Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInformatikaRagam Daerah

Garut Siap Jadi Sentra Bioethanol, 15 Ribu Hektare Lahan Disiapkan untuk Jagung Bahan Baku Energi

117
×

Garut Siap Jadi Sentra Bioethanol, 15 Ribu Hektare Lahan Disiapkan untuk Jagung Bahan Baku Energi

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin (tengah) saat mengikuti Rapat Koordinasi Program Khusus Pemerintah untuk Bioethanol yang digelar di Jalan Pengadegan Selatan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Jakarta, DKI l secondnewsupdate.co.id — Kabupaten Garut mulai mengambil langkah strategis untuk mendukung program ketahanan energi nasional melalui pengembangan bioethanol berbahan baku jagung dan singkong.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Khusus Pemerintah untuk Bioethanol yang digelar di Jalan Pengadegan Selatan, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Example 300x600

Dalam pertemuan tersebut, Kabupaten Garut mendapat peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu daerah yang akan memiliki fasilitas pengolahan bioethanol dan pabrik singkong.

Syakur menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, Garut memiliki modal kuat berupa ketersediaan bahan baku dan kultur pertanian masyarakat yang telah berkembang, khususnya dalam budidaya jagung.

“Tadi kami mendapatkan informasi bahwa ada peluang bagi kami untuk dibangunkan pabrik bioethanol dan juga pabrik singkong, sehingga masyarakat Garut lebih bersemangat lagi untuk menanam singkong dan jagung dan ujungnya adalah meningkatkan ketahanan energi,” ujar Syakur.

Ia menilai keberadaan industri pengolahan di daerah tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

Salah satunya melalui peningkatan penyerapan tenaga kerja serta terbukanya peluang usaha baru di sektor pertanian dan industri pengolahan.

“Dan satu hal lagi tadi, disampaikan ini akan mendukung kami untuk penyerapan tenaga kerja. Nah ini kami sangat mendukung dan berharap bahwa ini bisa terealisasi dan sekali lagi terimakasih Pak Menteri, Pak Sekneg dan juga Pak Presiden, yang sudah mengerti apa yang kami butuhkan,” katanya.

Syakur mengungkapkan, saat ini Kabupaten Garut telah mengelola sekitar 60 ribu hektare lahan untuk mendukung ketahanan pangan.

Ke depan, Pemkab Garut berencana menambah alokasi sekitar 15 ribu hektare lahan yang secara khusus diarahkan untuk penanaman jagung sebagai bahan baku energi.

Menurutnya, rencana tersebut cukup realistis mengingat jagung telah menjadi salah satu komoditas pertanian yang akrab dengan masyarakat Garut.

“Budaya bertani jagung ini sudah mendarah daging di masyarakat Garut,” ujarnya.

Selain jagung, Pemkab Garut juga menyiapkan sekitar 12 ribu hektare lahan untuk pengembangan bahan baku bioethanol berbasis singkong.

Pengembangan tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem dari hulu hingga hilir, mulai dari peningkatan produksi pertanian, penyerapan hasil panen, hingga pengolahan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Pemkab Garut pun menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk dalam pemanfaatan kawasan perhutanan untuk mendukung ketahanan pangan dan ketersediaan bahan baku.

Jika kebutuhan lahan masih belum mencukupi, Pemkab Garut akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kementerian Kehutanan.

“Tentu saja harus optimisme, tadi kami dikumpulkan dan akan diberikan kemudahan-kemudahan termasuk salah satu juga tadi mengenai kawasan perhutanan untuk ketahanan pangan, juga itu adalah program pemerintah pusat sehingga walaupun kurang nanti akan kami diskusikan dengan Kementerian Kehutanan,” tandas Syakur.

Dengan potensi lahan, komoditas jagung dan singkong, serta dukungan kebijakan pemerintah pusat, Garut kini bersiap memperluas perannya dari daerah penyangga ketahanan pangan menjadi salah satu daerah yang turut menopang ketahanan energi nasional melalui pengembangan bioethanol. (Agung)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600