Pandeglang/ secondnewsupdate.co.id – Dugaan pelaksanaan pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang dinilai tidak sesuai standar di Kabupaten Pandeglang mendapat perhatian serius dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang P3TGAI Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Banten.
Menindaklanjuti informasi yang beredar terkait dugaan pekerjaan yang dilakukan secara asal-asalan, PPK Bidang P3TGAI BBWS memastikan akan segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi guna memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Irhan selaku PPK Bidang P3TGAI menyampaikan apresiasi atas informasi yang diterima dan menegaskan pihaknya tidak akan mengabaikan setiap laporan dari masyarakat.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan menindaklanjuti. Tim Pengawas Pelaksana Bersama bersama Konsultan Manajemen Balai dan Tenaga Pendamping Masyarakat akan melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Jika terbukti ada hal yang tidak sesuai ketentuan, akan segera ditindak dan diperbaiki,” tegas Irhan.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan Program P3TGAI tetap dilakukan secara ketat guna memastikan setiap pekerjaan memenuhi spesifikasi teknis serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Program P3TGAI sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).
Melalui program ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan jaringan irigasi.
Dalam pelaksanaannya, kelompok P3A mendapat pendampingan dari Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) serta Konsultan Manajemen Balai yang bertugas memastikan pekerjaan berjalan sesuai petunjuk teknis, tepat sasaran, transparan, dan menghasilkan kualitas infrastruktur yang baik.
Sementara itu, Eman yang terlibat dalam kegiatan tersebut memberikan klarifikasi terkait kondisi pekerjaan yang dinilai belum rapi.
Menurutnya, pekerjaan baru dimulai beberapa hari sehingga hasil di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan kondisi akhir proyek. Selain itu, faktor cuaca berupa tingginya curah hujan juga menjadi kendala pada tahap awal pelaksanaan.
“Insya Allah kami akan merapikan seluruh bagian sesuai petunjuk teknis yang berlaku,” ujar Eman.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa keberhasilan Program P3TGAI tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan fisik semata, melainkan juga dari kualitas konstruksi, ketepatan penggunaan anggaran negara, serta manfaat jangka panjang yang dirasakan masyarakat.
Komitmen PPK BBWS untuk menerjunkan tim pengawas ke lapangan diharapkan mampu memberikan kepastian terhadap kualitas pekerjaan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemberdayaan berbasis partisipasi petani tersebut.
Apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi maupun ketentuan teknis, maka perbaikan hingga pemberian sanksi akan menjadi bagian dari langkah pembinaan agar tujuan Program P3TGAI tetap tercapai secara optimal.
Sinergi antara kelompok petani, tenaga pendamping, konsultan manajemen, serta tim pengawas dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan P3TGAI.
Dengan pengawasan yang konsisten, program ini diharapkan mampu menghadirkan jaringan irigasi yang berkualitas, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kesejahteraan petani di Kabupaten Pandeglang maupun wilayah lain di Provinsi Banten. (Sanan)
















