Garut//secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kabupaten Garut resmi menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk penyakit Campak setelah sebanyak 110 anak terkonfirmasi terinfeksi dalam periode Januari hingga April 2026.
Lonjakan kasus ini mendorong langkah cepat dari Dinas Kesehatan guna menekan penyebaran penyakit yang mayoritas menyerang anak-anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Garut, Asep Surahman, mengungkapkan bahwa penetapan status KLB dilakukan setelah hasil pemeriksaan laboratorium dari Labkesda Provinsi Jawa Barat menunjukkan peningkatan signifikan kasus positif campak.
“Begitu laporan dari puskesmas masuk, langsung kami tangani. Pasien dengan gejala berat dirawat di ruang isolasi rumah sakit. Kami juga segera menggelar imunisasi massal untuk menekan penyebaran virus,” ujarnya.
Kasus campak tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Karyasari (Kecamatan Garut Kota), Desa Sukamulya (Kecamatan Pakenjeng), Desa Cibiuk Kaler (Kecamatan Cibiuk), dan Desa Leuwigoong (Kecamatan Leuwigoong).
Mayoritas penderita merupakan anak usia balita hingga usia sekolah.
Gejala yang dialami pasien meliputi demam tinggi, ruam merah di kulit, batuk, pilek, serta mata merah ciri khas infeksi campak yang perlu segera ditangani.
Petugas kesehatan bersama puskesmas setempat kini bergerak cepat dengan melakukan pelacakan kasus (tracing), pemberian pengobatan, serta imunisasi tambahan bagi anak-anak yang belum mendapatkan vaksin secara lengkap.
“Kami mengimbau orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala campak. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi,” kata salah satu petugas kesehatan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya memutus rantai penularan.
Meski sebagian besar pasien dilaporkan dalam kondisi stabil dan menjalani perawatan, baik di rumah maupun fasilitas kesehatan, pemerintah tetap melakukan pemantauan intensif untuk memastikan situasi terkendali.
Dengan status KLB ini, masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta mengikuti seluruh anjuran petugas kesehatan demi mencegah penyebaran lebih luas. (Agung)
















