Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BudayaEkonomiEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Perdana Digelar, Festival Budaya Pakuhaji Jadi Panggung Kearifan Lokal! Maesyal Rasyid Dorong UMKM dan Pelestarian Tradisi

1007
×

Perdana Digelar, Festival Budaya Pakuhaji Jadi Panggung Kearifan Lokal! Maesyal Rasyid Dorong UMKM dan Pelestarian Tradisi

Sebarkan artikel ini
Festival Budaya Pakuhaji dibuka langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal dari desa dan kelurahan, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam membangun wilayah yang maju, berbudaya, dan sejahtera.

Tangerang, Banten | secondnewsupdate.co.id – Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, menghadirkan gebrakan baru dalam perayaan hari jadinya melalui Festival Budaya Pakuhaji yang untuk pertama kalinya digelar di halaman Kantor Kecamatan Pakuhaji, Sabtu (17/10/2026).

Festival tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya lokal dari desa dan kelurahan, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam membangun wilayah yang maju, berbudaya, dan sejahtera.

Example 300x600

Penyelenggaraan Festival Budaya Pakuhaji juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 Kecamatan Pakuhaji, HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, serta peringatan Hari Santri 2026.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari unsur pemerintahan, tokoh agama, para kiai, kepala desa, perangkat desa, tenaga pendidik, pelajar, kaum perempuan, hingga pengurus RT dan RW.

Dalam sambutannya, Maesyal mengapresiasi inisiatif penyelenggaraan festival yang dinilainya mencerminkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Pakuhaji.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan hari jadi, melainkan juga wujud komitmen bersama untuk mendorong kemajuan daerah melalui pelestarian budaya, kreativitas masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal.

“Alhamdulillah saya melihat agenda yang luar biasa. Pak Camat Pakuhaji dan Muspikanya, MUI, para kiai, kepala desa beserta perangkatnya, guru, anak-anak, juga kaum perempuan, RT, RW, seluruh elemen hadir di sini, bergandengan tangan untuk memajukan Kecamatan Pakuhaji supaya lebih sejahtera,” ungkap Maesyal.

Budaya Lokal dan UMKM Bergerak Bersama

Maesyal juga menyoroti keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam festival tersebut. Menurutnya, kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama melalui kegiatan yang membuka ruang promosi dan pemasaran produk lokal.

Ia berharap momentum festival dapat memberikan manfaat nyata bagi para pelaku usaha, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

“UMKM-nya bisa hadir memberikan kontribusi untuk meningkatkan perekonomian. Mudah-mudahan selama kegiatan hari ini semua barang-barangnya habis, pendapatannya meningkat. Anak-anak menampilkan tampil kolosal yang luar biasa dan memberikan motivasi kepada kita semua,” ujarnya.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, festival ini juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal budaya daerah melalui pertunjukan dan penampilan kolosal.

Keterlibatan anak-anak dan pelajar diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap tradisi setempat sejak dini. Dengan demikian, budaya lokal tidak hanya menjadi bagian dari sejarah masyarakat, tetapi juga tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi Kecamatan Pakuhaji, festival perdana ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan kegiatan kebudayaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi lokal kepada khalayak yang lebih luas.

HUT Kecamatan Pakuhaji Jadi Momentum Memperkuat Persatuan

Dalam kesempatan tersebut, Maesyal Rasyid menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat dan pemerintah kecamatan yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan positif.

Ia menegaskan bahwa rangkaian peringatan HUT Kabupaten Tangerang, HUT Kecamatan Pakuhaji, dan Hari Santri menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan serta membangun semangat bersama dalam memajukan daerah.

“Saya, atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih. Kecamatan Pakuhaji telah melaksanakan rangkaian HUT ke-394 Kabupaten Tangerang yang disatukan dengan HUT Kecamatan Pakuhaji yang ke-34 dan juga Hari Santri,” tuturnya.

Maesyal juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong. Ia berharap Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, dan Provinsi Banten semakin berkembang, sejahtera, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Camat Pakuhaji: Budaya dari Setiap Desa Harus Terus Dilestarikan

Sementara itu, Camat Pakuhaji, H. Mohamad Supriyatna, menjelaskan bahwa Festival Budaya Pakuhaji merupakan kegiatan perdana yang digagas untuk mengangkat kembali kekayaan budaya lokal yang tersebar di desa dan kelurahan di wilayahnya.

Ia menyebutkan, festival tersebut dirancang sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin mengenal tradisi, identitas, dan kearifan lokal yang dimiliki setiap wilayah.

Menurut Supriyatna, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah desa menjadi salah satu bagian penting dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Festival budaya dan hari ulang tahun Kecamatan Pakuhaji yang ke-34, seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah desa Alhamdulillah semua hadir,” tuturnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, gagasan festival berangkat dari keinginan untuk menghadirkan kembali budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Pakuhaji. 

Melalui kegiatan ini, setiap desa dan kelurahan diharapkan memiliki kesempatan untuk memperkenalkan kekhasan tradisinya kepada masyarakat luas.

“Festival budaya ini perdana. Awalnya kami ingin menampilkan kembali budaya lokal kita yang merupakan kearifan lokal desa, seluruh desa dan kelurahan yang ada di Pakuhaji. Tujuannya adalah melestarikan budaya lokal asli kita, mengedukasi kepada masyarakat bahwa di Kecamatan Pakuhaji, di tiap desa memiliki budaya yang hari ini kita tampilkan,” jelasnya.

Supriyatna menambahkan, festival tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kecamatan Pakuhaji dan HUT Kabupaten Tangerang yang pelaksanaannya disatukan dengan peringatan Hari Santri.

Ia berharap penyelenggaraan festival pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak unsur masyarakat serta menampilkan semakin beragam kekayaan budaya daerah.

“Jadi ke depan mudah-mudahan lebih meriah. Intinya, budaya ini mari kita pelihara sama-sama agar budaya kita menjadi aset kita dan anak didik kita tahu budaya lokal, kearifan lokal kita dari tiap desa dan kelurahan,” pungkasnya.

Menjaga Warisan Budaya untuk Generasi Mendatang

Festival Budaya Pakuhaji perdana menjadi pengingat bahwa pelestarian tradisi membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. 

Dukungan pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, pelaku seni, generasi muda, dan pelaku UMKM menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Melalui festival ini, Kecamatan Pakuhaji diharapkan tidak hanya merayakan hari jadinya, tetapi juga membangun ruang bagi masyarakat untuk mengenali identitas daerah, memperkuat persatuan, dan mewariskan kekayaan budaya kepada generasi mendatang. (Dia)

Penulis: DianaEditor: Bama
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600