Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
AgamaGaya hidupRagam Daerah

Sambut 1 Muharam 1448 H, Bupati Garut Ajak Masyarakat Maknai Hijrah dan Manfaatkan Program Garut Berhaji

108
×

Sambut 1 Muharam 1448 H, Bupati Garut Ajak Masyarakat Maknai Hijrah dan Manfaatkan Program Garut Berhaji

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, (kiri) mengajak masyarakat untuk memahami makna hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Garut/secondnewsupdate.co idPemerintah Kabupaten Garut menggelar peringatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah tingkat Kabupaten Garut di Masjid Agung Garut, Kecamatan Garut Kota, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan lebih awal dari tanggal peringatan sebenarnya tersebut bertujuan agar masyarakat dapat lebih khusyuk beribadah dan berkumpul bersama keluarga saat malam pergantian tahun Hijriah.

Example 300x600

Dalam sambutannya, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengajak masyarakat untuk memahami makna hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Menurutnya, hijrah tidak selalu dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan dalam berbagai aspek kehidupan yang membawa kemajuan dan keberkahan.

“Berpindah itu tidak harus selalu dimaknai tempat. Pindah jabatan, pindah pekerjaan, atau bidang urusan yang penting adalah menjadi lebih baik. Karena kita menyadari bahwa apa yang kita lakukan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah SWT,” ujar Syakur.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut untuk berani menghadapi tantangan baru demi kemajuan daerah.

“Saya mengajak semua hadirin untuk bersama-sama, jika ada hal yang lebih baik lagi maka akan kita garap dan kerjakan. Apakah itu pekerjaan atau tantangan, yang pasti akan kita laksanakan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut turut mensosialisasikan program “Garut Berhaji”, sebuah program yang bertujuan memfasilitasi masyarakat Garut, termasuk ASN, dalam merencanakan ibadah haji sejak dini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, menyampaikan apresiasinya atas penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mendukung program tersebut. 

Ia menjelaskan bahwa sistem kuota haji saat ini menggunakan kuota provinsi berdasarkan nomor urut porsi, bukan lagi berdasarkan kuota kabupaten/kota.

Menurutnya, pada tahun 2026 jemaah asal Garut yang masuk kuota provinsi berjumlah 169 orang. Kondisi tersebut terjadi karena Kabupaten Garut baru menyelesaikan antrean porsi haji tahun 2015, sementara beberapa daerah lain seperti Depok dan Bekasi masih menyelesaikan antrean porsi tahun 2013 dan 2014.

Melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), masyarakat Garut diberikan kemudahan untuk mendaftar haji. Dengan setoran awal sebesar Rp25 juta di bank, data calon jemaah akan langsung divalidasi oleh Kementerian Agama Kabupaten Garut.

“Ini kesempatan baik bagi bapak dan ibu sekalian. Kementerian Agama mengajak masyarakat untuk segera mendaftar. Bupati Garut telah menjalin kerja sama dengan BSI sehingga masyarakat yang memiliki kesempatan dapat mempersiapkan keberangkatan ke Baitullah,” ungkap Indra.

Sementara itu, Area Manager BSI Area Bandung Kota, Trisna Natalianzah, menegaskan komitmen BSI sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual bagi masyarakat Garut.

Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Garut, Kementerian Agama, dan BSI dapat meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus membantu masyarakat merencanakan ibadah haji secara lebih matang.

“Sinergi antara Bank Syariah Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Garut merupakan bukti nyata komitmen kami dalam memberikan edukasi, literasi, dan pendampingan mengenai perbankan syariah, khususnya terkait perencanaan perjalanan ibadah haji bagi masyarakat Garut,” tandasnya. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600