BeritaBudayaGaya hidupPendidikanRagam Daerah

Hari Kearsipan Nasional ke-55, Bupati Garut Dorong Digitalisasi Arsip Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045

110
Bupati Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya transformasi arsip digital di lingkungan pemerintahan sebagai langkah strategis menuju tata kelola modern dan akuntabel.

Garut/secondnewsupdate.co.id – Bupati Kabupaten Garut, Abdusy Syakur Amin menegaskan pentingnya transformasi arsip digital di lingkungan pemerintahan sebagai langkah strategis menuju tata kelola modern dan akuntabel.

Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Gabungan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (25/5/2026).

Awalnya, apel gabungan tersebut direncanakan berlangsung di lapangan terbuka. 

Namun, hujan deras yang mengguyur wilayah Garut sejak pagi membuat kegiatan dipindahkan ke dalam Ruang Rapat Setda. 

Meski digelar secara indoor, suasana acara tetap berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Empowering the Future:

Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Dalam sambutannya, Syakur menegaskan bahwa arsip tidak lagi bisa dipandang sekadar tumpukan dokumen lama yang tersimpan di lemari atau gudang pemerintahan. 

Menurutnya, arsip merupakan aset strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga memori kolektif bangsa sekaligus menjadi pijakan untuk menentukan arah pembangunan di masa depan.

“Arsip bukan hanya dalam bentuk kertas, tetapi juga dokumen digital. Semua sejarah dan perjalanan pembangunan harus dicatat dan disimpan sebagai bukti yang akan dibutuhkan di masa mendatang,” ujar Syakur.

Ia menilai, berbagai dinamika yang terjadi saat ini tidak dapat dipisahkan dari peristiwa masa lalu. 

Karena itu, keberadaan arsip menjadi sangat penting agar pemerintah memiliki referensi yang jelas dalam mengambil kebijakan serta menghindari pengulangan kesalahan serupa di kemudian hari.

Tak hanya menyoroti pentingnya penyimpanan arsip, Syakur juga meminta seluruh perangkat daerah untuk serius mengoptimalkan penggunaan aplikasi Srikandi. 

Sistem tersebut dinilai menjadi solusi utama dalam menciptakan tata kelola administrasi dan persuratan elektronik yang lebih efektif, transparan, dan terintegrasi.

Menurutnya, penerapan digitalisasi arsip melalui aplikasi Srikandi akan mempermudah pelacakan dokumen, memastikan kesesuaian riwayat administrasi, hingga meningkatkan efisiensi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.

“Saya mohon bantuan seluruh jajaran agar menggunakan Srikandi dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Selain itu, Syakur juga menyampaikan arahan terkait efisiensi pengelolaan ruang arsip fisik di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Mengacu pada arahan Arsip Nasional Republik Indonesia, ia meminta kapasitas penyimpanan arsip fisik mulai dibatasi maksimal hanya 10 persen dari total ruang arsip yang tersedia.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat migrasi dokumen ke sistem digital sekaligus menciptakan ruang kerja yang lebih efektif dan modern di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Garut untuk memperkuat komitmen dalam membangun sistem kearsipan modern berbasis digital sebagai bagian dari persiapan menuju visi Indonesia Emas 2045. (Asan/Agung)

Exit mobile version