BeritaPeristiwaRagam Daerah

Dramatis! Tangan Bocah 13 Tahun Tertancap Pagar Saat Kejar Layangan, Damkar Cimahi Berpacu dengan Waktu Selamatkan Korban

311
Ilustrasi gambar

Cimahi/secondnewsupdate.co id – Momen menegangkan terjadi di kawasan Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. 

Seorang bocah berusia 13 tahun harus menjalani proses penyelamatan dramatis setelah tangannya tertusuk dan tertancap besi pagar saat berusaha mengambil layangan yang tersangkut.

Insiden yang terjadi pada Rabu (10/6/2026) sore itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. 

Korban yang diketahui berinisial F tidak dapat melepaskan diri karena salah satu tangannya tertembus besi pagar rumah, sehingga membutuhkan bantuan petugas penyelamat untuk mengevakuasinya.

Laporan mengenai kejadian tersebut segera diterima petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi. 

Tanpa menunggu lama, tim penyelamatan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan tindakan darurat.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 17.21 WIB, petugas mendapati kondisi korban masih terjebak dengan besi pagar yang menancap pada bagian tangannya. 

Situasi menjadi cukup menegangkan karena korban terlihat kesakitan dan berpotensi mengalami syok akibat luka yang dideritanya.

Petugas Damkar pun mengedepankan pendekatan humanis sebelum melakukan evakuasi. Korban terlebih dahulu ditenangkan agar tidak panik selama proses penyelamatan berlangsung.

Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan proses penyelamatan dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat korban masih berusia anak-anak dan posisi besi yang menancap cukup berisiko apabila dilakukan penanganan secara terburu-buru.

“Korban kami tenangkan terlebih dahulu agar tidak mengalami syok. Setelah kondisinya lebih stabil, petugas mulai melakukan pemotongan bagian pagar menggunakan alat gerinda,” ujar Aep. Jum’at (12/6/2026).

Suara gerinda yang memotong besi pagar menjadi saksi perjuangan tim penyelamat dalam membebaskan korban. Setiap tahapan dilakukan secara presisi untuk menghindari cedera yang lebih parah.

Di bawah pengawasan ketat petugas, proses evakuasi akhirnya berhasil diselesaikan sekitar pukul 17.35 WIB. 

Setelah besi pagar berhasil dipotong dan korban dibebaskan, Fauzan langsung mendapatkan penanganan awal sebelum dibawa keluarganya ke Rumah Sakit Cibabat untuk menjalani perawatan medis lebih lanjut.

“Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Korban berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lanjutan,” kata Aep.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi di lokasi, peristiwa bermula ketika korban tengah berusaha mengambil layangan yang tersangkut di sekitar area pagar rumah. 

Saat memanjat pagar, korban diduga kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan salah satu besi pagar menembus bagian tangannya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas yang sering dianggap sepele oleh anak-anak, seperti mengejar layangan, ternyata dapat berujung pada kecelakaan serius apabila dilakukan di lokasi yang memiliki potensi bahaya.

Beruntung, respons cepat petugas Damkar Kota Cimahi mampu mencegah kondisi yang lebih fatal. Kecepatan penanganan serta koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam menyelamatkan korban dari situasi yang mengancam keselamatannya.

Aep juga mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama ketika bermain di lingkungan yang memiliki risiko tinggi seperti pagar besi, bangunan bertingkat, maupun area yang sulit dijangkau.

“Kami mengingatkan kepada para orang tua untuk terus mengawasi anak-anak saat bermain. Jangan sampai aktivitas mengejar layangan atau permainan lainnya dilakukan di lokasi berbahaya yang dapat mengancam keselamatan mereka,” tegasnya.

Aksi heroik petugas Damkar Kota Cimahi dalam mengevakuasi bocah yang tertancap pagar tersebut pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. 

Kejadian ini sekaligus menunjukkan bahwa petugas pemadam kebakaran tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam berbagai operasi penyelamatan kemanusiaan yang membutuhkan respons cepat dan ketepatan tindakan. (Bagdja)

Penulis: Bagdja
Exit mobile version