Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanRagam Daerah

Dinkes Garut Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Angka Stunting Turun Jadi 12,4 Persen

114
×

Dinkes Garut Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Angka Stunting Turun Jadi 12,4 Persen

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Garut/secondnewsupdate.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

Langkah tersebut ditegaskan dalam kegiatan pemaparan hasil Analisis Situasi (Ansit) dan advokasi lintas sektor terkait prevalensi stunting serta cakupan intervensi gizi yang digelar di Aula Farmasi Lantai 2 UPT Labkesda Kabupaten Garut, Tarogong Kidul, Rabu (6/5/2026).

Example 300x600

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, mengungkapkan Kabupaten Garut berhasil mencatatkan progres positif dalam penanganan stunting.

Berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Garut berada pada angka 14,2 persen, lebih cepat dari target nasional yang seharusnya dicapai pada 2029.

“Target yang seharusnya tercapai di tahun 2029, alhamdulillah sudah bisa diraih pada 2024. Bahkan berdasarkan laporan bidan, angka stunting tahun 2025 turun lagi menjadi 12,4 persen. Mudah-mudahan 2026 bisa semakin menurun,” ujar Leli.

Ia menegaskan, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh melalui intervensi spesifik yang menyasar setiap fase kehidupan, mulai dari remaja hingga balita.

Beberapa fokus intervensi yang terus diperkuat antara lain pencegahan anemia pada remaja putri melalui konsumsi tablet tambah darah rutin, pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) bagi ibu hamil, pemberian makanan tambahan, imunisasi dasar lengkap, serta pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita.

Selain aspek kesehatan individu, Dinkes Garut juga menyoroti pentingnya sanitasi lingkungan dan akses air bersih sebagai faktor penting dalam pencegahan stunting.

“Setiap siklus hidup harus benar-benar diperhatikan. Kalau ditemukan balita dengan indikasi stunting, segera dibawa ke Posyandu dan dilaporkan ke Puskesmas agar mendapat penanganan kolaboratif,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Direktur I Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya, Asep Kuswandi, menjelaskan kegiatan Ansit bertujuan menyamakan persepsi dan basis data seluruh pemangku kepentingan sebelum menjalankan program intervensi di lapangan.

Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya dipengaruhi faktor internal keluarga, tetapi juga lingkungan sosial dan sanitasi.

Karena itu, advokasi lintas sektor dinilai penting dengan sasaran yang luas, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak usia sekolah, hingga tenaga kesehatan dan orang tua.

“Kami berharap ada komitmen bersama dari seluruh sektor untuk mempercepat penurunan stunting di Jawa Barat, khususnya Kabupaten Garut,” kata Asep.

Melalui sinergi lintas sektor yang kuat, Pemkab Garut optimistis target penurunan stunting dapat terus dicapai sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi mendatang. (Asan/Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600