Boyolali, Jawa Tengah | secondnewsupdate.co.id – Memperkokoh persatuan, merawat kebhinekaan, dan membangun ketahanan wilayah menjadi fokus Kodim 0724/Boyolali melalui kegiatan Pemberdayaan Komunitas Masyarakat melalui Penguatan Karakter Kebangsaan Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Makodim 0724/Boyolali, Jalan Padanaran, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya TNI Angkatan Darat dalam memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Berbagai unsur masyarakat turut dilibatkan, mulai dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, kader lingkungan, mahasiswa, hingga perwakilan komponen masyarakat dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Boyolali.
Pelibatan lintas elemen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga persatuan dan ketahanan wilayah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama.
Selanjutnya, acara diisi dengan sambutan serta penyampaian materi pembinaan teritorial yang menitikberatkan pada penguatan karakter kebangsaan, pemeliharaan kerukunan, dan peningkatan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.
Pasiter Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Nasoha, menegaskan bahwa ketahanan nasional yang tangguh harus dibangun di atas fondasi persatuan, kebersamaan, dan sinergi seluruh komponen bangsa.
Menurutnya, karakter kebangsaan yang kuat akan menjadi modal penting bagi masyarakat untuk menghormati perbedaan, menjaga keharmonisan sosial, serta berkolaborasi dalam mendukung pembangunan dan kebijakan pemerintah.
“Ketika karakter kebangsaan kuat, persatuan terjaga, dan kerukunan terpelihara, maka ketahanan wilayah akan semakin kokoh,” ujar Nasoha.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan teritorial TNI Angkatan Darat yang mengedepankan keterlibatan seluruh komponen masyarakat tanpa membedakan latar belakang, suku, agama, maupun golongan.
Melalui pendekatan tersebut, hubungan antara TNI dan masyarakat diharapkan semakin erat.
Bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kehidupan bermasyarakat.
Penguatan Teritorial dan Sinergi Lintas Sektor
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pokok-pokok kebijakan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) bidang teritorial Tahun Anggaran 2026.
Pembahasan secara khusus menyoroti pemberdayaan wilayah pertahanan serta pelaksanaan pembinaan teritorial sebagai salah satu fungsi utama TNI AD.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya peran TNI AD bersama seluruh komponen masyarakat dalam memperkuat ketahanan nasional di tingkat daerah.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi salah satu aspek yang ditekankan. Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan, meningkatkan kepedulian terhadap persoalan sosial, serta menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
Selain penguatan teritorial, materi kegiatan turut menyoroti pentingnya merawat kebhinekaan dan membangun kerukunan antarumat beragama.
Sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan mengedepankan dialog menjadi nilai penting yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan memiliki daya tangkal terhadap intoleransi, radikalisme, serta berbagai potensi konflik yang dapat mengancam persatuan.
Penyampaian materi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab.
Para peserta berkesempatan berbagi pengalaman mengenai upaya menjaga keharmonisan di lingkungan masing-masing, menyelesaikan persoalan sosial di tingkat desa, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam mendukung program pembinaan teritorial TNI AD.
TMMD dan Gotong Royong Jadi Penguat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Tidak hanya membahas wawasan kebangsaan, kegiatan tersebut juga mengangkat sejumlah program nyata yang selama ini menjadi sarana mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), karya bakti, serta berbagai kegiatan pembinaan ketahanan wilayah menjadi bagian dari pembahasan.
Program-program tersebut dinilai mampu mendorong semangat gotong royong sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap pembangunan dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan bersama, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat terlibat aktif dalam proses pembangunan dan penyelesaian berbagai persoalan di wilayahnya.
Semangat kebersamaan tersebut diharapkan menjadi kekuatan sosial untuk membangun lingkungan yang lebih harmonis, meningkatkan solidaritas antarwarga, serta memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kodim 0724/Boyolali berharap kegiatan penguatan karakter kebangsaan ini tidak berhenti pada penyampaian materi semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan menumbuhkan nilai persatuan, toleransi, kepedulian, dan gotong royong, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Boyolali diharapkan mampu berperan aktif menjaga kerukunan sekaligus mendukung terciptanya ketahanan wilayah yang tangguh, aman, dan kondusif.
Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga keutuhan NKRI, sekaligus memastikan keberagaman tetap menjadi kekuatan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. (Agus Kemplu)
















