Jawa Timur, Jombang l secondnewsupdate.co.id — Empat pengurus inti Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung membawa mandat penting dalam perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Keikutsertaan para pengurus tersebut bukan sekadar representasi administratif dari Kabupaten Bandung.
Mereka datang membawa amanah organisasi sekaligus aspirasi warga Nahdliyin untuk turut menentukan arah perjalanan NU menghadapi berbagai tantangan keumatan, kebangsaan, dan dinamika organisasi dalam beberapa tahun mendatang.
Muktamar yang berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, menjadi momentum strategis bagi para peserta dari berbagai daerah untuk menyampaikan gagasan, membahas persoalan aktual, sekaligus merumuskan kebijakan yang diharapkan mampu memperkuat peran NU di tengah perubahan zaman.
Empat pengurus PCNU Kabupaten Bandung tersebut ditempatkan pada sejumlah komisi penting sesuai bidang dan kapasitas masing-masing.
Penempatan itu membuka ruang bagi delegasi Kabupaten Bandung untuk memberikan kontribusi pemikiran secara langsung dalam forum tertinggi organisasi.
Rais Syuriah PCNU Kabupaten Bandung, KH Haedar Mustofa Kamal, dipercaya mengikuti Komisi Bahtsul Masail Mauqu’iyah. Komisi ini menjadi salah satu ruang strategis untuk membahas berbagai persoalan aktual yang berkembang di tengah masyarakat, baik dalam aspek keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Melalui forum tersebut, berbagai persoalan kontemporer dibahas dengan pendekatan keilmuan dan prinsip-prinsip keislaman yang menjadi pijakan Nahdlatul Ulama.
Sementara itu, Katib PCNU Kabupaten Bandung, KH Yusuf Ali Tantowi, mendapat amanah sebagai peserta Komisi Bahtsul Masail Qonuniyah.
Komisi tersebut memiliki peran penting dalam membahas berbagai persoalan hukum dan peraturan perundang-undangan dari perspektif NU.
Pembahasan diharapkan dapat melahirkan pandangan organisasi yang relevan dengan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Yusuf menegaskan bahwa keberangkatan delegasi PCNU Kabupaten Bandung ke Muktamar membawa misi besar, bukan hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi juga kemaslahatan umat.
“Insya Allah kami berangkat dengan membawa amanat organisasi demi kemajuan dan kemaslahatan umat serta organisasi,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
Di komisi lainnya, Ketua PCNU Kabupaten Bandung, KH Agus Ahmad Qustholani, dipercaya duduk dalam Komisi Program Kerja.
Komisi ini memiliki posisi strategis karena akan membahas serta merancang arah program dan kebijakan organisasi untuk periode mendatang.
Hasil pembahasan diharapkan mampu menjawab kebutuhan NU sekaligus memperkuat kontribusi organisasi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.
Adapun Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung, H. Imron Rosyadi, mendapat mandat mengikuti Komisi Organisasi.
Forum tersebut menjadi bagian penting dalam membahas penguatan struktur, konsolidasi kelembagaan, serta tata kelola organisasi agar NU semakin solid, mandiri, dan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi dan nilai-nilai perjuangannya.
Bawa Aspirasi Kabupaten Bandung
Kehadiran empat pengurus inti PCNU Kabupaten Bandung di Muktamar ke-35 sekaligus menunjukkan keterlibatan aktif daerah dalam menentukan arah kebijakan organisasi secara nasional.
Mereka diharapkan tidak hanya mengikuti jalannya persidangan, tetapi juga mampu menyampaikan aspirasi dan kebutuhan warga Nahdliyin di Kabupaten Bandung secara konstruktif.
Bagi PCNU Kabupaten Bandung, Muktamar menjadi momentum untuk memperluas kontribusi sekaligus memperkuat posisi organisasi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Sejumlah keputusan yang lahir dari forum tersebut nantinya diharapkan dapat diterjemahkan secara efektif hingga tingkat daerah dan memberikan manfaat nyata bagi warga.
Dengan membawa mandat organisasi serta aspirasi masyarakat, empat pengurus PCNU Kabupaten Bandung diharapkan mampu menjalankan amanah Muktamar dengan penuh tanggung jawab.
Muktamar ke-35 NU pun diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan organisatoris, tetapi juga melahirkan gagasan besar, kepemimpinan yang visioner, serta program kerja yang semakin mendekatkan NU dengan kebutuhan umat dan bangsa.
Semoga seluruh rangkaian Muktamar berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan Nahdlatul Ulama serta kemaslahatan masyarakat luas. Aamiin. (Apih)
















