Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua APDESI Kabupaten Bandung 2026–2031! Ismawanto Nomor 1, Galih Hendrawan Nomor 2

116
×

Dua Kandidat Berebut Kursi Ketua APDESI Kabupaten Bandung 2026–2031! Ismawanto Nomor 1, Galih Hendrawan Nomor 2

Sebarkan artikel ini
Dua Calon Ketua APDESI Kabupaten Bandung memperlihatkan nomor urut usai pengundian di Desa Cikoneng, Ciparay, Senin (2/11/2026)

Kabupaten Bandung, Jabar | secondnewsupdate.co.id – Bursa calon Ketua DPD APDESI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 resmi mengerucut.

Dua figur terbaik kini bersiap berkompetisi dalam kontestasi demokrasi organisasi pada Musyawarah Cabang (Muscab) VI DPC APDESI Merah Putih yang digelar di Kolam Renang Tirta Raya, Desa Cikoneng, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Senin (2/11/2026).

Example 300x600

Dua kandidat yang resmi ditetapkan yakni Ismawanto Somantri, Kepala Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasirjambu, dengan nomor urut 1, serta H. Galih Hendrawan, sebagai kandidat nomor urut 2.

Penetapan tersebut menjadi babak penting dalam menentukan arah kepemimpinan APDESI Kabupaten Bandung untuk lima tahun ke depan. 

Persaingan diperkirakan tidak hanya menjadi ajang perebutan posisi ketua, tetapi juga pertarungan gagasan, visi, dan komitmen dalam memperjuangkan kepentingan seluruh pemerintahan desa.

Ismawanto menegaskan, langkahnya maju sebagai calon ketua bukan semata-mata untuk mengejar jabatan. 

Ia mengaku terdorong oleh keinginan mengawal proses demokrasi organisasi sekaligus menjadi jembatan aspirasi para kepala desa yang menghendaki pemilihan ketua berlangsung secara demokratis, bukan melalui mekanisme aklamasi.

Sementara itu, Galih tampil membawa gagasan kepemimpinan melalui VISI MEGAH (Menangkan Galih Hendrawan), dengan tagline “Bersama Desa Menuju Masa Depan yang Lebih Baik.”

Gagasan tersebut menjadi fondasi perjuangannya untuk membangun APDESI yang lebih maju, solid, dan responsif terhadap kebutuhan pemerintahan desa.

Visi MEGAH diterjemahkan melalui lima misi utama, yakni Maju, Edukatif, Gotong Royong, Aspiratif, dan Harmoni.

Melalui lima misi tersebut, Galih berharap APDESI mampu meningkatkan kapasitas kepala desa, memperkuat solidaritas antar pemerintahan desa, serta lebih berani menyuarakan hak dan kepentingan desa.

Dedi Bram: Demokrasi Jangan Sampai Memecah Persaudaraan

Menanggapi munculnya dua kandidat, Dedi Bram, Ketua APDESI Kabupaten Bandung periode 2021–2026, menilai dinamika tersebut sebagai bagian yang wajar dalam proses demokrasi organisasi.

Menurutnya, dari kehadirannya dua kandidat merupakan kesempatan bagi anggota untuk menentukan figur pemimpin yang dinilai mampu membawa APDESI Kabupaten Bandung menuju arah yang lebih baik.

Namun, Dedi mengingatkan agar perbedaan pandangan dan pilihan tidak menjadi pemicu perpecahan di antara para kepala desa.

Sebaliknya, Muscab VI harus menjadi momentum mempererat persaudaraan, menjaga kekompakan, dan memperkuat soliditas organisasi. 

Sebab, kekuatan APDESI bukan hanya terletak pada sosok ketua, melainkan pada kebersamaan seluruh elemen pemerintahan desa.

Lebih jauh, Dedi berharap kepemimpinan baru nantinya mampu mendorong pemerintahan desa semakin maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Terlebih, tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. 

Desa harus mampu menjadi ujung tombak pembangunan sekaligus motor penggerak kemajuan daerah.

Amanah Ketua Bukan Sekadar Kehormatan Jabatan

Munculnya dua kandidat dalam Muscab VI menjadi momentum penting bagi APDESI Kabupaten Bandung untuk menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

Kontestasi ini bukan sekadar perebutan kursi kepemimpinan, melainkan ruang adu gagasan, integritas, komitmen, serta visi dalam memperjuangkan kepentingan seluruh pemerintahan desa.

Siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan harus mampu membuktikan bahwa amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab besar, bukan sekadar kehormatan atau kebanggaan jabatan.

Dedi Bram berharap ketua terpilih mampu merangkul seluruh elemen organisasi, menyatukan perbedaan, mengawal aspirasi kepala desa, serta membawa pembangunan desa ke arah yang lebih maju dan mandiri.

“Siapa pun yang nanti terpilih, saya berharap mampu membawa pemerintahan desa ke arah yang lebih maju dan lebih baik. Terlebih kita sedang menghadapi tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045. Kabupaten Bandung harus semakin maju, desa-desanya semakin mandiri, dan semangat BEDAS benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tegas Dedi.

Kini, perhatian tertuju pada hasil Muscab VI. Siapa pun yang terpilih nantinya, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan kemampuan menyatukan kekuatan desa dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Bandung.(Apih)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600