Denpasar Bali//secondnewsupdate.co.id –Gubernur Bali Wayan Koster merayakan Hari Tumpek Klurut atau Hari Tresna Asih dengan cara sederhana namun penuh makna. Dalam momentum hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali tersebut, Gubernur Koster mentraktir ribuan cup kopi kepada masyarakat di Jenar Coffee dan Tan Panama Coffee Shop, Denpasar, Minggu (1/2/2026).
Tak hanya itu, sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM lokal, Gubernur Bali dua periode ini juga mentraktir menu babi guling di Warung Men Wenci, kawasan Sangeh, Kabupaten Badung.
Sejak pagi, warung babi guling tersebut dipadati pengunjung, hingga dua ekor babi guling ludes dalam waktu singkat.
Saat ditemui di Tan Panama Coffee Shop, Gubernur Koster tampak bercengkrama santai dengan para pengunjung yang didominasi kalangan anak muda atau yowana.
Suasana berlangsung hangat dan akrab. Bahkan, Gubernur Koster menjadi pusat perhatian pengunjung yang antusias mengabadikan momen melalui swafoto bersama. Dengan ramah, ia melayani setiap permintaan foto.
Gubernur Koster menegaskan, perayaan Tumpek Klurut dimaknai sebagai momentum untuk menumbuhkan rasa tresna asih (kasih sayang), mempererat hubungan antar sesama, serta memperkuat jati diri dan karakter masyarakat Bali.
“Tumpek Klurut ini adalah hari kasih sayang menurut kearifan lokal Bali. Kita maknai dengan berbagi, membangun interaksi yang hangat, terutama dengan generasi muda, sekaligus mendukung UMKM lokal,” ujar Gubernur Koster.
Ia menjelaskan, kegiatan perayaan Tumpek Klurut dilaksanakan secara niskala lan sekala.
Secara niskala, kegiatan diawali dengan persembahyangan yang dipusatkan di Pura Candi Narmada.
Sementara secara sekala, diwujudkan melalui interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak muda, di ruang-ruang publik seperti coffee shop.
Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Salah seorang pengunjung, Prama, warga Denpasar, mengaku senang bisa merasakan langsung kebersamaan tersebut.
“Kebetulan lagi weekend, terus ditraktir sama Pak Gubernur. Senang sekali, awal tahun sudah ada momen seperti ini. Terima kasih banyak,” ungkapnya.
Di sisi lain, Gubernur Koster menekankan bahwa UMKM lokal Bali memiliki peran strategis dalam menjaga budaya Bali sekaligus menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda. Oleh karena itu, momentum Tumpek Klurut dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas, kebersamaan, lan rasa tresna asih di tengah masyarakat.
Menurutnya, perayaan Tumpek Klurut menjadi contoh bahwa nilai-nilai kearifan lokal Bali tetap relevan dan dapat dimaknai secara kontekstual dalam kehidupan modern, guna membangun jati diri, karakter, dan identitas krama Bali sebagai warisan leluhur.
“Ini penting untuk kita rawat dan perkuat bersama,” tuturnya.
Tak berhenti di sana, Gubernur Koster juga menghadirkan hiburan pentas musik di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, pada hari yang sama.
Acara tersebut terbuka untuk masyarakat luas dan dimulai pukul 18.00 WITA hingga selesai.
“Musiknya dikemas untuk menciptakan suasana yang tenang, damai, lan becik, agar masyarakat bisa menikmati kebersamaan dengan nyaman,” pungkas Gubernur Koster. (I Made Mahesa)
