Gaya hidupInformatikaPolitikRagam Daerah

Gubernur Dedi Mulyadi Terima Tantan Sulthon, Sinergi Pemprov Jabar dan PWI Dibidik untuk Wujudkan Jawa Barat Istimewa

511
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat terpilih, Tantan Sulthon Bukhawan, bersama Sekretaris Jenderal PWI Jabar.

Bandung, Jabar l secondnewsupdate.co.id — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Barat terpilih, Tantan Sulthon Bukhawan, bersama Sekretaris Jenderal PWI Jabar.

Pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi. Di balik suasana santai dan obrolan penuh keakraban, terselip pesan kuat tentang pentingnya sinergitas antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dengan insan pers dalam mengawal pembangunan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dedi Mulyadi menyambut kedatangan Tantan dengan suasana penuh keakraban. 

Bahkan, istilah “ngadu bako” digunakan untuk menggambarkan pertemuan yang berlangsung cair tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dedi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak mungkin bekerja secara optimal tanpa dukungan dan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk media massa dan organisasi profesi wartawan seperti PWI.

“Pemda Provinsi Jawa Barat hanya bisa optimal apabila sinergi dengan media. Salah satunya PWI,” ujar Dedi.

Menurutnya, pembangunan Jawa Barat bukanlah tanggung jawab pemerintah semata. Pemerintah, media, dunia usaha, birokrasi, hingga masyarakat memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, yakni menghadirkan kesejahteraan bagi warga Jawa Barat.

Dedi menekankan bahwa cita-cita menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi yang istimewa bukan hanya menjadi ambisi seorang gubernur, melainkan merupakan cita-cita bersama seluruh elemen masyarakat.

“Apapun entitasnya, mau Pemda, media, dunia usaha, ujungnya untuk rakyat Jawa Barat. Jawa Barat istimewa itu kan cita-cita bersama. Bukan hanya cita-cita Pak Gubernur, tapi cita-cita birokrasi, media dan rakyat Jawa Barat,” tuturnya.

PWI Tegaskan Fungsi Kontrol Tetap Berjalan

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Barat terpilih Tantan Sulthon Bukhawan menegaskan bahwa hubungan baik antara PWI dengan pemerintah tidak akan menghilangkan fungsi pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Menurut Tantan, PWI tetap memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan, termasuk terhadap berbagai program dan kebijakan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Posisi PWI masih tetap menjadi pilar keempat demokrasi. Kita akan melakukan fungsi-fungsi sesuai dengan marwah wartawan, mengontrol apa yang menjadi pekerjaan-pekerjaan Pak Sekda dan Pak Gubernur,” kata Tantan.

Namun, fungsi kontrol tersebut diarahkan untuk kepentingan masyarakat dan perbaikan pembangunan, bukan sekadar kritik tanpa solusi.

Tantan menegaskan bahwa tujuan utama yang ingin dicapai bersama adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan dan penanganan berbagai persoalan sosial.

“Intinya satu Pak, buat rakyat Jawa Barat semakin sejahtera dan pendidikannya oke. Pendidikannya harus terbaik di Indonesia,” tegasnya.

Ia juga menyinggung sejumlah indikator pembangunan yang menjadi pekerjaan besar pemerintah, mulai dari kesehatan, ketenagakerjaan, kemiskinan, pengangguran, stunting hingga persoalan anak tidak sekolah.

Harapannya, Jawa Barat mampu menjadi daerah yang memiliki capaian terbaik dalam berbagai indikator tersebut.

Dedi Mulyadi Buka Ruang Kritik: “Kalau Ada Kekurangan, Silakan Dikoreksi”

Menariknya, Dedi Mulyadi justru secara terbuka menyatakan kesiapannya menerima kritik dari insan pers.

Menurut Dedi, kedekatan personal maupun hubungan baik antara pemerintah dan wartawan tidak boleh menjadi alasan untuk menghilangkan sikap kritis media.

“Kalau ada kekurangan ya silakan dikoreksi, dikritisi. Karena power tends to corrupt, absolute power tends to corrupt absolutely,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah membutuhkan media sebagai mitra sekaligus pengawas dalam perjalanan pembangunan.

Dedi menyatakan pihaknya membuka diri terhadap kritik sepanjang kritik tersebut disampaikan untuk kepentingan perbaikan dan kebaikan masyarakat Jawa Barat.

“Kami semuanya membuka diri, dengan catatan untuk kebaikan,” katanya.

PWI Jabar Siap Berkontribusi untuk Jawa Barat

Sekretaris Jenderal PWI Jawa Barat yang turut hadir dalam pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen PWI untuk berkontribusi terhadap kemajuan Jawa Barat.

PWI, kata dia, ingin memastikan keberadaan organisasi wartawan tidak hanya menjalankan fungsi jurnalistik dan kontrol sosial, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam mendorong pembangunan daerah melalui pemberitaan yang berkualitas, kritis, berimbang dan konstruktif.

Pertemuan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya semangat membangun kolaborasi antara pemerintah dan pers dengan tetap menjaga independensi jurnalistik.

Dedi pun menyampaikan apresiasi terhadap PWI dan seluruh keluarga besar wartawan di Jawa Barat.

Ia berharap hubungan antara pemerintah dan insan pers dapat terus terjalin secara sehat, profesional dan produktif.

“Salam baktos untuk PWI dan tentu keluarga besar jurnalis di Jawa Barat semuanya. Karena semua media tadi pilar keempat. Kami respek,” ungkap Dedi.

Pertemuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Ketua PWI Jabar terpilih Tantan Sulthon Bukhawan akhirnya membawa satu pesan besar: pembangunan Jawa Barat membutuhkan kerja bersama.

Bukan pendekatan “superman”, melainkan “super team”.

Sebab, di tengah kompleksitas persoalan Jawa Barat, pemerintah tidak dapat bekerja sendirian. 

Pers memiliki ruang untuk mengawal, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan terbaik, sementara pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan setiap kebijakan bermuara pada kepentingan publik.

Semangat yang dibangun pun sederhana namun fundamental: Jawa Barat harus istimewa, pembangunan harus memberi manfaat, dan legacy yang ditinggalkan hari ini harus dapat dirasakan generasi mendatang. (Bagdja)

Exit mobile version