Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Lingkungan HidupOtomotifRagam DaerahTeknologi

Gebrakan Pemkot Cimahi!, World Bank Turun Tangan, TPST Sentiong Dibidik Olah 80 Ton Sampah per Hari

1026
×

Gebrakan Pemkot Cimahi!, World Bank Turun Tangan, TPST Sentiong Dibidik Olah 80 Ton Sampah per Hari

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menilai pendampingan melalui program ISWMP menjadi peluang penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kapasitas pengolahan sampah.

Cimahi, Jawa Barat | secondnewsupdate.co.id – Pemerintah Kota Cimahi terus mengakselerasi pembenahan sistem pengelolaan sampah perkotaan. 

Di tengah keterbatasan lahan dan tingginya ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarimukti, optimalisasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong dan Lebaksaat menjadi langkah strategis untuk memperkuat penanganan sampah dari hulu hingga hilir.

Example 300x600

Keseriusan tersebut mengemuka dalam audiensi Implementation Support Mission (ISM) Program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities (ISWMP) bersama World Bank dan tim pelaksana program. 

Pertemuan yang berlangsung di Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi, itu membahas dukungan teknis sekaligus kesiapan operasional fasilitas pengolahan sampah di Kota Cimahi. Jumat (23/10/2026).

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menilai pendampingan melalui program ISWMP menjadi peluang penting bagi pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan kapasitas pengolahan sampah.

Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan sistem yang selama ini masih bertumpu pada pengangkutan dan pembuangan sampah ke TPA regional.

Menurut Ngatiyana, Cimahi membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih mandiri, terukur, dan berkelanjutan. 

Optimalisasi fasilitas di dalam kota menjadi salah satu kunci untuk menekan volume sampah yang harus dikirim ke luar daerah.

TPST Sentiong Dibidik Mampu Olah 75–80 Ton Sampah per Hari

Salah satu fokus pembenahan diarahkan pada TPST Sentiong. Pemerintah Kota Cimahi merencanakan peningkatan kemampuan pengolahan melalui penggunaan mesin baru, dengan kapasitas yang ditargetkan mencapai 75 hingga 80 ton sampah per hari.

Mesin tambahan tersebut direncanakan mulai terpasang dan beroperasi pada awal 2027.

Sementara itu, mesin yang saat ini digunakan di TPST Sentiong direncanakan dipindahkan ke Cigugur guna memperkuat kapasitas pengolahan sampah di lokasi tersebut.

Rencana ini diharapkan dapat memperluas kemampuan pengolahan sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pemanfaatan sarana yang telah tersedia.

Namun, peningkatan kapasitas mesin bukan satu-satunya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. 

Kesiapan fasilitas, pengaturan alur sampah, serta keberlangsungan operasional menjadi faktor penting agar investasi infrastruktur benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Ngatiyana menegaskan, arah kebijakan pengelolaan sampah di Cimahi harus berubah.

Masyarakat tidak cukup hanya mengumpulkan sampah untuk kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir. 

Pemilahan sejak dari rumah, pengumpulan berdasarkan jenis sampah, hingga pengolahan di TPST harus menjadi bagian dari sistem yang saling terhubung.

“Cimahi mendapatkan perhatian dari World Bank melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Dalam Negeri. Kami berharap pengelolaan sampah dapat semakin optimal sehingga sampah yang dihasilkan bisa diolah di Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.

Tak Cukup Andalkan Mesin, SDM dan Anggaran Harus Siap

Di balik target peningkatan kapasitas pengolahan, Pemkot Cimahi juga menyoroti pentingnya kesiapan tata kelola. 

Keberadaan mesin dan infrastruktur yang memadai tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak didukung sumber daya manusia serta sistem operasional yang kuat.

Pemerintah daerah perlu memastikan kelembagaan pengelola berjalan efektif, anggaran operasional dan pemeliharaan tersedia, serta standar operasional prosedur diterapkan secara konsisten.

Aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan juga menjadi perhatian agar aktivitas pengolahan sampah dapat berlangsung secara aman dan sesuai ketentuan.

Dengan demikian, optimalisasi TPST Sentiong dan Lebaksaat tidak hanya berorientasi pada penambahan kapasitas, tetapi juga pada kepastian bahwa fasilitas tersebut mampu beroperasi secara efektif dalam jangka panjang.

Libatkan ASN hingga Tingkat RT, Pemilahan Dimulai dari Rumah

Selain membenahi fasilitas pengolahan, Pemkot Cimahi memperkuat penanganan sampah dari sumbernya. 

Dalam agenda yang sama, pemerintah kota mengukuhkan Tim Pengelola Sampah Tingkat Kelurahan untuk memperkuat koordinasi dan pelaksanaan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.

Tim tersebut diharapkan berperan dalam pendataan kondisi persampahan, mendorong pemilahan sampah sejak dari sumber, serta memastikan sampah yang telah dipilah dapat terintegrasi dengan sistem pengumpulan dan pengolahan di tingkat kota.

Penguatan peran kelurahan ini menjadi penting karena persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembangunan fasilitas di hilir. 

Perubahan perilaku masyarakat dan keterlibatan lingkungan terkecil juga menentukan keberhasilan program.

Upaya tersebut selaras dengan program Sapu Jagat RT atau Sapa dan Peduli Lingkungan Bersama ASN di RT. 

Melalui program ini, sebanyak 1.728 aparatur sipil negara (ASN) dikerahkan untuk melakukan pendataan dasar pengelolaan sampah sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dari rumah ke rumah.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya memilah sampah, mengurangi sampah yang tidak terkelola, serta membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab.

Apabila berjalan konsisten, keterlibatan ASN dan tim pengelola di tingkat kelurahan dapat menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan praktik pengelolaan sampah sehari-hari di tengah masyarakat.

Lima Kendaraan Compactor Masih Dibutuhkan

Persoalan lain yang turut menjadi perhatian Pemkot Cimahi adalah penanganan sampah residu, yakni sampah sisa yang masih memerlukan penanganan lebih lanjut setelah proses pemilahan atau pengolahan.

Pemerintah kota perlu memastikan pasokan sampah yang masuk ke fasilitas sesuai dengan kapasitas pengolahan, menjaga mutu hasil olahan, serta mendorong pemanfaatan produk yang dihasilkan agar tidak kembali menjadi beban lingkungan.

Di sisi lain, pengangkutan residu menuju TPA tetap membutuhkan dukungan sarana transportasi yang memadai. 

Untuk menunjang kebutuhan tersebut, Kota Cimahi masih memerlukan lima unit kendaraan compactor.

Ketersediaan kendaraan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kelancaran rantai pengelolaan sampah, mulai dari pengumpulan, pengolahan, hingga penanganan residu yang belum dapat diselesaikan di dalam kota.

Kebutuhan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembenahan persampahan harus dilakukan secara menyeluruh. Peningkatan kemampuan TPST perlu diimbangi dengan kesiapan armada, tenaga pengelola, pendanaan, serta sistem pengangkutan yang terintegrasi.

ISWMP Diharapkan Percepat Operasional TPST Sentiong dan Lebaksaat

Ngatiyana berharap pelaksanaan kunjungan dan pendampingan melalui program ISWMP bersama World Bank dapat menghasilkan langkah konkret untuk mempercepat kesiapan operasional TPST Sentiong dan Lebaksaat.

Pendampingan berkelanjutan dinilai penting agar setiap tahapan pengembangan fasilitas berjalan sesuai kebutuhan, memiliki tata kelola yang jelas, serta memenuhi aspek keselamatan dan keberlanjutan lingkungan.

Bagi Kota Cimahi, optimalisasi kedua TPST tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem persampahan yang lebih tangguh di tengah keterbatasan lahan dan tantangan perkotaan yang terus berkembang.

Keberhasilan program ini pada akhirnya tidak hanya diukur dari kapasitas mesin atau berdirinya fasilitas pengolahan. Lebih dari itu, hasilnya harus terlihat dari berkurangnya sampah yang harus dibuang ke TPA regional, meningkatnya pemilahan dari rumah tangga, serta terbentuknya sistem pengelolaan yang konsisten dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Sinergi pemerintah daerah, kementerian terkait, World Bank, pengelola fasilitas, ASN, dan masyarakat pun menjadi faktor penentu agar cita-cita mewujudkan Cimahi yang lebih bersih dan berkelanjutan dapat diwujudkan secara bertahap. (Bagdja)

Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600