KBB, Jabar l secondnewsupdate.co.id – Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 1448 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat gebrakan nyata melalui Gebyar Bakti Sosial yang dipadukan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan pelatihan vokasi.
Mengusung tema “Mewujudkan Bandung Barat Amanah Melalui Kepedulian Sosial dan Pemberdayaan Umat”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula HBS Cimareme, Kecamatan Ngamprah, Kamis (5/11/2026).
Agenda ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga diarahkan untuk membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat H. Anang Jauharuddin, Ketua BAZNAS KBB Iing Nurdin, Kepala Kantor Kementerian Agama KBB Hj. Baiq Raehanun Ratnasari, serta Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat Iman Riswandi, bersama para peserta pelatihan dan penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS KBB beserta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremoni untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Lebih dari itu, momentum Hari Santri harus menjadi penggerak lahirnya generasi santri yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta mampu beradaptasi menghadapi perkembangan dan tantangan zaman.
Jeje menilai, program bakti sosial dan pelatihan keterampilan yang digagas BAZNAS KBB merupakan langkah strategis untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
“Penyaluran bantuan melalui lima program utama BAZNAS KBB, serta pelatihan vokasi di bidang hidroponik, barista, dan pembuatan pakan ternak ruminansia hasil kerja sama dengan BPVP Bandung Barat, merupakan langkah konkret dalam mendorong zakat yang produktif dan memberdayakan,” ujar Jeje.
Beragam program unggulan turut mewarnai kegiatan tersebut. Mulai dari Bantuan Asuh Santri, Vokasi Mustahik Berdaya, pembudidayaan sayuran menggunakan sistem hidroponik, pelatihan peracikan kopi atau barista, hingga pelatihan pembuatan pakan ternak ruminansia.
Selain pemberdayaan ekonomi, BAZNAS KBB juga menghadirkan Program Kemanusiaan Masjid Tangguh serta layanan sosial berupa pembagian kacamata dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat, khususnya para mustahik, untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan.
Jeje juga berpesan kepada seluruh penerima manfaat agar tidak menyia-nyiakan bantuan maupun kesempatan mengikuti pelatihan vokasi yang telah diberikan.
Menurutnya, dukungan tersebut harus dimanfaatkan sebagai modal awal untuk meningkatkan kompetensi, merintis usaha, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Ia optimistis, melalui program pemberdayaan yang berkesinambungan, semakin banyak masyarakat Bandung Barat yang mampu meningkatkan taraf hidupnya.
Bahkan, para mustahik diharapkan dapat bertransformasi menjadi muzaki, yakni pihak yang memiliki kemampuan untuk membayar zakat dan membantu masyarakat lainnya.
Lebih lanjut, Jeje menegaskan bahwa pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian seluruh elemen, termasuk BAZNAS, lembaga keagamaan, dunia usaha, serta berbagai komponen masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mendorong agar sinergi lintas sektor terus diperkuat sehingga program sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga mengajak masyarakat yang telah memiliki kemampuan secara ekonomi untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.
Dengan demikian, pengelolaan dana umat dapat dilakukan secara lebih terarah, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Mari kita jaga amanah ini bersama, perkuat kepedulian, dan terus bergerak membangun Bandung Barat yang semakin maju, sejahtera, dan raharja,” pungkasnya.
Melalui Gebyar Bakti Sosial Hari Santri Nasional 1448 H ini, BAZNAS Bandung Barat diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang tidak hanya hadir memberikan bantuan, tetapi juga menjadi motor penggerak pemberdayaan umat, peningkatan keterampilan, dan kemandirian ekonomi masyarakat. (Hendra)
