Paniai Papua Tengah/ secondnewsupdate.co.id – Penggalangan usaha dana untuk melengkapi fasilitas sekaligus menambah kas Gereja Katolik St. Paulus Keniapa, Paroki Santo Yoseph Enarotali, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, resmi ditutup dengan meriah pada Jumat (8/5/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Keniapa, tepatnya di area samping Kali Yawei, Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai, dihadiri ribuan umat dari berbagai wilayah.
Sejak pagi, kawasan Jalan Raya Waghete–Enarotali dipadati warga yang datang untuk mengikuti rangkaian penutupan kegiatan usaha dana tersebut.
Antusiasme umat terlihat dari kehadiran berbagai stasi dan jemaat, mulai dari Stasi Pugomoma, Udaugi, Utakotopa, hingga dominasi jemaat tetangga seperti Jemaat Puteyato dan Jemaat Sion Keniapa Klasis Yatamo.
Hadir pula perwakilan dari tingkat paroki, Dekenat Paniai, Tigi, Dogiyai, hingga sejumlah denominasi gereja lainnya.
Ketua Panitia Pelaksana Koordinator Wilayah Yawei, Ruben Bunai, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kemandirian umat dalam mendukung pembangunan fasilitas gereja.
“Kami menggelar berbagai kegiatan usaha dana seperti turnamen bola voli putra-putri, bazar kopi gula, warung nasi ayam, undian berhadiah, penjualan minuman, kue, hingga lomba tradisional. Semua hasilnya diperuntukkan bagi kelengkapan fasilitas Gereja St. Paulus Keniapa,” ujar Ruben.
Sementara itu, Ketua Penanggung Jawab Kegiatan, Mesak Mote, menjelaskan penggalangan dana berlangsung selama dua hari, yakni Kamis hingga Jumat (7-8/5/2026).
“Yang hadir bukan hanya dari satu stasi atau paroki, tetapi dari berbagai stasi, paroki, dekenat, bahkan denominasi gereja lain. Ini menunjukkan kuatnya persaudaraan lintas gereja di wilayah ini,” kata Mesak.
Koordinator Umum Keamanan Wilayah Yawei, Yulius Bunai, memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan penuh sukacita.
“Lapangan dipenuhi lautan manusia. Semua hadir dengan semangat kebersamaan untuk menyukseskan kegiatan gereja,” ungkapnya.
Dana juga terkumpul dari berbagai sumbangan umat, hasil lelang tradisional, kontribusi stasi, kelompok kategorial, paguyuban, tokoh masyarakat, pemerintah kampung, hingga dukungan para pemuda dari luar daerah.
Total dana yang berhasil dihimpun dalam kegiatan ini mencapai Rp122.260.000.
Angka tersebut menjadi capaian signifikan bagi umat Katolik di Keniapa dalam upaya membangun dan memperkuat fasilitas pelayanan gereja.
Dalam kesempatan itu, tokoh intelektual Distrik Yatamo, Martinus Mote, menyampaikan pesan persatuan dan penguatan peran generasi muda gereja.
“Pemuda Katolik adalah salah satu tulang punggung gereja yang memiliki tanggung jawab besar. Ke depan, solidaritas, persaudaraan, dan kerja sama harus terus dijaga, baik antar pemuda Katolik maupun lintas denominasi gereja, demi kemajuan agama, budaya, pemerintahan, dan kehidupan sosial di era globalisasi,” tegas Martinus.
Penutupan usaha dana ini pun berlangsung meriah hingga sore hari, ditutup dengan doa bersama dan ungkapan syukur atas partisipasi seluruh umat yang telah mendukung suksesnya kegiatan. (Jeri)
















