Ragam DaerahWisata

Festival Layang-Layang Internasional Jadi Panggung Garut Mendunia, Kades Karamatwangi Optimistis Dongkrak Pariwisata

111
Kepala Desa Karamatwangi Rana Kurnia, usai diwawancarai di teras Papandayan oleh wartawan secondnewsupdate.co.id (Foto : Asep Santika)

Garut/secondnewsupdate.co.id – Kecamatan Cisurupan bersiap menjadi sorotan dunia melalui Festival Layang-Layang Internasional “Garut Jang Dunya” yang akan digelar pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Pemerintah Desa Karamatwangi optimistis ajang tersebut akan menjadi momentum penting untuk mengangkat Kabupaten Garut sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.

Optimisme tersebut disampaikan Kepala Desa Karamatwangi, Rana Kurnia, saat ditemui di Agrowisata Tepas Papandayan, Rabu (1/7/2026). 

Dengan latar panorama Gunung Papandayan dan fasilitas infinity pool air hangat, destinasi wisata tersebut dinilai menjadi salah satu ikon unggulan di Kecamatan Cisurupan.

Menurut Rana, Agrowisata Tepas Papandayan saat ini mampu menarik rata-rata sekitar 100 ribu wisatawan setiap tahun.

Kehadirannya tidak hanya meningkatkan kunjungan wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata dengan menyerap sekitar 70 tenaga kerja lokal.

“Seluruh karyawan berasal dari masyarakat sekitar. Artinya, keberadaan destinasi wisata ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” ujarnya.

Menjelang pelaksanaan festival, berbagai persiapan terus dilakukan, termasuk peningkatan aksesibilitas melalui pelebaran jalan yang melibatkan Desa Karamatwangi, Desa Cisurupan, dan Desa Balewangi. 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan selama kegiatan berlangsung.

Festival ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan event organizer (EO) menggunakan konsep bisnis. 

Tiket masuk dibandrol mulai Rp20 ribu hingga Rp45 ribu per orang, sementara sebagian pembiayaan kegiatan berasal dari hasil penjualan tiket yang dikelola bersama pihak EO.

Rana mengungkapkan, hingga saat ini sedikitnya 12 negara telah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti Festival Layang-Layang Internasional. 

Kehadiran peserta mancanegara diyakini akan menjadi daya tarik utama sekaligus memperluas promosi pariwisata Garut di tingkat global.

Selain menampilkan atraksi layang-layang dari berbagai negara, festival juga akan dimeriahkan dengan 260 pelaku UMKM, pertunjukan seni budaya khas Cisurupan, penyambutan tamu dengan kesenian tradisional, kegiatan keagamaan, serta berbagai hiburan rakyat yang melibatkan masyarakat setempat.

Ia menambahkan, seluruh unsur di Kecamatan Cisurupan bersama Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari penyiapan infrastruktur, pengamanan, manajemen lalu lintas, hingga kesiapan pelayanan bagi tamu dan wisatawan selama penyelenggaraan festival.

“Kami ingin menjadi tuan rumah yang baik. Festival Layang-Layang Internasional ini bukan hanya sebuah hiburan, tetapi menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi Garut kepada dunia. Semoga melalui tema Garut Jang Dunya atau Garut Go International, pariwisata Garut semakin maju dan dikenal masyarakat internasional,” pungkas Rana. (Asan)

Penulis: Asep Santika Editor: Bama
Exit mobile version