Garut//secondnewsupdate.co.id – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Garut bersama Polsek Pakenjeng, unsur Forkopimcam, dan masyarakat dengan menggelar kerja bhakti membangun jembatan darurat, usai akses utama antar desa terputus akibat hujan deras.
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB di Jembatan Ciwarunga, Kampung Cirindu, Desa Tanjung Jaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, pada Sabtu (11/4/2026).
Sejumlah unsur turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolsek Pakenjeng, Camat Pakenjeng, Kepala Desa Pasirlangu, Kepala Desa Tanjung Jaya, Ketua BPD Desa Tanjung Jaya, serta para ketua RT/RW bersama sekitar 40 warga yang kompak bergotong royong membangun jembatan darurat.
Aksi ini dilakukan sebagai langkah tanggap darurat setelah jembatan penghubung Desa Pasirlangu dan Desa Tanjung Jaya ambruk diterjang hujan deras, yang sempat melumpuhkan aktivitas warga.
Kapolsek Pakenjeng, IPTU H. Muslih Hidayat, S.H., menjelaskan bahwa jembatan sementara tersebut dibangun menggunakan material bambu dengan panjang sekitar 14 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman sungai mencapai 4,6 meter.
“Alhamdulillah, saat ini jembatan darurat sudah bisa dilalui pejalan kaki, termasuk anak-anak sekolah, sehingga aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, khususnya dalam menunjang roda perekonomian warga,” ujarnya.
Meski belum dapat dilintasi kendaraan roda empat, keberadaan jembatan darurat ini setidaknya telah membuka kembali akses vital antar desa seperti Desa Tanjung Jaya, Tanjung Mulya, dan Desa Pasirlangu.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
Semangat kebersamaan pun menjadi kunci utama dalam memulihkan akses dan aktivitas warga di tengah keterbatasan. (Agung)
