BeritaInformatikaRagam Daerah

Groundbreaking Charging Station BRT Cekungan Bandung Dimulai, Tonggak Baru Transportasi Listrik Ramah Lingkungan

109
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan resmi memulai pembangunan Charging Station untuk Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung melalui kegiatan groundbreaking di Depo Leuwipanjang, Kota Bandung.

Bandung/ secondnewsupdate.co.id – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan resmi memulai pembangunan Charging Station untuk Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung melalui kegiatan groundbreaking di Depo Leuwipanjang, Kota Bandung.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam percepatan pengembangan transportasi publik berbasis kendaraan listrik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Pembangunan infrastruktur pengisian daya tersebut merupakan bagian dari proyek Indonesia Mass Transit (MASTRAN) BRT Cekungan Bandung yang kini memasuki tahap pembangunan fisik. 

Proyek ini dilaksanakan melalui kolaborasi Ditjen Hubdat dengan program Sustainable Mass Electric Transportation to Support Green Smart City in West Java yang didukung hibah Pemerintah Republik Korea Selatan.

Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Muiz Thohir, mengatakan pembangunan charging station menjadi simbol dimulainya transformasi besar sistem transportasi nasional menuju era kendaraan listrik.

“Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya pembangunan dalam proyek kerja sama tersebut dan merupakan awal percepatan transformasi transportasi nasional. Kita menuju sistem yang modern, efisien, dan rendah emisi,” ujar Muiz.

Menurutnya, keberhasilan transformasi transportasi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra internasional menjadi faktor utama dalam mewujudkan sistem transportasi massal yang berkelanjutan.

Muiz menjelaskan, proyek Indonesia Mass Transit (MASTRAN) merupakan implementasi dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam pembangunan infrastruktur berkualitas dan percepatan ekonomi hijau.

Melalui proyek ini, sistem transportasi massal berbasis Bus Rapid Transit (BRT) akan dipadukan dengan penggunaan bus listrik yang didukung infrastruktur pengisian daya cerdas (smart charging station) sehingga mampu menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di kawasan Cekungan Bandung.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan atas dukungan yang telah diberikan. Kami berharap kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua negara,” tambahnya.

Sementara itu, CEO Chungnam Center for Creative Economy & Innovation (C-CCEI), Kim Sungkeun, menyebut peletakan batu pertama tersebut menjadi momentum penting dimulainya kolaborasi strategis antara Indonesia dan Korea Selatan dalam pembangunan infrastruktur transportasi publik berkelanjutan.

Menurutnya, pembangunan charging station bus listrik tidak hanya mendukung operasional BRT Cekungan Bandung, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan sistem transportasi publik berbasis energi bersih di Indonesia.

Kim berharap kerja sama ini dapat memperkuat hubungan kedua negara, khususnya dalam pengembangan konsep smart city dan teknologi transportasi ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Dengan dimulainya pembangunan charging station ini, proyek BRT Cekungan Bandung diharapkan menjadi model transportasi massal berbasis listrik pertama yang terintegrasi dan mampu mendorong percepatan transisi energi di sektor transportasi Indonesia sekaligus mendukung target pengurangan emisi karbon nasional. (Burhan)

Exit mobile version