Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
InformatikaRagam Daerah

Diskominfo Bandung Genjot KIM Motekar Bojongsoang Jadi Garda Terdepan Informasi Desa & Penangkal Hoaks

62
×

Diskominfo Bandung Genjot KIM Motekar Bojongsoang Jadi Garda Terdepan Informasi Desa & Penangkal Hoaks

Sebarkan artikel ini
Kepala Diskominfo kabupaten Bandung Teguh Purwayadi (kedua dari kanan) memberikan paparan dalam peningkatan kapasitas KIM di Bojongsoang, Senin (17/11/25).

SNU//Kab. Bandung
Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong penguatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai ujung tombak penyebaran informasi desa dan edukasi publik. 

Melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas KIM di Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Senin (17/11),

Example 300x600

Diskominfo Kabupaten Bandung membekali para pengurus dan anggota dengan konsep literasi digital, strategi pengembangan potensi desa, serta penguatan kelembagaan.

KIM diposisikan sebagai corong informasi desa sekaligus garda terdepan dalam menangkal hoaks yang semakin marak di media sosial. Karena itu, Diskominfo mendorong pemerintah desa untuk memberikan dukungan anggaran agar pelayanan informasi berjalan optimal. 

Mulai 2026, Diskominfo juga akan memetakan seluruh desa untuk memastikan keberadaan dan keberlanjutan KIM.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bandung, Teguh Purwayadi, menegaskan bahwa KIM harus mampu berkembang menjadi lembaga yang memiliki nilai jual dan bisa mengangkat potensi lokal.

“KIM harus berkembang, memiliki daya jual, dan desa harus punya komitmen memperkuat fungsinya. KIM harus bisa mengangkat nilai jual potensi desanya,” ujar Teguh.

Teguh juga menyebutkan bahwa Bojongsoang memiliki modal sejarah, termasuk radio desa yang pernah aktif. Ia menilai aset tersebut bisa diintegrasikan dengan radio milik Kabupaten Bandung untuk memperluas jangkauan informasi.

“Pada 2026, kami akan memetakan seluruh desa apakah sudah memiliki KIM atau belum. Bojongsoang ini sudah berjalan, bahkan dulu punya radio. Ini bisa diintegrasikan untuk melihat potensi yang bisa diangkat,” jelasnya.

Terkait digitalisasi, Teguh menilai tantangan KIM semakin besar karena masyarakat kini sudah terbiasa hidup di ruang digital. Ia menyampaikan bahwa Diskominfo telah menyiapkan platform digitalisasi hingga tingkat RW yang bisa dimanfaatkan KIM dalam meningkatkan layanan informasi desa.
 

“Kami siap membimbing pembuatan video yang menginformasikan kemajuan desa. Mudah-mudahan KIM Motekar Bojongsoang bisa mengikuti kegiatan tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional seperti KIM Cerdas Tarumajaya,” harapnya.

Narasumber Pranata Humas Ahli Muda, Adhi Nur Indra, mengingatkan bahwa pertumbuhan KIM tidak semata ditentukan oleh alat atau anggaran, melainkan pola pikir kreatif dan kepekaan terhadap persoalan desa.

Ia mencontohkan KIM Tarumajaya yang mampu berkembang melalui pendekatan berbasis data serta inovasi pelayanan, termasuk kerja sama penjemputan paket dengan pihak swasta.

Adhi juga mengajak KIM Motekar Bojongsoang memperkaya penyampaian informasi melalui narasi dan konten video YouTube, serta memastikan setiap konten relevan dengan kebutuhan masyarakat.
 

“Walau KIM Bojongsoang masih dalam tahap awal, langkah kecil yang konsisten akan memberi dampak besar bagi kemajuan desa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bojongsoang, Acep Syahrul Mulyaman, menyatakan dukungan penuh terhadap peningkatan kapasitas KIM Motekar. 

Ia berharap KIM Bojongsoang dapat meniru capaian KIM Cerdas Tarumajaya yang mampu berprestasi di tingkat nasional.

Menurutnya, Bojongsoang memiliki motivasi dan potensi desa yang cukup kuat untuk berkompetisi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional. (Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600