BeritaInformatikaInternasionalRagam Daerah

Panglima TNI Jendral Agus Subianto Pimpin Pemakaman Militer Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah di TMP Cikutra

112

Tiga Prajurit Jadi Korban Tragedi Helikopter MI-17

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, dalam penghormatan terakhir nya kepada tiga prajurit yang gugur untuk kepentingan bangsa dalam tugas memadamkan Karhutla di Kalimantan

Bandung, Jabar l  secondnewsupdate.co.id – Suasana haru dan penuh penghormatan menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, Kamis (5/11/2026).

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto memimpin langsung upacara pemakaman militer Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur saat menjalankan misi mulia penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upacara pemakaman militer tersebut menjadi bentuk penghormatan tertinggi negara atas dedikasi, keberanian, dan pengabdian seorang prajurit yang gugur ketika menjalankan tugas kemanusiaan demi keselamatan masyarakat.

Prosesi berlangsung khidmat. Tembakan salvo mengiringi penghormatan terakhir kepada almarhum, sekaligus menjadi simbol penghargaan atas pengorbanan prajurit yang telah mengabdikan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya para prajurit dalam insiden kecelakaan helikopter MI-17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman karhutla.

Selain Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, dua prajurit lainnya yang menjadi korban dalam insiden tersebut adalah Kapten Cpn Anumerta Nurhafiz Akbar dan Sertu Anumerta Hery Prasetyo.

Hingga prosesi pemakaman berlangsung, satu personel masih dalam proses pencarian dan evakuasi oleh tim SAR gabungan bersama TNI.

“Mereka adalah para pahlawan yang gugur dalam tugas mulia penanggulangan karhutla,” ujar Agus.

Kronologi Kecelakaan Helikopter MI-17V5

Panglima TNI menjelaskan, peristiwa nahas tersebut melibatkan Helikopter MI-17V5 nomor registrasi HA-5138 milik TNI AD yang membawa delapan personel ketika menjalankan misi water bombing di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Pada misi pertama, pelaksanaan operasi berlangsung aman dan berhasil diselesaikan. Namun, kecelakaan terjadi ketika helikopter melaksanakan misi kedua.

Helikopter tersebut mengalami crash di perairan sekitar satu kilometer dari bibir pantai, dengan kedalaman kurang lebih enam meter. Posisi badan helikopter ditemukan dalam keadaan terbalik.

Agus, lokasi jatuhnya helikopter telah berhasil diketahui. Namun, proses evakuasi menghadapi kendala akibat derasnya arus bawah laut.

“Saat ini posisi helikopter sudah diketahui, satu personel lagi masih berada di dalam helikopter dan masih dalam proses evakuasi oleh tim SAR gabungan dan TNI di lapangan, mengingat arus bawah laut cukup deras,” jelasnya.

Tim SAR gabungan bersama personel TNI terus melakukan upaya pencarian dan evakuasi dengan mempertimbangkan kondisi perairan demi keselamatan seluruh petugas di lapangan.

Negara Berikan Penghargaan dan Hak kepada Prajurit Gugur

Sebagai bentuk tanggung jawab dan penghargaan negara terhadap pengabdian prajurit, TNI memastikan hak-hak keluarga yang ditinggalkan mendapatkan perhatian dan jaminan sesuai ketentuan.

Khusus untuk almarhum Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah, sejumlah hak dan santunan diberikan dengan nilai sebagai berikut:

Dana Tabungan Wajib Perumahan (TWP) dan Dana Warsah sebesar Rp757.602.056.

Santunan Risiko Kematian Khusus (SRKK) sebesar Rp450.000.000.

Santunan perbankan sebesar Rp140.000.000.

Beasiswa untuk dua orang anak, masing-masing sebesar Rp30.000.000.

Tabungan Hari Tua sebesar Rp69.000.000.

Pemberian berbagai hak tersebut menjadi wujud perhatian negara terhadap keluarga prajurit yang telah gugur dalam menjalankan tugas. 

Pengorbanan mereka tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menjadi pengingat tentang besarnya tanggung jawab dan risiko yang dihadapi prajurit TNI dalam menjalankan pengabdian.

TNI Siagakan Pasukan dan Alutsista untuk Penanggulangan Bencana

Lebih lanjut, Agus menegaskan komitmen institusinya untuk terus hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai bencana alam di Tanah Air.

TNI senantiasa menyiagakan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) beserta alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna mendukung respons cepat terhadap berbagai kondisi darurat, mulai dari banjir akibat hujan deras hingga kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

“Di negara kita, apabila terjadi hujan deras mengakibatkan banjir, atau musim panas terjadi kebakaran, TNI selalu menyiagakan personel dan alutsistanya setiap saat untuk membantu rakyat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa tugas TNI tidak hanya berkaitan dengan pertahanan dan keamanan negara, tetapi juga mencakup misi kemanusiaan serta bantuan penanggulangan bencana bagi masyarakat.

Upacara pemakaman militer Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah di TMP Cikutra pun menjadi momentum penghormatan sekaligus refleksi atas pengorbanan para prajurit yang gugur dalam tugas.

Di balik seragam dan pangkat yang disandang, terdapat keluarga yang kehilangan orang tercinta serta bangsa yang kehilangan putra terbaiknya.

Pengabdian mereka akan selalu menjadi bagian dari catatan perjuangan TNI dalam menjaga keselamatan rakyat, bangsa, dan negara. (Burhan)

Penulis: Burhanuddin Editor: Bama
Exit mobile version