Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEntertainmentGaya hidupInformatikaRagam Daerah

Selamatkan Warisan Leluhur dari Kepunahan! Disarpusda Cimahi Gaspol Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara

1007
×

Selamatkan Warisan Leluhur dari Kepunahan! Disarpusda Cimahi Gaspol Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Disarpusda Kota Cimahi, Niagara Rahardja, hadir bersama Kepala Bidang Perpustakaan, Rusli Sudarmadi, Kehadiran keduanya menjadi bagian dari langkah memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas kolaborasi dalam menjaga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Cimahi, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Jejak sejarah dan kekayaan intelektual bangsa tidak boleh tergerus zaman. 

Di balik lembaran naskah kuno tersimpan warisan pengetahuan, tradisi, nilai kehidupan, hingga kearifan lokal yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Nusantara.

Example 300x600

Kesadaran itulah yang mendorong Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Kota Cimahi untuk memperkuat upaya pelestarian naskah kuno melalui pemanfaatan teknologi digital.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan jajaran Disarpusda Kota Cimahi dalam Sosialisasi Identifikasi, Pendaftaran, dan Digitalisasi Naskah Kuno Nusantara di Pondok Rasamala, Jalan Raya Pangalengan, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Disarpusda Kota Cimahi, Niagara Rahardja, hadir bersama Kepala Bidang Perpustakaan, Rusli Sudarmadi, Kehadiran keduanya menjadi bagian dari langkah memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas kolaborasi dalam menjaga warisan budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung itu diikuti sebanyak 125 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten/kota, pengelola naskah kuno, Komunitas Pancanaka, Duta Baca, Bunda Literasi, hingga Bunda Arsip.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian naskah kuno bukan semata-mata urusan penyimpanan dokumen lama.

Lebih dari itu, diperlukan kepedulian bersama agar peninggalan intelektual leluhur tetap terjaga, terdokumentasi, dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Acara diawali dengan laporan ketua panitia, Meri, kemudian dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Bandung, Mohamad Dani, yang mewakili kepala dinas.

Digitalisasi Jadi Strategi Menjaga Jejak Sejarah

Naskah kuno merupakan sumber pengetahuan yang menyimpan beragam informasi mengenai perjalanan peradaban, kehidupan sosial, bahasa, tradisi, serta pemikiran masyarakat pada masa lampau. 

Namun, usia dokumen, kondisi penyimpanan, dan risiko kerusakan fisik menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pelestariannya.

Karena itu, identifikasi, pendataan, pendaftaran, dan digitalisasi menjadi tahapan penting untuk mengetahui keberadaan naskah, mencatat identitasnya, serta mendokumentasikan kandungan pengetahuan yang tersimpan di dalamnya.

Digitalisasi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengakses sumber pengetahuan secara lebih luas tanpa harus selalu bersentuhan langsung dengan naskah aslinya. 

Kendati demikian, upaya tersebut tetap perlu dibarengi perawatan fisik, pengelolaan yang bertanggung jawab, serta perlindungan terhadap keaslian dan nilai historis dokumen.

Sekretaris Disarpusda Kota Cimahi, Niagara, menegaskan bahwa pelestarian warisan intelektual Nusantara perlu dilakukan secara terencana dengan memadukan metode konservasi dan perkembangan teknologi.

Menurutnya, pendataan yang baik menjadi fondasi untuk memastikan keberadaan naskah kuno dapat diketahui, ditelusuri, dan dipelajari secara berkelanjutan.

“Identifikasi, pendataan, pendaftaran, dan digitalisasi naskah kuno merupakan langkah penting dalam menjaga warisan intelektual dan budaya Nusantara. Melalui kegiatan ini, kita dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya mendokumentasikan naskah kuno secara terarah agar nilai sejarah, pengetahuan, dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Niagara.

Ia juga menilai kemajuan teknologi memberikan kesempatan bagi perpustakaan untuk mengembangkan layanan informasi yang lebih terbuka dan mudah dijangkau masyarakat.

Dengan pengelolaan digital yang tepat, kekayaan pengetahuan masa lalu dapat menjadi sumber pembelajaran yang relevan bagi masyarakat masa kini, termasuk generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi.

Perpustakaan Bukan Sekadar Tempat Membaca

Transformasi perpustakaan menjadi pusat pelestarian pengetahuan dan kebudayaan juga menjadi perhatian Disarpusda Kota Cimahi.

Kepala Bidang Perpustakaan Disarpusda Kota Cimahi, Rusli Sudarmadi, menekankan bahwa penyelamatan naskah kuno membutuhkan keterlibatan banyak pihak. 

Pemerintah, komunitas budaya, pemilik atau pengelola naskah, serta masyarakat harus memiliki kepedulian yang sama terhadap keberadaan peninggalan bersejarah tersebut.

“Pelestarian naskah kuno membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pengelola naskah, komunitas budaya, hingga masyarakat luas. Sinergi ini diperlukan untuk menelusuri potensi naskah kuno di daerah, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong pendokumentasian yang lebih baik melalui teknologi digital,” jelas Rusli.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena keberadaan naskah kuno tidak selalu diketahui secara luas.

Sebagian peninggalan bersejarah berada dalam pengelolaan individu, keluarga, maupun komunitas yang selama ini berupaya mempertahankan warisan tersebut dengan sumber daya terbatas.

Melalui pendataan dan kerja sama lintas daerah, potensi naskah kuno dapat dikenali secara lebih sistematis. 

Dengan demikian, upaya pelestarian tidak hanya berfokus pada dokumen yang sudah tersimpan di lembaga resmi, tetapi juga membuka ruang untuk menelusuri kekayaan pengetahuan yang masih berada di tengah masyarakat.

Pegiat Naskah Kuno Cimahi Sambut Positif

Dukungan terhadap upaya pelestarian tersebut turut disampaikan Yudistira Purana, yang akrab disapa Mang Ujang.

Perwakilan Komunitas Pancanaka asal Cimahi itu merupakan penyalin naskah kuno, dengan dokumentasi naskah yang saat ini tersimpan di Perpustakaan Umum Kota Cimahi.

Ia menyambut positif keikutsertaan Disarpusda Kota Cimahi dalam kegiatan sosialisasi tersebut. 

Menurutnya, keterlibatan pemerintah menjadi dorongan penting bagi para pegiat budaya dan pengelola naskah kuno untuk terus menjaga serta memperkenalkan warisan sejarah kepada masyarakat.

“Kami amat sangat mendukung positif kegiatan sosialisasi ini dan mengapresiasi tinggi kehadiran serta komitmen Disarpusda Kota Cimahi. Langkah ini memberikan angin segar bagi para penulis dan pengelola naskah kuno di daerah. Kehadiran pemerintah secara langsung membuktikan adanya kepedulian nyata dalam menyelamatkan karya-karya sejarah dan memastikan pengetahuan lokal dapat terdigitalisasi serta diakses secara luas oleh generasi penerus,” ungkap Ujang.

Apresiasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya membangun hubungan yang lebih erat antara pemerintah dan komunitas pelestari budaya.

Pengalaman para pegiat yang bersentuhan langsung dengan naskah kuno dapat menjadi sumber informasi berharga dalam proses identifikasi maupun pendokumentasian.

Di sisi lain, dukungan kelembagaan diperlukan agar upaya yang dilakukan komunitas dapat terhubung dengan sistem pengelolaan perpustakaan dan kearsipan yang lebih terarah.

Perkuat Pelestarian Warisan Budaya di Kota Cimahi

Bagi Disarpusda Kota Cimahi, keikutsertaan dalam sosialisasi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkaya wawasan aparatur sekaligus mempelajari pendekatan yang dapat mendukung pelestarian bahan perpustakaan bernilai sejarah.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan program perpustakaan, terutama yang berkaitan dengan penelusuran potensi naskah kuno, penguatan dokumentasi, dan pemanfaatan teknologi digital.

Meski demikian, digitalisasi bukan sekadar mengubah dokumen fisik menjadi berkas elektronik. Proses tersebut juga membutuhkan pencatatan informasi yang akurat, pengelolaan data yang tertib, serta perhatian terhadap keamanan dan keberlanjutan penyimpanan.

Dengan pendekatan tersebut, naskah kuno tidak hanya terjaga sebagai benda peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran yang memperkaya wawasan sejarah dan kebudayaan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga perpustakaan, komunitas budaya, dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Upaya bersama ini menjadi bagian penting dalam memastikan warisan intelektual Nusantara tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.

Bagi Kota Cimahi, pelestarian naskah kuno merupakan investasi kebudayaan jangka panjang. Sebab, kemajuan teknologi akan semakin bermakna ketika digunakan untuk menjaga ingatan kolektif, merawat identitas daerah, dan meneruskan pengetahuan leluhur kepada generasi mendatang. (Bagdja)

Penulis: Bagdja SukmanaEditor: Sinta Sukmana
Example 120x600
Example 300x600
Example 300x600