menembus pasar internasional, mulai dari kerajinan tangan, batik, hingga makanan olahan.
Potensi inilah yang membuat IM3 memandang Tasikmalaya sebagai wilayah strategis dalam pengembangan jaringan digital. Kehadiran jaringan kuat dan stabil diharapkan bisa memperkuat daya saing produk lokal agar lebih mudah dipasarkan secara online.
Selain itu, berbagai inisiatif digitalisasi seperti desa mandiri berbasis teknologi yang sudah berjalan di beberapa kecamatan, menjadi modal penting untuk percepatan transformasi digital di wilayah ini.
“IM3 ingin mendampingi masyarakat Tasikmalaya agar lebih siap bersaing di era digital, “ucapnya.
Dengan sinyal yang kuat, mereka bisa mengembangkan usaha, memperluas jaringan pemasaran, hingga mengakses peluang internasional,” jelas Chandra Pradyot Singh.(Krist)
